Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Lamaran


__ADS_3

Kinara terus saja menceritakan kejadian baru saja terjadi dirumah Syakira. Yang mana, Pak Rajis sangat shock melihat adik Syakir itu garanganya buakn main melebihi singa betina hingga membuat seluruh keluarganya itu kabur begitu saja karena takut dengan golok yang ada ditangan Kinara.


Semuanya tertawa saat Kinara dengan menggebu-gebu menceritakan kejadian yang baru saja terjadi itu.


Mereka semua masuk saat istri dari Pak Dekan kampus itu menuntun mereka untuk masuk. Semuanya masuk kerumah Syakira.


"Baiklah, acara kita mulai. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Pak Dekan membuka suara.


"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh!" sahut keluarga Syakir dengan kompak.


"Hehehe.. Kompak sekali ya ternyata?"


"Tentu dong Pak dekan! Jangan lupakan saya yang dulunya juga pernah menjadi mahasiswa disana!" celutuk Kinara dan disambut gelak tawa Pak dekan dan juga keluarga Syakir yang lainnya.


"Hem, saya tahu Nak Kinara! Kamu itu salah satu mahasiswa yang memiliki IPK tertinggi setelah saudara kembar kamu itu, Algiandra. Saya benar?"


Kinara dan seluruh keluarga mengangguk setuju. "Benar sekali pak dekan. Sebaiknya acara nya langsung saja kita mulai. Jangan dengarkan lagi apa kata adik saya ini." Potong Lana dengan cepat saat melihat Kinara yang mangap ingin bicara lagi.


Kinara manyun.


Semua yang melihatnya terkekeh, begitu pun dengan Pak dekan. "Ya sudah, saya sebagai Uwak Syakira. Saya lah yang akan mewakili keluarga untuk berbicara dengankalian semua. Yang ingin saya tanyakan, ada hal apakah gerangan keluarga Syakir, salah satu dosen tetap di kampus saya. Apakah ada sesuatu hingga sekeluarga berkunjung kemari?"


Lana tersenyum, "Benar sekali. Saya abang tertua pengganti alamarhum Ayah kami ingin menyampaikan idtikad baik untuk Syakira. Yang mana kami ingin meminang Syakira untuk menjadi istri dari Adik kami yang bernama sama seperti Syakira, Syakir Abbas Syahputra!"


Semua yang mendengar ucapan Lana tertawa. "Untuk masalah ini, lebih baik kita tanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Panggilkan Syakira kesini Buk," titah Pak Dekan pada sang istri.

__ADS_1


Beliau dengan segera bangkit dan menuju ke kamar dan ingin membawa Syakira keluar dari kamar nya.


Ia di dudukkan dihadapan semuanya. Syakira menunduk. Annisa dan Ira sampai tertegun melihat Syakira. Keduanya pun saling pandang dan tersenyum lebar.


Syakira hanya menggenakan baju biasa berwarna merah maroon dan juga hijab bunga berwarna hitam dan bermotif bunga warna maroon yang membuatnya semakin cantik saat dilihat.


Wajahnya yang memang sudah semakin cantik menambah kesan tersendiri untuknya.



Syakira sekilas melihat Annisa yang kini tersenyum padanya. Ia memberi kode untuk bergaya sedikit karena ingin mengirim fotonya itu pada Syakir yang saat ini sedang mengajar.


Syakira terkekeh kecil.


Cekrek.


Ting!


Ponsel Syakir berdenting saat tanda pesan masuk dari Annisa, ia melihatnya dan tersenyum manis saat icon pengirim itu kakak tersayangnya.


Ia segera membukanya.


Deg, deg, deg..


Jantung itu berdegub cepat saat melihat potret pujaan hati terpampang jelas dilayar ponselnya. Syakir tersenyum lagi bahkan sangat manis.

__ADS_1


Ting!


Kembali pesan masuk.


📩 Your love! 😍😍


Syakir terkekeh. Semua mahasiswa terkejut melihat kekehan Syakir. jarang-jarang Asdos yang sebenarnya Dosen itu tersenyum dan terkekeh seperti itu.


Ting!


📩 Sedang di proses! Sabar ya adekku sayang....😁😁


Syakir tertawa.


Sontak saja seluruh mahasiswa bersorak riang karena bisa melihat Syakir tertawa. Syakir yang terkejut, reflek saja kembali mengatupkan bibirnya hingga seluurh ruangan kelas itu mendadak hening kembali.


Syakir menatap tajam pada seluruh mahasiswanya. "Lanjutkan tugas kalian! Jangan pedulikan saya disini!" tegasnya dengan dingin hingga semua mahasiswa nya itu kembali serius.


Sementara disaa, Annisa cekikikan saat mendengar ucapan Syakir yang kini sedang berbicara dengan mahasiswanya.


Acara lamaran itu masih saja berlanjut dengan pertanyaan demi pertanyaan hingga guyonan pun disan terdengar jelas oleg Syakir.


Annisa senagja menlakukan sambungan video call sesui dengan janjinya. Dan ia pun bisa melihat jelas seluruh keluarga nay hadir disana.


Apalagi Kinara, adik kecil lain ibu dan ayah dengannay itu sangat pandai membuata susana menjadi hangat.

__ADS_1


Syakir sangat beruntung dengan hal itu.


__ADS_2