Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Kamu diterima, Syakira!


__ADS_3

Annisa memeluk erat tubuh Syakira yang kini bergetar karena menangis. "Sudah ah. Mau berlatih kok malah nangis sih? Hem?" katanya pada Syakira yang kini masih tersedu di dalam pelukannya.


Syakira tidak mendengarkan. Ia semakin erat memeluk tubuh chubby Annisa yang sudah melahirkan enam orang anak untuk Tama.


Annisa terus mengusap lembut tubuh Syakira yang membuat calon adik iparnya itu merasa tenang.


Dirasa cukup, Syakira mengurai pelukannya. Annisa menuntunnya untuk duduk di dekat Kinara yang menyuruhnya Syakira duduk disana.


"Jangan pikirkan hal tadi, Sya! Abang nggak pa-pa kok. Asal kamu tahu saja dulu, kaalu kakak kamu ini lebih garang dari kamu," imbuhnya yang membuat Annisa melotot padanya.


Lana dan Tama tertawa. "Jangan merasa bersalah Sya. Bang Tama nggak pa-pa kok. Itu hanya ilmu totok saraf. Bukan totok Batin yang seperti Kak Annisa miliki!" ucap Kinara yang membuat Syakira melihat Annisa.


Annisa tersenyum, "kakak tidak memiliki ilmu batin itu. Saudara ipar kamu itu asal saja kalau ngomong!" katanya sambil melihat Annisa dengan kesal.


Kinara mencebik. "Hilih! Udah tahu ada, tapi nggak mau ngaku!"


"Memang nggak ada Dek!"

__ADS_1


"Ada! Buktinya Malda bilang waktu itu Kakak sudah memiliki ilmu totok batin secara alami. Sejak bawaan lahir!" Kinara mencebik lagi.


Syakira yang melihat perdebatan keduanya terkekeh-kekeh. "Aku senang bisa melihat keluarga akur seperti. Apakah kalian menerima ku di dalam keluarga kalian? Sementara aku hanya orang lain. Orang yang baru saja masuk ke dalam keluarga kalian? Aku hanya orang asing?" lirihnya dengan wajah sendu.


Annisa dan Kinara tersenyum. "Walau kamu bukan keluarga kami, sekali kamu masuk ke dalam keluarga kami, kamu sudah menjadi bagian keluarga kami." Imbuh Kinara diangguki oleh Annisa.


"Benar! Siapa bilang kamu tidak diterima di dalam keluarga kita? Kamu, sudah diterima di dalam keluarga kita! Semenjak Syakir mengatakan jika kamu adalah wanita yang ia inginkan, kami sudah menerima kamu. Terlepas dari masa lalu kamu seperti apa, kamu tetaplah keluarga kami. Kami menerima kamu apa adanya. Kami tidak melihat apa dan apa yang ada pada dirimu. Allah tidak melihatmu seperti apa. Allah hanya melihat amal dan kebaikan kamu sebanyak apa. Percayalah, kami menerima kamu apa adanya. Tidak memandang dari masa lalu kamu. Masa lalu kamu tetap menjadi masa lalu. Tidak akan pernah kembali lagi. Sekarang dan selamanya merupakan masa depan kamu dan Syakir!"


Mata Syakira berkaca-kaca mendengar ucapan Annisa. "Terimakasih, kak. Aku sangat bersyukur memiliki saudara ipar seperti kalian ini. Karena aku biasa hidup sendiri dan tidak memiliki saudara. Hanya kalian saudaraku sekarang ini. Aku mohon Kak, bang. Kalau terjadi sesuatu dengan ku, ku harap kalian semua membantu ku. Bisa?" pinta Syakira dengan wajah penuh harapnya.


Kinara, Annisa mengangguk dan tersenyum. "Tentu. Kami dengan sigap membantu mu. Karena saat ini kamu adalah keluarga kami. Bagian dari keluarga kami. Sudah seharusnya kami menolong kamu," jawab Lana dengan tersenyum manis pada Syakira.


"Amiiinn.." sahut mereka semua.


Semuanya merasa senang memiliki ipar seperti Syakira. Begitu pun dengan Syakira yang senang bisa diterima dengan baik ke dalam keluarga besar Syakir.


Acara berlatih dengan semua saudara Syakir akan terus berlanjut. Untuk dua minggu ini, mereka akan melatih Syakira sampai bisa.

__ADS_1


Annisa menyarankan pada Syakira menginap disana saat Tama pergi keluar kota. Syakira menyetujuinya.


Kinara pun demikian. Ia pun akan menginap disana jika Syakira menginap dirumah Annisa. Untuk satu hari itu mereka bersama-sama mengajarkan ilmu bela diri pada Syakira.


Demi menjaga dirinya dari masalah yang akan datang kapan saja.


Semoga Syakira kuat menghadapi masalah yang terjadi di masa lalunya dulu. Karena menurut perkiraan jika sang sepupu pelaku penganiayaan padanya, akan lepas dua minggu lagi.


Akankah sepupunya itu balas dendam atau tidak, Syakira tetap harus bersiap-siap. Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Daripada keburu basah kuyup karena tersiram air hujan.


Prinsip yang harus diterapkan sesuai dengan pengalaman masa lalunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sambilan nunggu update, mampir yuk kesini.


__ADS_1


Noh, cus kepoin!


__ADS_2