Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Kedatangan Annisa dan Tama


__ADS_3

Setelah pembicaraan itu selesai, kini Syakir dan Bunda Zizi sednag berada di dalam perjalanan. Bunda Zizi teru saja menatap Syakir dengan banyak tanya di benaknya.


Syakir yang paham tersenyum melihat Bunda Zizi."Mak ingin tanya Apa sama Abang? Abang akan jawab semuanya. Tetapi nggak disini. Tetapi dirumah ya?" ucap Syakir yang membuat wanita paruh baya itu mengangguk sambil menghelanafas berat.


"Baiklah.." Ucapnya pasrah.


Mereka menempuh perjalanan itu selama satu jam lebih. Saat tiba dirumah, keduanya tersenyum saat melihat empat orang yang sangat mereka rindukan berdiri dilaur rumah sembari memetik buah rambutan dan juga buah jambu di dalam halaman rumah Bunda Zizi.


Melihat mobil masuk kepekarangan, dua orang itu tersenyum melihatnya. "Assalamu'alaikum Bunda.. Kamu dari mana Dek? Kok keren banget?" ucapnya membuat Bunda Zizi dan syakir terkekeh.


"Waalaikum salam nak, udah lama?"


"Belum. Udah hampir setengah jam sih."


Syakir tertawa. Begitupun dengan suaminya. Ia menggelengkan kepalanya melihat sang istri kecilnya masih saja sama seperti dulu walau sudah semakin matang diusianya sekarang ini.


Bunda Zizi terkekeh. "Agam.. Sini sayang! Sama Nenek!"


Agam mendekati Bunda zizi dan menyalaminya. "Nenek sehat?" tanya nya dengan raut wajah menggemaskan.

__ADS_1


Gemas, Bunda Zizi menciumi wajah cucunya itu yang saat ini berusia lima tahun.


Syakir tersenyum, "Kakak sama Abang ada apa kesini? Biasanya kakak selalu nelpon kalau ingin ngomong sama Mak?"


Annisa menoleh dan menatap serius pada Syakir. Syakir yang tadinya tersenyum kini menatap serius padanya.


"Ada apa Kak? Ada masalah?" tanya Syakir pada Annisa yang kini terus menatapnya.


Begitu pun dengan Tama dan Bunda zizi yang kini menatapnya dengan serius.


"Memang ada yang ingin kakak bicarakan denganmu. Mengenai gadis yang dulu pernah kamu selamatkan kini sudah berada di Medan dan kuliah di tempat yang sama dengan mu." Ucapnya mentapa serius pada Syakir.


"Kamu nggak senang ya kakak mengabarkan informasi penting ini padamu? Bukankah ini inforamsi penting untukmu??" ucap Annisa lagi yang semakin menerbitkan senyum tampan nya yang sangat mirip dengan Almarhum Ayah Emil.


Bunda Zizi dan Tama saling pandang, "Kakak tenang saja. Abang udah menemuinya kok. Dan kami pun sudah menyetujui tali perjodohan itu. Iya kan Mak?" jawabSyakir dan mencari pembenaran dari Bunda Zizi.


Wanita paruh baya itu baru paham, jika yang Annisa maksud ialah Syakira. Gadis yang sedari dulu sudah mereka jodohkan.


Bunda Zizi terkekeh, "Benar. Gadis itu sudah kami temui tadi. Dan ya. Mak pun baru tahu tadi saat menjenguk ayahnya kerumah sakit. Ternyata.. Gadis itu yang dulu pernah kalian bicarakan?"

__ADS_1


Syakir mengangguk dan tersenyum, "Tunggu dulu. Kamu udah ketemu sama Syakira, Dek?" tanyanya pada Syakir dan dibalas anggukan Syakir dan tersenyum padanya.


Wajah Annisa kembali tersenyum. "Alhamdulillah.. Kalau begitu. Kita tidak perlu mencarinya lagi kan ya?" ledeknya pada Syakir


"Iya kak. Orangnya udah ketemu kok. Sekarang giliran Abang yang akan melakukan pernikahan setelah Bella dan Arta. Kedua adikku sedang berbahagia dengan rumah tangga nya saat ini. Walau sempat terjadi kekacauan tetapi sekarang mereka sudah bahagia. Hadeuuhh.. Abang yang paling tua, tapi menikahnya paling terakhir. Sedang Bella yang paling bungsu, ia lebih dulu yang menikah dengan Kenan putra Papa Reza." Syakir terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


Annisa terkekeh, "Ya.. Itu memang sudah menjadi resiko kamu menjadi anak sulung! Kamu harus dulu membahagiakan kedua adikmu baru terakhir dirimu!"


"Tapi Abang sudah tua kak! Ck." ucap syakir lagi semakin kesal.


Tama dan Bunda zizi tertawa. "Bukan tua Syakir! Tetapi matang! Kamu lihat Bang Tama dan suami Kinara?? Mereka itu bukan tua! Tetapi matang!"


"Tetap aja Kak. Abang tetap udah tua!" gerutu Syakir pada Annisa yang disambut tawa oleh Tama dan Bunda Zizi.


*************


Mampir kesini Yuk!


__ADS_1


__ADS_2