Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Sudah di putuskan


__ADS_3

"Hem.. Kalau begini jadinya, kenapa tidak mengabarkan kami agar kami mencari tetua yang bisa melihat hari apa dan kapan waktu yang tepat untuk acara pernikahan mereka!" ucap pak dekan yang kini pura-pura sedikit kesal.


Syakira terkekeh, Syakir pun ikut terkekeh karena ia bisa melihat wajah dekannya itu kini sedang kesal yang sengaja ia buat-buat padahal sebenarnya tidak.


Lana terkekeh. "Jangan risaukan hal itu Pak dekan. Kita berdua bisa menentukan dari sekarang!" katanya sambil mengedipkan matanya menggoda pak dekan yang kini tertawa melihatnya.


Mereka berdua terus berbicara menentukan kapan bulan dan tanggal yang tepat untuk pernikahan Syakir dan Syakira.


Sambungan video call terus berlanjut hingga mata kuliah yang di pimpin Syakir pun usai.


Syakir tetap memegangi ponselnya sampai keruangan dosen. Ia duduk disana sebentar sebelum masuk kelas lain dengan mata kuliah yang berbeda.


Mata itu terus menatap serius pada layar yang kini menampilkan perdebatan kecil antara Pak dekan dan Lana, abang sulungnya.


Syakira sampai memijit pelipisnya melihat kealotan Uwaknya yang ingin meminta pernikahan itu diadakan setelah hari raya idul Fitri.


Tetapi Lana memintanya sebulan dari sekarang. Dalam artian. Puasa pertama kedua pasangan pengantin baru itu pasti lebih menyenangkan begitu pikir Lana.


Syakir mengangguk setuju.

__ADS_1


Tetapi tidak dengan Pak dekan itu. Ia tetap bersikukuh setelah hari raya. Syakira menunduk malu melihat Uwaknya yang begitu kolot dalam hal adat.


Syakir menghela nafas berat. "Kakak! Biarkan Abang yang berbicara!" katanya pada Annisa yang kini sedang melongo melihat kealotan dari Uwak Syakira itu.


Annisa mengangguk dan segera mengarahkan sambungan video kepada Syakira. Syakira yang paham segera menyalakan televisi yang menyambungkan langsung saluran video call itu.


"Ehem, maaf jika saya angkat bicara pak dekan!"


Deg!


Pak dekan dan Lana terkejut bersamaan karena mendengar suara suond speaker di belakang Pak dekan itu.


Lana terkekeh, "Pengantinnya turun tangan Pak dekan! Sekarang, anda dengar sendiri apa yang akan adik saya ini katakan. Sesuai dengan keinginan saya, atau keinginan anda?" godanya pada Pak dekan.


Pak dekan melengos. Lana terkekeh, Syakir menatap serius pada mereka semua.


"Seperti yang Bang Lana katakan tadi. Bahwa sayalah yang mengajukan tanggal pernikahan itu sebulan setelah pertunangan. Yang artinya, pesta pernikahan kami akan di gelar pada bulan sya'ban. Satu bulan sebelum puasa Ramadhan. Karena apa? Saya ingin berkumpul dengan semua keluarga saya termasuk istri saya di bulan yang penuh berkah itu. Tidak perlu saya jelaskan seperti apa pahalanya, karena Pak dekan sendiri lebih tahu tentang hal itu."


Lana terkekeh lagi.

__ADS_1


"Saya sudah mengatakan pada Bang Lana bahwa pernikahan kami akan diadakan pada bulan juni. Sedang puasa kita di bulan juli. Maka dari itu, saya meminta Pak dekan dan sekeluarga selaku wali dari Syakira untuk mewujudkan keinginan saya. Saya hanya ingin membahagiakan mereka pak dekan. Tidak lebih. Pernikahan ini bukan dilandaskan karena nafsu. Tetapi pernikahan ini terjadi karena memang sudah menjadi kehendak Allah. Dan Anda pun tahu, jika sepasang lelaki dan perempuan yang sudah ditunangkan tidak baik lama-lama dibiarkan begitu saja. Karena tidak menutup kemungkinan akan ada angin neraka yang akan menyelinap masuk di dalam hubungan kami berdua."


"Maka dari itu, saya meminta Bang Lana untuk membicarakan hal ini dengan anda. Jika Anda tidak setuju, saya tetap memaksa. Pernikahan ini akan tetap terjadi dengan atau tanpa persetujuan anda pak dekan!" tegas Syakir yang membuat pak Dekan melototkan matanya.


Lana tertawa terbahak, dikuti Ali dan yang lainnya. Syakir pun ikut tertawa. Ia sengaja mengatakan hal itu, agar Pak dekan bisa tertawa bersama dengannya.


Syakir tahu, itu hanya alsannya saja. Karena beliau tahu, jika sedari tadi Syakir mendengarkan perdebatan mereka sedari awla cara itu dimulai.


Pak dekan menghela nafas panjang. "Baiklah. Sudah diputuskan. Bahwa pernikahan kedua anak kita akan terjadi di bulan juni tanggal enam tepat dua hari memasuki bulan Sya'ban!"


"Alhamdulillah.." ucap semuanya merasa senang karena perdebatan alot itu selesai juga.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sambilan nunggu update, mampir yuk kesini!



Noh, cus kepoin!

__ADS_1


__ADS_2