
Semua keluarga Syakir terpesona saat melihat Syakira memasuki ballroom dengan wajah ayu nya.
Wajah yang memang sudah ayu bertambah dengan polesan natural semakin terlihat cantik sekali. Syakir menarik ujung bibir itu hingga membentuk senyuman manis saat melihat pujaan hatinya yang sudah sah kini mendekati dirinya dengan senyuman manisnya.
Syakira tersenyum manis pada Syakir yang dibalas senyum manis juga olehnya.
Kinara yang melihat itu terharu. "Kebanyakan gula nggak sih Bang? Abang ku itu??" tanya Kinara pada Ali yang membuat pemuda dewasa itu menoleh padanya.
"Kenapa memangnya?" jawab Ali yang kini melihat Kinara terharu sekali pada pasangan pengantin itu.
"Yang kayak banyak gulanya hingga aku diebetes saking manisnya, ahayyy!" jawab Kinara lebay yang membuat Ali tertawa.
Kak Ira dan Annisa melirik kepada mereka berdua dengan sorot mata tajam. Kedua orang itu langsung saja kicep.
Tetapi tetap terkikik geli. Kinara menghela nafasnya saat merasakan perutnya yang tiba-tiba mulas lagi setelah tadi.
Ia menarik ujung bibirnya tersenyum pada seluruh keluarga nya sambil tangan halusnya mengusap perutnya yang membuncit itu.
"Masyaallah cantiknyaa.. Pantas saja pengantin prianya sibuk banget ingin ijab Qobul!" celutuk Pak penghulu saat melihat kedua pengantin itu saling melempar senyum.
Syakit terkekeh mendengar ucapan penghulu itu. Matanya melirik targetnya yang kini sedang melihatnya dengan tatapan sinisnya.
Syakir pun demikian.
"Pasangkan maharnya dan berikan kepada istri mu." Ucap Pak Penghulu
__ADS_1
Syakir mengangguk. Ia segera memasangkan maharnya dan memberikan mahar itu padanya. Setelahnya Syakir membaca doa di ubun-ubun Syakira dengan suara lirih tetapi bisa terdengar oleh semua orang.
"Bismiillahirrahmanirrahim, Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih.”
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya.
Syakira terharu sampai ia meneteskan air matanya.
Syakir mengecup kening Syakira agak lama. Semua momen itu tidak luput dari jepretan seorang fotografer suruhan Lana dan Annisa.
Ia akan mengabadikan semua yang menurutnya bagus dan menarik.
Setelahnya ia mengulurkan tangannya pada Syakira dan disambut dengan ciuman takzim di tangan raja di hatinya itu.
Selesai dengan akad nikah kini sesi meminta restu pada kedua orang tua mereka.
Kemudian dilanjutkan dengan resepsi keduanya yang akan digelar pukul sebelas hingga pukul sepuluh malam nanti.
Kini keduanya sedang di kamar untuk istirahat sejenak mengisi perut dan juga mereka harus berganti pakaian untuk acara resepsi keduanya.
Pukul sebelas siang kedua pengantin itu keluar dari pintu yang terbuka lebar yang menampilkan keduanya berjalan berdampingan hingga menuju pelaminan.
Semua yang melihat itu sangat takjub dengan paras ayu Syakira dan juga Syakir yang menurun dari ayah Emil.
Seperti kata Kinara dan Annisa dulu. Jika alamarhum Ppai Gilang mirip aktor Cina, maka Almarhum ayah Emil versi KW nya.
__ADS_1
Yang disambut gelak tawa semua para tamu saat Kinara mengatakan itu di depan semua tamu melalui pengeras suara.
Acara resepsi itu sudah berjalan. Semuanya ikut berbahagia dengan pernikahan keduanya. Mereka ikut senang jika Syakir sudah menikah.
Karena di usia Syakir yang sudah tidak muda lagi ia baru bisa menikah karena menunggu Syakira. Cinta pertamanya.
Dan ya. Cinta pertama itu kini menjadi istrinya. Mereka semua berbahagia dengan acara resepsi itu.
Puluhan tamu hingga ratusan tamu datang untuk memberikan ucapan selamat untuk sepasang pengantin yang baru tadi pagi itu mengucapkan ijab Qobul.
Begitu juga dengan seseorang yang kini duduk di paling sudut ruangan. Ia semakin terpesona dengan istri Syakir itu.
Ia menyeringai saat membayangkan jika malam ini akan menjadi malam indahnya bersama dengan Syakira, istri Syakir.
"Kamu yang menikahinya tetapi aku yang akan menjadi suaminya! Kamu yang melakukn ijab tetapi akau yang akan emnikamti malam pengantin kalian! Hahaha.." ucapanya tertawa lirih dengan mata menatap tajam pada panggung di depan sana.
Pada pengantin yang kini sednag tersenyum dan berbahagia.
"Berbahagialah Sya.. Setelah ini kamu akan menangis. Karena aku lah yang akan menggantikan Posisi Syakir, suami sialan kamu itu! Aku sudah tidak sabar untuk melakukannya dengan mu! Hemm.. Ssstt.. Si Soni kecil semakin tegang aja ini. Hem.. Aku sudah tidak sabar ingin menikmati mu Sya!" gumamnya sambil memegang senjata tempurnya yang sudah bangkit akibat fantasi liarnya itu dengan wajah menyeringai mesuum pada pada Syakira.
...****************...
Yuk mampir! Seru loh..
__ADS_1