Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Ujian sebelum pernikahan


__ADS_3

"Asslamualaikum, Kak." Ucapnya begitu lesu.


Syakir melangkah masuk dengan wajah yang begitu sendu. Kinara dan Annisa saling pandang melihat saudaranya ini sedikit berbeda dari yang biasanya.


Padahal ia baru pulang dan baru saja bertemu dengan Syakira. Kedua saudara itu bertanya-tanya dalam hati.


Annisa dan Kinara saling pandang.


"Waalaikum salam." jawab keduanya.


"Abang kenapa?" tanya Kinara pada Syakir yang kini menatap kosong ke arah pohon jambu *** yang berbuah lebat di depan rumahnya itu.


Syakir tidak menyahut. Mengenang Syakira yang sedikit berubah membuat hatinya sedikit tercubit melihat perubahan itu.


"Dek? Kamu kenapa? Ada masalah? Apakah kecelakaan tadi sangat parah?" tanya Annisa yang semakin penasaran melihat diamnya Syakir yang tidak seperti biasanya.


Wajah tampannya itu sangat terlihat jelas begitu sendu dan tidak bersemangat.


Adik lelakinya ini sangat ceria orangnya jika sedang berkumpul bersama keluarga. Tapi tidak dengan orang lain. Tapi hari ini?

__ADS_1


"Bang Syakir, kalau ada masalah itu dibicarakan. Jangan diam saja. Kita ini keluarga loh.. Kalau Abang sedang kesusahan, kami bisa membantu. Walau kami tidak tahu bisa membantu atau tidak, tetapi paling tidak kami berdua bisa memberi sedikit arahan atau pencerahan mungkin?"


Annisa mengangguk, "Betul itu. Ayo, ceritakan sama kami. Barangkali kami bisa memberi mu jalan keluar. Kakak bisa menebaknya kalau masalah ini pasti bersangkutan dengan Syakira bukan?"


Syakir menghela nafas panjang. Ia bangkit dan mendekati ke pohon jambu *** yang ada di depan rumah sama kayak rumah othor.


Syakir mengambil buah itu menggunakan galah dari bambu yang sudah dipasangakn jaring di atasnya membentuk seperti mangkuk jaring.


Syakir mengambil buah yang sudah matang itu dan segera memakannya. Ia mengambilnya lagi dan membawanya kepada Ibu hamil yang saat ini matanya berbinar melihat buah jambu *** yang sangat merah itu.


"Aku nggak tahu Kak. Saat melewati jalan yang sudah kalian tentukan tempat pertemuan kita, tak sengaja Abang melihat jika Syakira mengalami kecelakaan."


"Awalnya baik-baik saja. Tetapi tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja Syakira berubah menjadi dingin dan galak lagi sama kayak pertemuan pertama kami dulunya. Udah Abang tanya kenapa. Tapi Syakira memilih diam. Sepanjang perjalanan hanya di isi dengan keheningan saja. Berulang kali Abang tanyakan, tetap saja Syakira memilih diam dan tidak mau berbicara hingga kami tiba dirumahnya. Abang di tinggal begitu saja tanpa sepatah kata pun.." lirih Syakir semakin merasa tidak nyaman dengan perbuatan Syakira yang mendadak aneh dan berubah dalam sekejab.


Kinara menelan cepat jambu *** yang sedang ia kunyah, "Abang pernah dengar ujian sebelum pernikahan?"


Syakir mendongak melihat Kinara yang kini sibuk kembali memakan buah jambu bolnya dengan nik mat.


Syakir terkekeh melihatnya saat Kinara mendapatkan buah jambu *** itu dengan rasa yang asam. Mata itu terpejam seiring dengan bibirnya yang mengerucut sebal.

__ADS_1


Annisa tertawa. "Ih, sekali dapat manis, enak banget ngunyahnya! Giliran asam, kecut mata sekalian bibir merasainya!" ketus Kinara sambil meletakkan buah itu kembali di dalam keranjang yang Syakir bawa tadi.


"Hahaha.. Buah pun sama seperti kita Dek! Nggak selamanya manis aja. Sesekali pasti ada asamnya! Begitu pun dengan rumah tangga kita. Tidak selamanya bahagia. Tetapi akan ada waktunya rasa asam dan asin itu hadir. Tinggal kita saja menyikapinya seperti apa. Seperti yang kamu alami saat ini, Dek." Katanya pada Syakir yang kini sengaja merebahkan kepalanya dipangkuan Annisa.


Annisa tersenyum, ia mengelus kepala sang adik yang ditumbuhi rambut hitam lebat dan sangat lembut itu.


Annisa sangat menyukai rambut Syakir. Karena rambutnya itu sangat mirip dengan Almarhum ayah mereka yang sudah berpulang ke pangkuan Allah bertahun-tahun yang lalu.


Syakir tidak menyahuti Annisa, karena ia tahu kalau kakak nya yang satu ini sangat bijak dalam memberi petuah untuk semua adiknya.


Sama seperti Arta dulunya yang memiliki dua istri. Ingin berpisah tetapi Annisa melarangnya hingga suatu kejadian terjadi dan membuat Arta bisa memahami jika apa yang Annisa katakan itu benar adanya.


...****************...


Sambilan nunggu update, mampir yuk kesini.



Noh, cus kepoin ye?

__ADS_1


__ADS_2