
...Kehormatan seorang wanita yang berhubung dengan mahkota yang selalu dijaganya kenapa harus menjadi masalah dalam pernikahan?...
...Apakah hanya kehormatan yang menjadi tolak ukur di dalam pernikahan. Siapa yang mau kehilangan mahkota dengan cara terpaksa?...
...Tidak ada wanita yang menginginkannya. Walau bukan keinginan seorang wanita untuk kehilangan sebuah mahkota yang selama ini dijaga nya dengan baik....
...SyoraMel...
"Kenapa ini bisa terjadi Paman? Kenapa? Setahu ku, kalau kalian kan tidak pernah memiliki musuh? Lantas kenapa Syakira sampai terenggut kehormatannya!" tanya Bunda Zizi yang membuat Syakira mendongakkan kepalanya menatap Bunda Zizi.
Ayah Rajis menghela nafasnya. "Semua itu karena keluragku sendiri. Keluarga yang baru saja kamu lihat dan dilaporkan oleh Syakira ke polisi. Kejadian ini sudah lama sekali. Saat syakira berumur dua belas tahun."
Deg!
Deg!
Syakir terkejut. Syakira memejamkan kedua matanya saat bayangan kelam itu menghampiri diinya lagi.
Sesuatu yang sudah lama tidak ingin dilihatnya kini kembali terlihat di ingatan nya. Tubuh Syakira bergetar hebat.
Keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya saat dalam pikirannya dan mata tertutup terlihat bayangan kelam saat dirinya dinodai secara paksa di hadapan sang mama yang hampir meregang nyawanya karena menyelamatkannya.
__ADS_1
"Tidaaaakkkkk!!! Aaaaaa.. Jangan!! Jangn sentuh aku!! Pergi!!! Tidaaakkk... Sakiiittt.. Mamaaaaa....."
Ddduuaaarrr...
Tersentak semua orang mendengarnya. Reflek saja Syakir melompat ke arahnya yang berjarak satu meter dari tempatnya duduk dan memeluk Syakira dengan erat.
"Hiks.. Sakiiittt.. Lepas!!!! Ayah!! Mamaaaa!!! Sakiiiitttt...."
Deg!
Deg!
Lagi, Syakira meraung sekuat tenaga saat bayangan kelam itu menghampiri pikirannya. Syakir semakin erat memeluknya.
Deg, deg, deg..
Jantung Syakir dan Syakira berdetak tidak karuan. Sesaat ruangan itu hening. Syakira sangat merasa nyaman dan aman di dalam pelukan itu.
Wajahnya tepat berada di dada Syakir. Ia sangat jelas mendengar detak jantung yang semakin kencang seiring dengan tubuhnya bergetar karena ketakutan.
Ketiga orang itu tertegun melihatnya. Paman rajis yang lebih terkejut. Karena pada saat kejadian nahas itu adaseorang pemuda yang entah siapa dan darimana sudah menolong Syakira dan menolongnya dengan cara ia mandikan seluruh tubuh itu hingga bersih.
__ADS_1
Mata itu membulat sempurna saat mengenang sesutu. "Ja-jadi ka-kamu.. Ka-kamu.. Kiki?? Kiki pemuda penyelamat Syalira ku??"
Deg!
Deg!
Syakir semakin erat memeluk tubuh Syakira. Tubuh Syakira terpaku karena mendengar ucapan sang ayah kepada Syakir.
Spontan saja Syakira mendongakkan wajnya dan melihat Syakir yang kini ikut terpejam matnya tetapi buliran bening itu menetes menimpa wajah halus Syakira.
"Bang Kiki? Kamu Bang Kiki? Bang KIki ku?? Kiki alias Syakir Abbas syahputra???"
"Hah?" ketiga paruh baya itu melongo
Sedangkan Syaklir semakin mengeratkan tangannya di tubuh Syakira. Masi teringat jelas olenhya gadis kecil berusia dua belas tahun itu sedang di aniaya oleh orang-orang biada itu.
Syakir mengeratkan rahangnya. Syakira tau itu. Ia lantas tersenyum dan tertawa.
"Hahaha.. Bang Kiki. Hiks.. Bang Kiki ku! Jadi.. Kamu??" ucapan itu terhenti saat merasakan kecupan hangat didahinya.
Kecupan hangat hingga merasuk ke hati. Mata itu terpejam erat saat merasakan aliran darahnya seperti tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.
__ADS_1
Sama seperti delapan tahun yang lalu. Kecupan yang sama dari orang yang sama.
Kiki alias Syakir. Sang penyelamat Syakira dari kejadian nahas itu.