Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Bahagia bersama


__ADS_3

Syakir dan Syakira tertawa melihat ketiga anaknya lari tunggang langgang karena takut dengan amarah Syakira seperti tadi.


Bukannya mara, Syakira malah tertawa ngakak. Ia tidak menyangka jika momen bahagianya dengan sang suami diganggu oleh kejadian tidak terduga oleh ketiga anaknya.


Tak. Tak. Tak.


Lampu taman itu menyala terang seketika. Syakir dan Syakira menganga melihat seluruh taman itu sudah dihias sangat cantik. Seperti taman orang yang akan mengadakan resepsi pernikahan.


Syakir dan Syakira sampai menganga melihat layar lebar di hadapan mereka yang menunjukkan pertemuan pertama mereka berdua saat diakmpus, percekcokan mereka.


Hingga saat acara lamaran dan pernikahan semua ada di layar proyektor itu. Yang lebih mengejutkan lagi saat Syakira melahirkan si kembar waktu dirumah sakit di temani Annisa dan Kinara pun ada disana.


Dimana Annisa dan Kinara mengamuk karena waktu itu Syakira pingsan saat kehabisan darah. Syakir mematung melihat layar itu.


Syakira sempat kritis dan dinyatakan koma sebelum ide Annisa dan Kinara membawa ketiga anaknya untuk ia letakkan di dada Syakira yang sedikit terbuka.


Ketiga bayi kembar itu mereka letakkan disana. Padahal itu tidak boleh karena ketiga bayi itu masih lemah dan harus dimasukkan ke dalam tabung inkubator.


Annisa tidak peduli dengan ucapan dokter itu. Baginya Syakira sadar kembali setelah satu minggu dinyatakan koma saat melahirkan buah cintanya dengan Syakir.


Mata syakir berkaca-kaca saat melihat ketiga bayi yang masih merah itu menyedot sumber kehidupannya dengan sangat rakus hingga membuat mata Syakira terbuka perlahan.


Syakir menangis melihat layar Proyektor itu. Ia kembali memeluk erat tubuh Syakira yang kembali tersedu melihat proses kelahiran tiga buah hatinya yang Syakira kandung selama sembilan tanpa ia dampiingi sama sekali.


Layar Proyektor itu menunjukkan Nama ketiga anaknya. Syakir berdiri dan membawa Syakira kesana tanpa melepas pelukannya dari tubuh Syakira.


"Putra sulung kita bernama Syailendra Abbas Syahputra. Putra kedua kita bernama Syan Syan Abbas Syahputra."


Syakir menoleh pada Syakira.


"Kak Annisa yang memberi nama itu." Jawab Syakira tahu arti tapan dari Syakir padanya.


Syakir menghela nafasnya. "Nggak hanya di novel, bahkan gelar itu pun jadi nama anak sendiri!" ketus Syakir melirik Annisa dengan tajam.


Yang ditatap malah melengos ke arah lain. Syakira tertawa.


"Dan yang ketiga.. Princess Syalmira Abbas Syahputra. Nama yang pernah Abang katakan dulu padaku saat kita berencana memiliki anak sepuluh tahun yang lalu sebelum Abang pergi ke Singapura.." lirih Syakira dengan dada yang begitu sesak saat mengingat kejadian itu.

__ADS_1


Syakir memeluk Syakira kembali. Masih teringat jelas olehnya saat ia tiba si Singapura. Bukannya ia dibawa ke tempat percetakannya. Tapi Syakir di culik dan disekap hingga enam bulan lamanya.


Syakir tidak bisa melihat apapun di dalam ruangan gelap itu. Ia hanya diberikan sebuah laptop dan juga sebuah Flashdisk untuk menulis sesuatu yang selama ini sangat ingin di miliki oleh lawannya.


Syakir di kurung hanya diberi makan satu hari sekali saja selama hampir dua tahun. Tubuhnya begitu kurus hanya tinggal tulang dan kulit.


Ia bisa bebas dari tahanan itu karena kecerdikannya yang sengaja menyebarkan virus di seluruh aplikasi online yang bukanya untuk menulis siang dan malam tanpa istirahat. Tapi sebagai gantinya, nyawa Syakir yang jadi taruhan nya.


Virus itu melumpuhkan semua sistem aplikasi penghasil uang bagi seseorang yang menculiknya itu. Saat mereka tahu jika Syakir peneyabnya, mereka menyiksa Syakir habis-habisan.


Ia dipukuli siang dan malam selama satu minggu hingga Syakir pingsan dan dinyatakan koma. Barulah mereka melepaskan Syakir begitu saja.


Tidak sampai disitu, Syakir bahkan hampir di suntik mati oleh salah satu dokter yang sengaja disuruh untuk membunuhnya. Tetapi semua itu gagal terjadi karena seorang penyelamat yang rela mengorbankan nyawanya demi melindungi Syakir.


"Beliau Tuan Steven. Lihat kaki dan tangan nya." Tunjuk Syakir pada penyelamatnya itu.


