
Selesai dengan acara pesta yang diadakan hingga pukul sepuluh lebih tiga puluh dua menit, kini Syakir dan Syakira sedang istirahat di kamar.
Karena sebentar lagi keduanya akan pulang kerumah Syakira untuk bermalam disana. Dan tentunya mereka ingin tikus curut itu masuk ke dalam perangkap mereka.
Mereka semua sudah memiliki rencana A, B dan C. Karena memikirkan kemungkinan yang terjadi.
Sedari pesta Syakir sudah melihat gelagat Soni menurutnya begitu aneh. Seringkali menyentuh pusat tubuhnya dengan mata terpejam.
Walau jarak keduanya jauh, tapi Syakir bisa melihat dengan jelas jika Soni sedang berimajinasi dengan Syakira.
Syakir marah. Karena teman fantasi liar nya merupakan istrinya sendiri. Tapi ia tidak bisa gegabah.
Bisa-bisa nanti rencana mereka gagal akibat kecerobohan nya.
Dan saat ini Syakir sedang berdiri yang akan keluar menyiapkan mobil untuk mereka pulang.
"Sya,"
"Ya, Bang? Butuh sesuatu?" tanya Syakira pada Syakir
Syakir tersenyum dan mengikis jarak dengan nya. "Ingat ini Sayang. Apapun yang terjadi, jangan gunakan kekuatan kamu. Kamu harus kuat. Tahan sampai semuanya terbuka. Tahan rasa takut mu. Biarkan dia menyentuh tubuhmu. Pura-pura lah tidak berdaya karena semua itu akan menambah hukumannya. Kamu jangan takut. Abang selalu bersama mu. Abang sudah memasang pelacak di kalung mu. Jadi.. Jangan takut. Abang yang akan meneruskan jika nantinya dia melakukan sesuatu padamu. Percaya sama Abang, ya?"
Syakira menatap Syakir dengan lekat. Ada rasa gundah dan takut dihatinya. Syakir tahu itu. Ia menundukkan wajahnya sedikit.
Cup!
Penyatuan dua putik ranum itu pun terjadi. Syakira memejamkan matanya saat merasakan kelembutan di setiap sentuhan memabukkan yang Syakir berikan padanya.
Cukup lama keduanya berpaguut hingga seseorang diluar sana semakin gelisah saja.
"Se tann!! Lama banget sih si sialan itu keluarnya?? Nggak tahu apa jika senjata ku ini sudah sangat mengacung dan mengeras?? Banyak gadis yang aku rasakan. Tetapi belum dengan adik sepupu ku. Menurutku, ia sangat nikmat. Ughh.. Sssttt... Sabar Son.. Sebentar lagi si sialan itu keluar! Setelahnya kita bawa Syakira pergi!" ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Ali dan Lana bergidik ngeri melihat seringai itu. Seluruh anggota yang tahu dengan aksi penjebakan itu, kini menahan geramnya saat melihat dan mendengar ucapan Soni dari layar laptop yang Syakir sediakan.
Mereka menahan diri untuk mengumpati Soni. Karena ada hal yang lebih perlu mereka lakukan saat ini.
Sementara Syakir yang sudah selesai membuat sang istri tenang, segera keluar dari kamar dan menuju ke lobi menurut penglihatan Soni.
Padahal tidak. Syakir bersembunyi melihat ponselnya yang masih terlihat Syakira di dalam kamar.
Melihat Syakir pergi, Soni menyeringai. Ia melangkah cepat dan terburu-buru. Masuk ke kamar Syakira membuat sepupunya itu terjingkat kaget dan mundur ke belakang.
Ceklek!
Deg!
"Apa kabar sayang??!"
Deg!
Deg!
Deg!
Deg!
"Allahu akbar!!" serunya dengan tubuh gemetaran saat Soni semakin mendekatinya.
Syakir sebenarnya tidak tega. Tetapi ini harus ia lakukan. Demi kelangsungan hidup rumah tangganya bersama Syakira tanpa gangguan apapun.
"Nga-ngapain ka-kamu masuk?!" tanya Syakira dengan bibir bergetar
Soni menyeringai, "Tentu saja untuk menjemputmu!"
__ADS_1
"Kemana?! Kenapa kamu?! Dimana suamiku?!"
Soni terkekeh, sangat menyeramkan terdengar di telinga Syakira.
"Suami kamu itu aku! Bukan si sialan itu! Malam ini, kita berdua akan melakukan sesuatu yang sudah lama tertunda! Ugh.. Ssstt.. Tegangnya.. Ssssttt.. Kamu lihat Sya?? Pusat tubuhku sudah beraksi dari tadi. Ia ingin merasakan kenikmatan dari lubang surga milikmu!"
Deg!
Deg!
Tubuh Syakira semakin bergetar hebat. Ia memejamkan matanya dan mengepalkan kedua tangannya untuk melawan rasa takutnya pada Soni.
"Nggak! Aku nggak mau!" jawab Syakira yang semakin mundur ke belakang hingga membentur dinding.
Soni menyeringai lagi melihat itu. "Kamu tidak perlu takut sayang.. Sudah waktunya untuk kita pergi sebelum suami sialan mu itu kembali!"
"Nggak! Ng-mmmppphhhtt.."
Bruk.
Soni tertawa senang saat melihat Syakira terkulai lemah saat dirinya di totok di bagian dadanya. Syakira memejamkan kedua matanya saat dirinya di gendong dan dibawa keluar.
Syakir mengepalkan kedua tangannya saat mendengar ucapan Soni.
"Target masuk Perangkap! Segera bersiap!"
"Tentu!" jawab mereka semua dengan segera berlari keluar dari tempat persembunyian dan mengikuti kemana Syakira dibawa melalui map yang terhubung langsung dengan ponsel milik Syakir.
...****************...
__ADS_1
Yuk mampir!
...Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Jangan lupa jaga kesehatan ya. Agar puasanya full ditahun ini. 😊...