
Dua minggu berlalu.
Syakir yang baru pulang dari Jakarta pagi ini langsung saj ke kampus. Karena dekan kampus memanggilnya untuk segera datang.
Syakir masih dalam perjalanan menuju ke kampus saat dirinya melihat orang yang dulu pernah menganiaya Syakira sednag berjalan sambil tertawa bersama seorang gadis dan juga dua teman lelakinya.
Syakir menghela nafasnya saat melihat seseorang itu. Ia tetap melajukan mobil miliknya menuju ke kampus tempat ia mengajar selama ini.
Syakira sedang ke kampus hari ini, karena mata kuliahnya besok baru ada. Syakira tidak tahu dengan kepulangan Syakir.
Hari ini ia memiliki janji dengan Annisa dan Kinara untuk menuju tempat biasa nya Annisa dan Kinara datang kala mereka memiliki waktu luang.
Annisa dan Kinara sudah tiba di tempat tujuan. Sedangkan Syakira amsih dalam perjalanan. Karena jarak yang ia tempuh membutuhkan waktu sekitar dua jam lamanya dari rumahnya.
Ia berkendara dengan tenang. Mata sayu nya itu melihat kiri dan kanan untuk melihat jalanan sekitar yang ia lewati.
Ketika tiba di ujung jalan, ada sebuah motor melaju ke arahnya dengan kecepatan sedikit laju. Syakira yang masih melirik ke kiri dan kana dari balik helm tidak menyadari jika motor di depannya itu melaju sedikit kencang hingga..
Braakk..
"Astaghfirullah! Ya Allah!" Pekik Syakira karena terkejut
"Sssttt.. Aduh.." lirih seorang pemuda dan juga seoranggadis yang sedang dududk di belakang bersamanya.
Para warga sekitar yang berjalan di trotoar dan juga para pengendara lainnya sontak saja berhenti karena melihat ada kecelakaan disana.
Lelaki yang tadinya terjatuh itu sangat terkejut melihat gadis yang tergeletak tidak jauh darinya merupakan seseorang yang dulu pernah ia lukai tubuh dan batinnya.
Bibir itu tersenyum tipis kemudian menyeringai jahat. "Kamu tidak apa-apa adik sepupu??"
Deg!
Deg!
__ADS_1
Syakira yang mendengar suara seseorang yang dikenalanya itu tiba-tiba saja mematung di tempat.
Rasa sakit di mata kkainya tidak ia hiraukan karena suara yang begitu familiar itu.
Tubuh itu kembali bergetar hebat. Lelaki itu semakin menyeringai jahat.
"Kena kau! Akhirnya aku bertemu lagi dengan mu setelah sekian lama. Jika bukan akrena pemuda sialan itu, saat ini kamu pasti sudah menjadi milikku! Dan sebelum aku memilikimu, akau akan menyiksamu terlebih dahulu! Hahaha.." Batinnya menyeringai jahat.
Syakira yang sudah terpejam denga tubuh gemetar kembali ketakutan saat mendengar susra yang begitu di kenalanya.
Walau wajahnya tidak terlihat karena tertutup masker dan juga helm fullface nya, Syakira bisa mengetahui siapa pemuda itu.
Pemuda itu bangkit dan menuju ke Syakira yang kini semakin ketakutan.
"Jika suatu saat kamu bertemu dengannya, jangan takut Sya!
Lawan dia!
Bangun Sya!
Bangun!
Hubungi kami jika kamu membutuhkan bantuan!
Abang selalu bersama mu, Sya! Jangan takut. Kuatlah. buka matamu." Suara-suara di dalam pikirannya terus memaksanya untuk membuka matanya.
Terakhir suara orang yang sangat ia rindukan selama dua minggu ini.
Klep,
Klep.
Mata berbulu lentik nan sayu itu terbuka. Orang yang pertama kali Syakira lihat ialah..
__ADS_1
"Sayang! Sya! Kamu kenapa? Kok bisa tiduran di jalan begini? Mana yang sakit? Ayo bangun."katanya pada Syaklira yang kini menatapnya dengan bibir yang tersenyum manis padanya dari sebalik helm.
"Bang Kiki!!" serunya dengan segera duduk saat melihat Syakir mendatanginya.
Sementara lelaki yang sengaja menabrak Syakira itu terkejut melihat pemuda yang dulu pernah melukainya hingga luka parah. Sampai saat ini pusaka keramatnya itu tidak bisa menyemburkan bisa lagi saking kuatnya dulu tendangan Syakir di pusat tubuhnya.
Kaki itu mundur selangkah ke belakang saat rasa takut itu menyergap hatinya kala Syakir meliriknya dengan tatapan tajam dan dinginnya.
Sama seperti dulu.
Tubuh itu bergetar seketika. Ia sangat takut. Saking takutnya, ia sampai menabrak stir kemudi motornya yang terjatuh itu.
Tuk.
Kaki itu berhenti di tempat. Tubuhnya membeku saat Syakir mendatanginya dengan wajah dinginnya.
"Kamu salah jalan anak muda! Lihat tanda di ujung sana!" tunjuk Syakir pada tanda pengguna jalan.
Kedua orang itu menelan salivanya sulit. "Benar! Saya pun melihat kalau mereka sengaja memasuki jalan satu arah ini. Mereka berdua sengaja ingin menabraknya!" tunjuk salah satu warga yang melihat kejadian itu.
Tubuh keduanya bergetar hebat. Sadar jika keduanya kini sedang di kerumuni oleh banyak orang.
Keduanya semakin ketakutan saat melihat tatapan tajam dari Syakir. Pemuda yang dulu pernah menyakitinya hingga rasanya ia ingin mati saat itu juga.
Sementara Syakira berusaha melihat pemuda yang dulu pernah menganiaya dirinya. Ia bangkit dan memegang lengan Syakir.
Syakir yang sedang fokus menatap lelaki itu seketika menoleh pada Syakira yang kini tersenyum lembut padanya.
"Udah, Kedua kakak kita sedang menunggu disana. Lihat nih ponsel ku?" tunjuknya pada ponsel miliknya yang sedari tadi terus berbunyi.
Syakira tersenyum balik padanya. "Baiklah kita kesana. Tapi.. Apa kaki mu tidak sakit? barangkali memar kaki kamu?"
Syakira menggeleng sambil tersenyum. "Nggak. Cuma nyeri sedikit aja. Ayo! Biarkan warga sini yang menghukum mereka yang bersalah.. Jika dulunya ia bisa lolos. Tetapi tidak kali ini. Hukum memang buta. Tetapi kuasa Allah itu ada. Benar kan Bang?" tanya Syakira pada Syakir untuk mencari pembenaran.
__ADS_1