
Syakira keluar dari perusahaannya dengan bibirnya terus enyunggingkan seringai yang menakutkan. Ia keluar dari lift dengan senyum yang begitu menakutkan.
Tiba di depan lobi, iamenoleh ke belakang. "Kamu ingin mengerjaiku?? Baik! Kita lihat, siapa yang akan terkejut. Kamu? Atau aku Bang Syakir!" ucapnya sambil menyeringai kejam.
Ia segera berlalu menuju ke hotel sebelah tempat di mana mereka semua saat ini sedang berkumpul menunggu kedatangannya dan Syakir.
Syakira masuk dari pintu depan berjalan dengan santainya. Sedang Syakir melewati sisi lainnya untuk tiba di ruangan hotel miliknya itu.
Tiba di tengah ruangan yang kini sudah dipenuhi banyak orang dan seluruh keluarganya, Syakira berjalan santai memasuki ruangan itu tanpa memperdulikan tatapan terkejut dari semua orang.
Seluruh keluarga Syakirmemmatung melihat kedatangan syakira yang datang denagn santainya tanpa melihat padamereka semua.
Wajahnya begitu datar dan dingin. Sangat menuuk ke Jantung. Ruangan yang tadinya ramai, kini seketika sunyi senyap dalam sekejab.
Si kembar yang melihat sang mama datang pun ketakutan. Karena terlihat jelas dari wajah Syakira yang begitu menakutkan bagi ketiga anaknya.
"Nak.."
"Sya..."
"Dek.." panggilan dari semua keluarga Syakir tidak Syakira hiraukan.
Ia tetap menuju ketiga anaknya yang kini sedang memeluk seorang pemuda yang selama satu bulan ini selalu berseliweran di depan kantornya dan itu sangat melukai hatinya.
Tak.
Tak.
Tak.
Syakir mematung mendengar hentakan sepatu hak tinggi itu berhenti tepat di belakangnya. Ia menunduk melihat anaknya yang kini wajah mereka mendadak pias saat mengetahui siapa wanita yang berada di belakang sang papa saat ini.
"Nak?"
Ketiga anak itu menatap takut pada syakira yang kini tetap diam.
Bau harum dari tubuh pujaan hatinya sangat Syakir kenal dan sangat ia rindukan hingga saat ini.
__ADS_1
Ia melepaskan pelukannya dan berbalik.
Deg!
Deg!
Deg!
Serasa dihantam paluh godam kepala Syakir saat melihat raut wajah Syakira yang begitu menakutkan saat ini.
Dingin dan datar. Tenang dan tidak tersentuh. Syakir menelan salivanya.
Syakir ingin berbicara, tetapi lidahnya terasa kelu untk sekedar mengucap sepatah kata. Ruangan itu sunyi sepi dalam sekejab.
Plak.
Deg!
Syakir terkejut ketika sebuah map itu Syakira lemparkan dihadapan Syakir. Syakir terkejut. Begitupun dengan semua orang.
Wanita yang sedari kemarin bersama Syakir mendekatinya dan memegang erat lengan Syakir yang kini bergetar memegang map itu.
"Buka!"
Deg!
Jantung Syakir berdentam saat mendengar suara halus nan dingin Syakira. Ketiga anak itu mundur pelan-pelan sambil menggeleng melihat sang mama yang kini menatapnya dengan raut wajah yang sangat datar.
Mereka bertiga memeluk wanita yang kini berada bersama Syakir saat ini. Syakira tertawa keras melihat itu. Membuat Syakir yang baru saja membaca isi di dalam map itu dengan wajah pias dan juga tangan bergetar kini menoleh pada Syakira.
"Hebat sekali kamu Bang Syakir! Baru satu bulan kamu pulang, tpi kamu sudah bisa menguasai ketiga anakku ya? Sampai-sampai mereka ketakutan melihatku? Huh? Ilmu apa yang kamu berikan kepada ketiga anakku hingga sangat menurut padamu dan calon istri mu?!"
Deg!
Serasa lemas seluruh tubuh SYakir mendengar tuduhan Syakira untuknya.
"Kenapa diam? Ayo jawab? Tidak punya kata-kata lagi yang bisa kamu katakan padaku? Karena kamu sudah mendapatkan penggantiku begitu?? Woaahh.. Hebat kamu bang! Sangat hebat!"
__ADS_1
Pro, prok, prok!
Syakira menepuk tangannya seolah mengejek Syakir yang saat ini sedang menatapnya dengan wajah datarnya dan terkejutnya.
Syakira tersenyum sinis melihat lengan cintanya itu di peluk erat oleh orang lain.. Begitu juga dengan ketiga anaknya yang kini memeluk erat tubuh wanita itu.
"Ck. Mama kalian itu siapa sih? Wanita itu? Atau mama Syakira? Seberapa dekat kalian bertiga hingga saling berpelukan seperti itu?! Ck. Mama saja yang menunggu papa kalian hingga sepuluh tahun lamanya tidak mendapatkan pelukan hangat darinya. Malah rasa sakit yang mama dapatkan dari papa kalian!"
Deg!
"Dan kalian? Apa yang kalian lakukan disini? Bukankah malam ini kalian berjanji ingin menunggu mama membawa pulang oleh-oleh dari Padang?"
Ketiga anak itu semakin bergetar tubuhnya. Wanita itu menatap Syakira dengan tajam. "Kamu itu ibu nya! Tidak sepantasnya kamu berbicara seperti itu!"
Syakira terkekeh sinis. "Ya, saya memang ibunya selama sepuluh tahun terakhir ini. Dan kamu hanya orang asing yang baru saja datang ke dalam kehidupan ketiga anakkku dalam sekejab sudah bisa menyingkirkan diriku!"
Ddduuaarrr!
Syakir tersentak mendengarnya. Ia menggeleng.
"Kenapa memangnya jika saya bisa merebut hati ketiga anakmu? Tidak ada salahnya bukan? Toh, kamu kan akan segera bercerai dari Syakir?"
Deg!
"Apa?!" pekik Annisa dan Kinara bersamaan.
Wanita itu tersenyum sinis melihatnya. Syakira tetap menatap datar padanya dan Syakir.
"Ternyata penantianku selama sepuluh tahun ini hanya sampai disini ya bang? Ini kah tujuan mu menyuruhku untuk menunggu mu? Ingin menunjukkan seberapa kuasa nya kamu dihadapan semua orang? Denagn cara kamu merebut semua apa yang menjadi milikku? Termasuk ketiga anakku? Hiks.. Kejam kau Bang Syakir!"
Ddduuuar!
"Jika ku tahu inilah tujuan mu, maka aku tidak akan menunggu mu dan juga mengurus semua perusahan mu. Sia-sia hidup ku mengabdikan semuanya untukmu. Tetapi apa balasan mu? Kau tega membuat ku tersingkir dan malu dalam waktu yang bersamaan bang Syakir! Aku kecewa padamu! Sangat kecewa! Keputusan ku ingin menggugat cerai dirimu tidaklah salah. Ternyata perkiraan ku tepat adanya. Selamat bang. Kamu sudah berhasil meruntuhkan keyakinan ku selama ini dengan membuatku tersisihkan dari ketiga anakku. Selamat! Selamat bang! Aku pergi! Terimaksih atas semuanya! sampai bertemu di pengadilan agama satu minggu lagi!"
Ddduuaaarrr!!
Syakir tersentak untuk kesekian kalianya mendengar ucapan Syakira padanya. Begitu pun dengan semua orang yang ada disana.
__ADS_1
Mereka sangat shock mendengar pernyataan Syakira. Bukan Shock lagi.Bahkan sangat shock berat.