
Setelah kepulangan mereka dari toko perhiasan milik almarhum Papi Gilang, kini Syakir, Arta dan Risma, Annida dan Kak Ira sedang menyusun seserahan untuk dibawa besok.
Ada Zee dan juga suaminya disana. Saat ini keponakan Syakir itu sedang hamil besar. Setelah begitu banyak rintangan yang mendatangi rumah tangga mereka, kini keduanya sudah bisa berkumpul bersama.
"Ini perhiasan yang diwasiatkan untuk Syakir oleh Papi sama Mak. Sama seperti Arta saat menikahi Risma dulunya, kini Syakir pun mendapatkan bagiannya." Imbuh Anisa sambil menunjukkan perhiasan itu pada Kak Ira, Arta dan Risma. Zidan mengangguk saja. Karena ia sudah tau pasti jika apa yang sudah diwariskan kepada semu anak almarhum ayah Emil, berarti itu sudah hak mereka secara mutlak.
"Tapi.. Ini sangat berlebihan kak. Abang tidak ingin berlian ini. Abang punya mahar sendiri untuk Syakira. Sesuai dengan keinginan Syakira dulunya," balas syakir membuat Annisa mengangguk.
"Kakak tahu. Tapi ini amanta Papi untuk kamu. Bagaimana Arta dan Bella, begitu juga dengan mu. Kalau pun kamu tidak ingin memberikan mahar ini, jadikan perhiasan ini untuk pengikatnya. Paham?"
"Betul itu, Dek. Jadikan pemberian Papi Gilang itu untuk seserahan dan tanda jadi kamu resmi mengikat Syakira besok. Biar kaka yang memansangkan langsung padanya besok pagi. Terima saja. Tidak baik menolak rejeki. Semua itu hak mu. dan kamu wajib memberikan dan menggunakannya untuk apa saja. Seperti amant Papi tadi saat kamu mendengar rekamannya." Timpal Ira dan diangguki oleh Arta dan juga diangguki oleh Bunda Zizi.
Wanita paruh baya itu seringkali encok nya kumat. Jadi ia hanya memilih untuk mengangguk saja, karena bagian tengkuk leher yang saat ini diserang encoknya.
Syakir terkekeh saat melihat Bunda Zizi manyun dan juga menggerutu tanpa suara. Wanita paruh baya itu juga bersungut-sungut, kenapa saat ini kambuh encoknya, disaat Syakir ingin melamar calon istrinya, disaat itu juga wanita paruh baya itu kumat encoknya.
__ADS_1
Bagian tengkuk pula. Hingga membuatnya hanya bisa berbaring saja sambil melihat semua anaknya sibuk sednag mengemas barang seserahan yang akan dibawa ke rumah Syakira esok hari.
Setelah selesai dengan barang itu, kini mereka sudah beristirahat. Besok, Kinara dan Lana akan menyusul bersama suami dan anak mereka langsung ke tempat tujuan.
Sedang Bella tidak bisa pulang. Ia akan pulang saat Syakir akan menikah nantinya. Besok, mereka akan menentukan tanggal baiknya seperti apa.
Keesokan harinya.
Pukul sembilan pagi, mereka sudah bersiap dan menuju ke rumah Syakira yang berjarak dua jam dari tempat Bunda Zizi.
Lana dan Kinara sudah kesana terlebih dahulu. Kinara tahu tempat itu, karena anggotanya yang bekerja di dapur Kinara ada yang tinggal disana.
Dua jam berlalu, kini rombongan Syakir sudah tiba disana.
Kinara dan Lana segera menghampiri KKa Ira dan Annisa yang saat ini sedang menurunkan barang seserahan untuk Syakira.
__ADS_1
"Udah semua kan Kak?" tanya Kinara yang saat ini sedang hamil lagi. Hamil anak kelima mereka. Pertama dan ketiga semuanya kembar. Lain dengan Gading yang saat ini sudah kuliah semester satu.
"Sudah, ayo kita masuk. Banyak kah keluarga Syakira yang datang?" tanya Annisa pada Kinara.
"Enggak. Hanya keluarga inti yang menerima Syakira saja yang datng. Selebihnya tidak. Mereka semua sudah datang tadi pagi tetapi ingin cari ribut. Beruntungnya kami cepat datang. Jika tidak, ayah Syakira sudah di keroyok oleh keluarag kurang aja itu!" ketus Kinara di akhir kalimatnya.
Ali dan Lana terkekeh, mereka sangat terkejut melihat aksi Kinara yang begitu bara bar menyerang semua keluarga Syakira hingga mereka berlarian pergi dari ruamh itu.
"Bagaimana tidak mereka lari, kak. Lah wong Kinara ngambil golok dari dapur yang baru saja digunakan buat potong ayam oleh Pak Rajis. Masih terlihat banyak darahnya disana, Kinara mengarahkan golok itu pada semua orang itu dengan perut bunci, mata melotot dan wajah garangnya itu." Timpal Ali yang disambut gelak tawa oleh mereka semua.
Lana pun ikut tertawa. Sedang Maura saat ini sednag di dalam bersama Syakira.
#########
Sambilan nunggu, mampir yuk kesini.
__ADS_1
Noh, cus kepoin!