
"Kamu siapa?"
"Aku?"
"Ya, kamu!"
"Aku Kiki!"
"Kenapa kamu sampai disini? Sedang apa kamu dirumah ku??"
Kiki tersenyum, "Karena aku tau kamu butuh bantuan dan pertolonganku! Terbuktikan??"
"Ya, ya, ya.. Sssttt.. Terimakasih kalau begitu. Emmm.. Kalua boleh tau tadi itu mereka gunakan apa sih Bang untuk i-itu..."
"Nggak tau. Yang jelas ketika aku datang mereka sudah..."
"Sudahlah, jangan di ingat lagi. Buka mata kamu!"
"Nggak mau!"
"Kenapa?"
"A-ku takut melihat orang-orang itu.."
"Sssttt.. Sudah. Jangan di inagt lagi. Mulai sekarang yang harus kamu ingat ialah kalau kamu itu jodohku!"
"Jodohmu? Tapi kenapa?"
__ADS_1
"Tak ada jawaban untuk pertanyaan mu itu. Yang jelas ketika suatu saat kita bertemu ingat lah ini. Cup."
Bayangan masa lalu itu terngiang kembali di ingatan Syakir dan Syakira. "Bang Kiki..." lirihnya dengan bibir bergetar.
Syakir tersenyum dengan air mata terus bercucuran. "Ya, Sya. Ini aku. Kiki!"
Mata Syakira kembali mengembun. "Kamu Kiki? Kamu Bang Kiki ku?" Ulangnya lagi pada Syakir yang dibalas anggukan oleh Syakir yang kini tersenyum hangat padanya.
"Huaaaaaa.... Bang Kiki!!! Bang Kiki!!!! Ayah! Bang Kiki ku! Hiks.. Hiks.." Syakira memeluk erat tubuh Syakir.
Ketiga paruha baya itu masih tertegun melihat interaksi keduanya yang begitu dekat dan saling mengenal.
Mul;ut Ayah Rajis menganga saat Syakira mengatakn jika Syakir merupakan Kiki. Seorang pemuda yang masih SMA yang pernah menyelamatkan putrinya dulu.
"Ja-jadi..."
Syakir mengurai pelukannya dari tubuha Syalira. Tetapi gadis yang sedang tersedu itu tidak ingin melepaskannya sekalipun.
Uewak Ridwan terkekeh. "Katanya nggak mau kalau suatu saat kalian di jodohkan?" ledek Uwak Ridwan yang membuat keduanya malu.
Syakira pun melepaskan pelukannya. Keduanya jadi salah tingkah. "Udah tau kan kenapa Uwak sengaja menjodohkan kalian berdua??" katanya lagi pada kedua yang kini semakin salah tingkah itu.
Pak Ridwan tergelak. Bunda Zizi masih bingung. Sedangkan Ayah Rajis kini baru mengerti maksud dari ucapan Abangnya.
"Hoo.. Jadi pemuda yang dulu Abang bilang yang telah menyelamatkan Syakira dari orang itu adalah Syakir? Syakir putra Zizi??" ucap Ayah Rajis dan diangguki oleh Uwak Ridwan masih dengan tergelak.
"sebaiknya kita tidak usah menjododhkan mereka berdua deh?"
__ADS_1
"Lah, kenapa Bang?" tanya Ayah Rajis pada Uwak Ridwan
"Kan kata mereka berdua, mereka tidak mau jika suatu saat mereka di jodohkan dan juga dinikahkan. Ogah katanya!" ledeknya lagi yang semakin membuat Syakir dan Syakira mati kutu dihadapan paruh baya itu.
"Ehm, maaf sebelumnya Pka dekan jika saya berbicara seperti itu. Waktu itu masih meraba dan menerawang. Apakah Syakira ini sama dengan Syakira yang dulu pernha saya selamatkan? Jika iya, saya tidak akan menolaknya. Karena memang dialah yang saya inginkan." Jelas Syakir membantah tuduhan Uwak Ridwan yang memang benar adanya.
"Hilih! Sekarang aja kamu meneriamanya. Saat dulu saya tawarkan kamu menolak!" ledeknya lagi.
Syakir tidak bisa berbicara lagi. Ia kalah telak dengan Uwak Syakira yang merupakan dosen di kampus Syakira sekolah dan juga tempat Syakir mengajar.
"Hehehe.. Maaf Pak dekan! Saya salah. Tetapi saya menerima perjodohan ini kok."
"Ya iyalah kamu terima. Lah wong. Syakira gadis yang kamu tunggu itu kan?" godanya lagi dan Syakir mengangguk dengan tersenyum
syakir tidak menyangka, jika Syakira kecilanya saat ini adalah gadis jutek yang selalu membuatnya kesal selama hampir dua bulan ini.
Syakir menoleh pada Syakira yang kini menunduk. "Gimana Sya? Kamu mau kan jadi sitri Abang dunia dan akhirat??" tanya Syakir pada Syakira yang kini tersenyum dan mengangguk padanya.
"Alhamdulillah.."
"Alahamdulillah.. Akhirnya.. Jodohku kembali lagi padaku!" celutuk Syakir yang disambut gelak tawa membahana di dalam ruangan itu.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sambilan nunggu Bang Syakir update, mampir yuk kesini 👇
__ADS_1