Syakira terkejut melihatnya. "Putus bang? Lalu itu?" tanya Syakira saat melihat tangan penyelamatnya itu kembali terpasang.


"Itu tangan palsu yang sengaja Abang buat khusus untuknya. Ia rela menjual tangan kiri dan kaki kananya demi bisa mendapatkan uang untuk mengobati Abang."


Jika bukan karena Steven, mungkin Syakir sudah tinggal nama saat ini. Syakir koma hampir tiga tahun lamanya.


Usaha Steven membuahkan hasil untuk menyadarkan Syakir. Sudah berbagai macam cara Steven gunakan untuk membuat Syakir sadar.


Tetap saja, Syakir tidak bangun. Tetapi ketika telinganya mendengar suara anaknya dan juga Syakir melalui headseat yang dipasang di telinga Syakir saat itu, Syakir bisa sadar kembali.


Steven sangat bersyukur akan hal itu. Demi Syakir, sang idolanya. Ia rela menjual habis hartanya demi mengobati Syakir dan mencari identitas Syakir yang berasal dari Indonesia dengan membayar banyak detektif.


Dan ya, usaha itu tidak menghianati hasil. Dan setelah Syakir sadar, butuh waktu untuk peyembuhan.


Butuh waktu yang tidak sedikit, waktu itu hingga Syakir bisa berbicara dan berjalan dengan normal kembali.


Sebelum pulang ke Indonesia, Syakir terlebih dahulu menolong Steven yang sudah mau menolongnya.


Dengan kata lain balas budi. Dan kini keluarga Steven sudah menganggap Syakir sebgai salah satu kelurag terpandang di singapura berkat usaha Syakir dalam memulihakn perusahaan keluarga Steven yang hampir bangkrut.


"Dan sekarang.. Dia datang ingin menemuimu. Untuk memberikan penghargaan karena kamu sudah kuat selama sepuluh tahun ini dalam menunggu Abang kembali sambil mengurusi ketiga anak kita dan juga semua perusahaan kita. Ayo. Abang kenalkan padanya!" Imbuh Syakir setelah bercerita panjang lebar pada Syakira tentang kenyataan dirinya selama sepuluh tahun terakhir ini dimana dan kemana saja.

__ADS_1


Syakira sangat sedih mendengar cerita itu. Tetapi ia bersyukur bisa melihat syakir setelah sekian lama.


Syakira bertemu dengan keluarga besar Steven. Keluarga itu menyambut Syakira dengan hangat. Syakira diberikan penghargaan sebagai wanita tangguh.


Singgle Mom.


Sebuah sertivikat baru yang saat ini ia dapatkan karena perjaunagnnya.


Seluruh keluarga bangga padanya. Satu persatu dari mereka meminta maaf pada Syakira.


Sebagai gantinya, mereka sengaja membuat rencana kedua ini. Karena mereka tahu jika Syakira pasti akan salah paham karena ulat keket itu.


Sedangkan ulat keket itu sudah ditangani oleh bang Lana dan Ali.


Kini Syakir dan Syakira sudah berkumpul kembali setelah sepuluh tahun lamanya. Demi menyelamatkan perusahaannya yang berad adi Singapura, Syakir rela meninggalkan istri yang baru saja ia nikahi selama sebulan.


Perjalanan singkat yang ia kira bisa cepat kembali ternyata harus mengurungnya hingga sepuluh tahun lamanya.


"Nggak jadi kan ya kita berpisah? Abang nggak mau tanda tangan loh.." ledek Syakir pada Syakira.


Syakira mencebik. "Kalau Abang buat masalah lagi. Bukan hanya surat pisah yang aku ajukan. Tapi suat kematianku yang akan aku berikan sama Abang!" ketusnya yang disambut gelak tawa oleh semua orang yang ada disana.


Begitu juga dengan si kembar.


Mereka sangat bahagia karena papa yang selama ini mereka tunggu-tunggu kehadiran nya sudah kembali lagi.


Mereka sudah memeiliki papa lagi seperti teman-teman yang lainnya.


Mereka sekarang sudah berbahagia. Tidak ada lagi kata pisah ataupun pergi. Yang ada hanya rasa bahagia untuk kehidupan mereka saat ini.


Selamat menempuh hidup baru Syakir dan Syakira. Perjuangan cinta mereka cukup sampai disini.


Dua nama yang sama tetapi bebeda jenis dan berbeda karakter akhirnya dipersatukan oleh takdir. Mereka sudah bersatu untuk selamanya dan tidakakan terpisahkan lagi.


Kecuali maut yang bisa memisahkan keduanya. Selamat berbahagia Syakir & Syakira.


...Kita di uji berbagai macam setelah menikah. Untuk apa? Untuk meningkatkan ketaqwaan kita. Dengan adanya ujian hidup, kita bisa belajar untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami. Ingat? Allah tidak akan menguji kita diatas batas kemampuan kita. Jika ingin berhasil melewatinya maka perbanyak sabar dan ikhlas. Inilah kunci dari segala nya....

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2