
"Lepas!" sentak Syakira
"Nggak akan!" balas Syakir semakin erat memeluk tubuhnya
"Lepas Bang Kiki!!" pekiknya lagi semakin kuat meronta-ronta.
"Nggak akan Sya!!! Sekali Abang memilihmu, maka selamanya hanya kamu!!!"
Dddduuuuuaaaarrrr..
"Aaaaaaaaaaaa..." Syakira yang tersentak mendengar suara lengkingan Syakir di telinganya berteriak sekuat tenaga yang ia bisa.
"Lepas Bang Kiki! Aku tidak pantas untukmu! Aku kotor! Aku sudah ternoda! Tidak kah kamu tahu jika kehormatan yang sudah terenggut akan menjadi masalah dimasa akan datang di saat kita bertengkar? Huh? Lepas! Aku tidak bisa menikah dengan mu! Lebih baik aku hidup sendiri seumur hidupku, daripada ketika kamu marah dan tidak senang lagi pada ku kamu mengungkit kekurangan diriku. Yang bahwa aku sudah ternoda saat menikah denganmu! Lepas bang Kiki! Lepas!" sentak Syakira lagi yang membuat hati Syakir semakin menangis pilu.
"Ya Allah... Sayang.. Abang nggak akan seperti itu. Nggak ada sedikit dihati ini akan mengungkit tentang kehormatan mu. Abang sudah bilang berkali-kali padamu, Abang memilih seorang istri yang bisa menjadi tempat untuk abang bersandar dari keluh kesahku setipa hari. Aku memilih seorang istri yang bisa membuatku bahagia.. Dan itu hanya padamu. Bukan pada yang lain.. Abang memilihmu, karena Abang merasa bersalah telah melihat tubuh mu yang seharusnya tidak terlihat olehku! Abang ingin bertanggung jawab Sya! Bukan berarti Abang menikahimu karena rasa bersalah, tidak sama sekali! Abang menikahimu karena Abang jatuh cinta padamu pada pandangan pertama setelah kamu sadar dari trauma kamu."
"Kamu ingat bagaiman dulu kamu tidak ingin lepas dari Abang sampai kamu takut Abang pergi dan bilang bahwa suatu saat nanti kamu yang akan menjadi pendamping Abang? Kamu lupa Sya?" tanya Syakir pada Syakira yang kini melemah di dalam pelukan Syakir.
__ADS_1
Bruukk.
Keduanya jatuh terduduk di lantai dengan Syakira memeluk Syakir yang sebelah kiri dan tersedu disana.
Karena Syakir memeluknya dari belakang saat ini. "Haaaaa.. Aku tidak pantas untukmu bang Kiki.."
"Nggak sayang, kamu pantas untuk Abang. Kita berdua sama!"
Syakira menggeleng, "Lebih baik Abang cari yang lain saja dari pada memilihku yang hina dina ini.."
"Nggak sayang. Nggak akan! Sampai kapanpun Abang akan tetap bersamamu. Tenang ya? Abang sudah memiliki rencana untuk menjebak Abang sepupu mu itu. Untuk sekarang, kamu harus tenang dulu. Ayo, bangun." Titahnya pada Syakira yang membuat gadis ayu nan rapuh itu menurut.
Walau dengan terisak, ia tetap mengikuti Syakir yang menuntun nya untuk duduk disamping Ayah Rajis yang kini tersenyum sekaligus terisak melihat putri tunggalnya seperti itu.
Syakir.
Merupakan kelemahan Syakira saat ini. Ia tidak peduli dengan orang lain yang mengatai dirinya wanita sudah ternoda. Ia tidak peduli itu.
__ADS_1
Yang ia pikirkan saat itu ialah Syakir. Apa pikiran dan pendapat Syakir saat semua orang mengejeknya tidak pantas bersanding dengan dosen muda mereka itu.
Isu itu baru saja Syakira dapat siang ini saat semua tatapan menyorotnya denga tatapan benci, sinis dan jijik.
Beruntungnya Syakir tidak berada di tempat. Jika ada disana, entah apa yang akan terjadi. Syakira pun tidak tahu.
Yang Syakira tidak tahunya ialah semua orang sengaja menggunjingnya karena dosen mereka itu tidak masuk pagi ini. Makanya mereka bebas mengatakan bahkan menghina Syakira dengan perkataan yang sangat membuat Syakira tertekan hingga ia memilih tidak melanjutkan mata kuliahmya karena gunjingan para mahasiswa tentang dirinya yang tidak pantas bersanding dengan Syakir.
Dosen muda di kampus mereka saat ini. Entah darimana isu itu datang, Syakira pun tidak tahu. Yang jelas saat Syakira keluar dari kelasnya, semua orang sudah melihatnya dengan tatapan yang sangat sinis.
Mengejek dan penuh dengan penghinaan tentang dirinya.
Syakira yang tidak tahan memilih bolos untuk tidak mengikuti pelajaran selanjutnya karena dirinya yang sangat tertekan dengan teror dari pelaku penganiayaan ditambah lagi dengan ucapan-ucapan yang begitu menyudutkannya hingga membuat mentalnya down seketika.
...****************...
__ADS_1