Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Diterima, sekaligus di ikat


__ADS_3

"Bagaimana Pak dekan? Apakah lamaran kami ini diterima oleh keluarga anda untuk menjadikan Syakira istri dari adik kami yang bernama Syakir? Haisshh.. Kenapa pula nama dua orang ini sama? Yang kayak janjian aja sih? Iya kan Pak? Apakah mereka berdua ini sudah janjian??" ucap Lana yang lagi dan lagi menimbulkan gelak tawa bagi semua yang hadir disana.


"Hooh, benar Pak Lana. Yang kayak kedua orang ini janjian saja hingga nama mereka berdua pun sama." Sahut Pak dekan yang lagi dan lagi masih saja menimbulkan gelak tawa untuk mereka semua.


Syakir dan Syakira terkekeh bersama. Suasana hening di dalam ruangan ekonomi itu, membuat mahasiswa Syakir saling pandang dan memberi kode dengan mata mereka.


"Pak Syakir lamar anak orang?


Bisa jadi. Terdengar jelas kok kan ya?


Hooh, jadi penasaran. Siapa sih, gadi yang sudah berhasil menaklukkan dosen muda nan tampan tapi killer ini??


Kita lihat saja besok, pasti akan ketahuan siapa orangnya!


Betul itu!"


Begitulah kira-kira arti tatapan mata mereka semua. Mulut terkunci, tetapi mata berbicara.


"Bagaimana Sya? Apakah kamu menerima lamaran dari Pak Dosen? Uwak sih berharap, kalau kamu menerimanya. Rugi loh.. Kalau menolak pemuda tampan nan mapan itu..??" godanya pada sang keponakan.


Syakira terkekeh kecil, "Bismillahirrahmanirrahim, saya Syakira Fadillah Siregar dengan pikiran yang sehat dan tidak terpengaruh oleh siapa pun, saya menerima lamaran dari Pak Dosen kita, Syakir Abbas Syahputra!"

__ADS_1


Para mahasiswa yang mendengar susra lirih itu membulatkan matanya. Mulut mereka semua menganga.


"Beneran ini Sya? Kamu nggak bohong? Kamu tidak memiliki hubungan apapun kan ya dengan pemuda lain diluar sana? Kalaupun iya, lepaskan mereka dan tetap pilih Pak Dosen Syakir! Uwak dukung seribu persen!" imbuhnya begitu serius tetapi terdengar seperti kelakar.


Hahahaha..


Semuanya tertawa, begitupun dengan Pak dekan. Syakira menggelengkan kepalanya tetapi tetap tertawa melihat Uwaknya yang begitu menyambut pertunangan mereka.


"Alhamdulillah kalau begitu. Kedatangan kami tidaklah sia-sia kesini. Karena lamaran ini sudah diterima, kami akan mengikat Syakira untuk adik kami. Dengan kata lain, kita akan langsung tunangkan mereka berdua. Bagaimana Pak dekan?"


Beliu terkejut, "Secepat itu?"


"Kalau tahu begini mah, saya akan menyiapkan yang lebih mewah dari ini euuy!" celutuknya yang membuat semua orang tertawa.


"Dek, pakaikan segera barang pemberian Syakir untuk calon istrinya!" katanya pada Annisa


"Dengan senang hati! Inilah yang Kakak tunggu-tunggu sedari tadi. Kakak sangat penasaran dengan pemberian Syakir ini. Kira-kira apa ya?" jawab Annisa pura-pura tidak tau.


Ia merangkak ke depan dan duduk tepat di samping Syakira.


Syakira mengulurkan tangannya dan menyalimi tangan halus Annisa. Annisa tersenyum, "Calon istri shalihah! Kakak yakin itu! Berikan tangan kanan mu!" titahnya.

__ADS_1


Syakira menyerahkan tangan Kanannya pada Annisa yang segera dibuka kotak perhiasan itu dan dipakaian semua perhiasan itu dijari manis, di tangan dan di leher Syakira.


Syakira tertegun melihat barang pemberian Syakir untuknya. Annisa mengelus pipi Syakira yang membuat gadis ayu itu menoleh padanya.


"Ini warisan dari almarhum Mak, Kakak dan Papi kami yang sudah tiada. Kami satu ayah berbeda ibu. Jika Kinara mak nya tetap mak Kakak, tapi ayahnya Papi Gilang. Ketiga orang tua kami sudah tiada. Hanya tinggal Bunda Zizi sendiri saat ini," ucap Annisa dan menunjuk Bunda Zizi yang kini tersenyum lembut padanya.


Mata Syakira berkaca-kaca. "Mulai sekarang, kamu resmi menjadi calon adik ipar kami. Dan hari ini juga kami akan menentukan tanggal pernikahan kalian berdua sebulan dari sekarang!"


"Hah? Lagi?? Kok bisa begini sih? Kenapa tidak bawa penghulu sekalian?!" seloroh pak dekan lagi yang disambut tawa oleh semua orang yang ada disana.


Termasuk Syakira sendiri. Syakir terharu melihat Syakira menangis haru seperti itu.


"Selamat datang dalam keluarga besar Syahputra, Syakira.." lirihnya dengan bibir terus mengukirkan senyum manis semanis madu.


###########


Sambilan nunggu up, mampir kesini dulu yuk.



Noh, cus kepoin!

__ADS_1


__ADS_2