Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Balasan Syakir


__ADS_3

"Hiks.. Abang.. Aku udah nggak tahan... Hiks.. Ugh.. Agh.." lenguh Syakira lagi saat merasakan tangan Soni semakin liar menjelajahi setiap jengkal tubuhnya.


Syakir meradang melihat itu, "Sebentar lagi Bang! Kita tunggu dulu. Setelah itu kamu bisa membersihkan jejak kotor setan sialan itu di tubuh Kakak ipar!" ucap Arta merasa tidak tega melihat Syakir yang terus blingsatan melihat Syakira di lecehkan di depan matanya tetapi ia hanya bisa berdiam diri demi sebuah bukti untuk menangkap pelaku.


"Ugh.. Abangh.." lirih Syakira lagi yang membuat Soni ingin cepat-cepat menerkam nya.


"Kamu tahu Sya, banyak gadis yang aku nodai tapi tidak senik mat dirimu. Adik kecil ku langsung saja berdiri dengan tegak saat merasakan lembah surga mu yang sudah basah, Ah.." de sah nya dengan tangan terus menggerayangi tubuh Syakira.


Syakira tidak bisa menolaknya karena hati dan reaksi tubuh berlawanan. Jika hati menolak tapi tubuh berkhianat.


"Abang.. lepaskan aku darinya.." lirih Syakira begitu lirih tetapi bisa terdengar jelas oleh ke lima pria yang kini juga semakin kerpanasan saat melihat reaksi Soni yang berlebihan pada tubuh Syakira.


Bagaimana tidak, saat ini Soni sedang melucutu pakaian Syakira dimulai dari hijabnya.


Syakir yang sudah tidak tahan segera berjalan cepat memasuki kamarnya dengan menggunakan kunci serap yang Syakira berikan padanya.


Soni yang masih sibuk dengan tugasnya melepaskan pakaian Syakira dibuat terkejut dengan sentakan pintu yang terbuka begitu kuat.


Ceklek!


Duar!


Plak!


"Ka-kau!" ucap Soni terkejut saat melihat Syakir berdiri menjulang dihadapannya dengan wajah berang seperti ingin menerkamnya hidup-hidup.

__ADS_1


Soni mematung dengan wajah terkesiap melihat Syakir. Ia melangkah maju ke hadapan Soni membuat pak Polisi dan Lana segera bangkit dari duduk mereka.


Tetapi belum lagi mereka berjalan, mereka semua dibuat tertegun dengan sikap Syakir yang diluar ekspetasi mereka semua.


Syakir berbalik ke belakang dan segera mengunci pintu kamarnya dan mendekati Soni lagi. Soni terdiam terpaku saat melihat wajah marah Syakir padanya.


Syakir mendekatinya dan melewati dirinya menuju Syakira dan mendudukkan istrinya serta menaikkan bajunya kembali.


Syakir mengusap wajah Syakira yang kini memerah dan basah air mata. "Abang, sentuh aku! Aku sudah tidak tahan!" serunya pada Syakir dengan segera menyatukan kedua putik ranumnya bersama Syakir yang membuat Syakir tersenyum sekaligus membalasnya.


Sedang Soni lagi dan lagi terpaku di tempat dengan senjata tempur miliknya yang masih mengacung tegak berdiri seperti pohon kelapa bengkok itu.


Keduanya terus berpaguut tanpa memperdulikan Soni yang kini takut, terkejut, terkesiap dan tertegun melihat kedua pasangan itu sedang bercumbu di hadapannya dengan begitu menggelora.


Syakir ingin menunjukkan pada Soni, jika dirinya lah yang berhak. Bukan Soni. Ia hanya orang lain bagi Syakira.


Bagi seorang lelaki direndahkan harga dirinya seperti ini merupakan hukuman terberat baginya karena tidak bisa menyelesaikan apa yang seharusnya ia lakukan bersama Syakira kini suami Syakira yang asli yang melanjutkannya.


Syakir tertawa keras di dalam hati saat tangan Soni terkepal erat dan ingin menghajarnya.


"Sialan!!" ucapnya dengan segera melayangkan tinju ke tubuh Syakir tetapi sebelum itu Syakir dan Syakira segera melepaskan pagutan keduanya dan berbalik menghadap Soni dengan senyum menyeringai.


Soni terkesiap.


Tak.

__ADS_1


Tak.


"Agh.." pekik Soni tertahan saat tubuhnya di totok tepat di bagian pusat yang memang seharusnya melemahkan syahwat serta gerakan tubuhnya.


Syakir tertawa mengejek. Syakira pun demikian. "Bagaimana? Enak bukan?" ejek Syakir pada Soni yang kini wajahnya semakin memerah menahan amarah.


"Sialan!" ketus Soni yang membuat Syakira tertawa.


"Kenapa? Kamu tidak suka bang Soni?? Ugh.. By.. Jangan dulu!" keluhnya manja pada Syakir yang kini kembali memancing hasratnya dengan cara menyentuh punggung halusnya yang sudah dibuka gaunnya oleh Syakir.


Syakira menggigit bibirnya dihadapan Soni. Soni semakin marah pada dua orang itu.


"Brengsek kalian!!" siaallaaannn!!" geramnya dengan suara tertahan saat melihat lagi dan lagi keduanya bercumbu dihadapan Soni yang tidak berdaya sama sekali dengan tubuh kaku.


"Kenapa? Tidak enak? Kamu kepanasan? Heh?" ledek Syakir dengan kembali mencumbui Syakira yang menerima cumbuan itu dengan senang hati yang membuat darah Soni kembali mendidih melihat keduanya bercumbu di hadapannya.


"Itu balasan untukmu, Soni! Balasan yang setimpal! Kamu yang memulai tetapi akulah yang mengakhirinya! Ugh.. Sayang.." lenguh Syakir saat tangan Syakira sudah bermain di tubuhnya.


Soni semakin terbakar amarah tetapi tidak bisa melakukan apapun saat ini karena dirinya sudah di kunci seperti ia mengunci Syakira tadi.


...****************...


Hehehe.. Maaf ye? Jangan marah ha..


__ADS_1


__ADS_2