Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Perjodohan


__ADS_3

Uwak Ridwan pun segera keluar untuk menghubungi kantor polisis. Sementara semua keluarga Syakira masih disana dalam keadan duduk diam terpaku dengan tubuh bergetar karena takut.


Kelang beberapa menit, pihak kepolisian yang memakia seragam biasa sesui dengan permintaan Syakira pun segera memborgol semua tangan orang-oranya terlibat itu.


Ada sepuluh orang keluarga Syakira yang terlibat. Dua lagi masih diluar kota belum pulang. Tetapi pihak kepolisian yang ada di Medan sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian di luar kota sana. Dan saat ini pun mereka berdua sudah di tahan.


Syakira dan Pak dekan bernama Ridwan itu saat ini bernafas lega. Mereka semua sudah di tahan. Dan mereka pun akan segera diadili.


Kini tinggalalah Bunda Zizi dan Pak Ridwan di dalam ruangan itu. Dan juga Syakira yang kini sedang duduk di samping bangkar ayahnya.


"Sudah terlalau lama kamu disini Zi? Maaf, jika tadi kamu melihat kejadian itu." Ucap pak Ridwan merasa tidak enak.


"Tak apa Paman. Aku sudah terbiasa melihat yang seperti itu. Dulu pun, Annisa juga membuka kedok mereka sama seperti Syakira. Jika bukan karena putri bungsu alamarhun ayah Syakir dengan istri pertamanya, maka sampai kapan pun aku tidak akan tau jika suamiku di tekan sedemikian rupa oleh mereka." jawab Bunda Zizi mengingat jika ia dulu juga seperti ini.

__ADS_1


"Ya sudah. Untuk mempersingkat waktu. Akan kita bicarakan langsung dihadapan Syakira ya Zi?"


"Tentu Paman, silahkan!"


"Rajis, Abang sengaja memanggil Zizi kesini karena permintaan alamarhum istri mu dulu." katanya mulai membuka sedikit jalan.


Syakira mengernyit bingung sedang sang ayah tersenyum dan mengangguk. "Ya Bang. Aku pun masih ingat kok dengan wasiatnya dulu yang mana sedari kecil, Syakira dan Syakir harus kita jodohkan mengingat jika keduanya merupakan saudara sepupu dari ayah Zizi dan juga diriku. Kalian berdua kami jodohkan dan akan kami nikahkan segera." katanya yang membuat Syakira dan Syakir yang berdiri diluar sana shock mendengarnya.


Syakir sampai menganga mendengarnya. Sementara Syakira wajahnya mendadak masam karena pemuda yang akan di jodohkan dengannya adalah pemuda yang selalu mencari masalah dengan nya dimana pun ia berada.


Seketika ketiga paruh baya beda usia di dalam ruangan itu menoleh ke pintu dan juga ke Syakira yang kini semakin kesal melihat Syakir yang juga berada di depan pintu dengan wajah datarnya.


Bunda Zizi dan Pak Ridwan terkekeh, begitu pun dengan ayah Syakira yang kini ikut terkekeh karena melihat penolakan putri tunggalnya yang akan di jodohkan dengan putra sulung Bunda Zizi.

__ADS_1


Cucu dari Abang sepupunya. Yaitu ayah Zizi.


"Kenapa nggak mau Nak? Ini wasiat dari mama kamu loh.." ucap Pak Rajis ayah Syakira.


Syakira menatap Syakir dengan wajah malasnya dan itu membuat ketiga orang itu semakin yakin untuk menjododhkan keduanya.


Ketiga paruh baya itu pun tersenyum penuh arti. "Kamu harus menerima Syakir menjadi pasangan kamu. Nggak boleh nolak! Karena ini merupakan keptusan bersama dan juga wasiat dari almarhumah Mama kamu. Terima tidak terima kamu tetap harudas menikah dengan Syakir sebelum ayah menutup mata!"


Deg!


Deg!


"Apa maksud ayah berbicara seperti itu?" serunya dengan suara naik satu oktaf

__ADS_1


"Takdir tak ada yag tahu seperti apa. Bisa saja sekarang ayah tertawa tetapi sebentar lagi??"


Syakira menggelengkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2