
"Apa maksud ayah berbicara seperti itu?" serunya dengan suara naik satu oktaf
"Takdir tak ada yag tahu seperti apa. Bisa saja sekarang ayah tertawa tetapi sebentar lagi??"
Syakira menggelengkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca. "Jangan ngomong gitu ayah.. Hiks.." isaknya
"Ayah mengatakan yang sebenarnya Sya. Hidup Ayah itu bukan milik Ayah. Ayah mohon.. Jangan menolaknya Nak. Syakir pemuda yang bisa mengimbangimu dalam segala hal. Kamu hanya belum mengenalnya saja. Turuti permintaan Ayah, Bak.. Ini permintaan terakhir Ayah padamu.." lirihnya dengan air mata yang sudah berlinangan.
Syakit terpaku ditempat. Ia menatap datar pada anak dan Ayah itu. Melihat Syakira sama seperti melihat Bella, adik kecilnya yang kini sudah bahagia bersama suaminya.
Bunda Zizi tersenyum saat Syakir putra sulungnya menatap Syakira begitu dalam. Beliau menyentuh tangan syakir dan menggenggam nya.
__ADS_1
Syakir menoleh. Bunda Zizi mengangguk dengn tersenyum padanya. Syakir menghela nafasnya. "Tanyakan dulu pada nya Mak. Abang nggak mau dikira ngotot ingin bersamanya. Padahal selama ini kami selalu ribut tiap kali bertemu." Ujar Syakir membuat Pak Ridwan mengangguk setuju.
"Kamu tenang saja Nak. Semua ini sudah kami pikirkan baik-baik. Kalian berdua cukup mengikuti saja apa yang akan kami katakan. Bukan begitu Zi?" tanya Pada Bnda Zizi untuk mencario dukungan penuh dari ibunda Syakir itu.
"Tentu. Kamu cukup patuh dan menurut dengan ucapan Kami. Karena ini semua demi kalian berdua. Semua ini memang sudah menjadi takdir kalian. Mak harap, kamu bisa menerimanya dengan setulus hatimu. Biarlah sekarang kamu tidak mencintai ataupun menyukainya. Tetapi kamu harus ingat seperti Mak sama Almarhum Ayah mu dulu. Bella dan juga Kenan. Arta apalagi. Untuk itu, cobalah dulu untuk menerima kehadirannya. Cinta itu akan tumbuh seiring waktu. Dan juga karena terbiasa. Banyak loh diluar sana yang menikah karena perjodohan?Tetapi lihatlah mereka. Mereka bahagia bukan?"
"tak mesti harus saling cinta dulu baru menikah. Ingat sayyidah Khadijah dengan nabi kita? Bagaimana? Beliau juga belum mencintai Kadijah saat menikahinya. Tetapi karena beliau ikhlas menrima keputusan takdir, maka cinta itu Allah hadirkan untuk mereka. Demekian pun dengan kalian berdua. Jangan menolaknya, Nak. Terima dia dengan hati yang terbuka. Mak yakin. Tak butuh waktu lama kalau kamu akan segera mencintai dirinya,"ujar Bunda Zizi yang membuat syakir tertegun sejenak kemudian menghela nfasnya.
Bunda Zizi mengangguk dan semakin tersenyum lebar karena Syakir menyetujui perjodohan itu. Tinggal Syakira saja yang saat ini butuh waktu untuk bisa menerima Syakir menjadi calon suaminya.
Seseorang yang telah mengusik hatinya dari pertama kali bertemu. Ayah Rajis mengedipkan matanya pada Pak Ridwan, beliau mengangguk.
__ADS_1
"Mari kita keluar dulu. Syakira dan ayahnya butuh waktu untuk berbicara." Ucap Pak Ridwan pada bunda Zizi dan syakir.
Keduanya pun mengangguk. Mereka segera keluar dari ruangan itu dan menuju ke kantin rumah sakit untuk makan siang.
Karena sudah waktunya untuk makan siang.
Kini tinggalalh Syakira dan Ayah Rajis berdua. Beliau mengusap lembut kepala putri satu-satunya dengan Alamrhumah istrinya yang merupakan masih kerabat dekat dengan Bunda Zizi.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sambilan nunggu Abang Syakir update, mampir dulu yuk kesini 👇
__ADS_1