Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Kerumah Syakira Untuk Bertemu Ayah Rajis


__ADS_3

Ke esokan Paginya.


"Abang pamit Mak mau kerumah Ayah Rajis dulu mumpung Syakira sudah berangkat dana kan pulang sore hari ini. Ayah baru saja menghubungi Abang." Ucap Syakir pada Bunda Zizi


"Pergilah. Pastikan segala sesuatunya. Jika memang menyangkut dengan lelaki itu, sesuai dengan yang kita rencanakan tadi malam, sebelum pernikahan kamu kita harus menangkapnya lebih dulu."


Syakir mengangguk, "Tentu Mak. Assalamu'alaikum. Astaghfirullahh Artaaaa!!!!!"


Bruuukk..


"Aduuhhh.. Kok di dorong sih sayang? Sakit ini. Usapin ih!" ucapnya manja pada Risma.


Bunda Zizi tertawa. Syakir semakin geram dengan adik keduanya itu. "Bermesraan nggak tahu tempat! Dasar kang modus!" ketus Syakir sembari memasuki mobilnya dan meninggalkan Arta dan Bunda Zizi yang saling tertawa.


"Iri? Bilang Bos! Maka nya cepat halalkan kakak ipar. Biar kamu bisa bermesraan dengannya!" ledek Arta pada Syakir yang membuat pemuda berusia dua puluh delapan tahun itu mendengus tak suka pada adik keduanya itu.


"Kalau ada Bella, sudah habis kamu di pukuli. Masih beruntung Abang, Dek!"katanya yang membuat mulut Arta terkatup seketika.


Risma yang tidak sengaja mendengarnya tertawa lepas. Yang membuat Syakir terkekeh-kekeh. "Beneran kan Dek? Masih ingat tidak? Bagaimana Bella menghajar kamu karena bermesraan di depannya sementara suaminya sedang bertugas di Singapura??" balas Syakir yang membuat Arta tidak bisa berkutik lagi.

__ADS_1


Bunda Zizi tertawa melihat kedua anak dan mantunya itu. "Sudahlah Bang. Hari semakin siang. Sebaiknya kamu cepat kesana. Sebelum Syakira kembali,"


"Iya Mak." sahut Syakir dengan segera melajukan mobilnya menuju rumah Syakira yang berjarak lumayan jauh dari tempat tinggalnya.


Tetapi demi Syakira, ia rela. Bahkan sangat rela. Setelah menikah, mereka akan pulang kerumah Bunda Zizi.


Karena hanya Syakir yang akan menemani Bunda Zizi. Arta dan Bella sudah memiliki rumah mereka masing-masing.


Arta memiliki rumah dekat dengan Kak Annisa. Beda komplek saja. Sedang Bella saat ini di Jakarta ikut Kenan yang menjabat sebagai wakil direktur yang di pegang Dimas saat ini.


Mengingat Dimas, Syakir hanya bisa berdoa. Hubungannya dan adik Kenan yaitu Kezia masih dingin dan kaku akibat kesalahan yang Dimas perbuat.


Satu jam lebih Syakir berkendara kini ia sudah tiba dirumah Syakira. Dimana Ayah Rajis sudah menunggunya sedari tadi.


Ia turun dari mobil sudah disambut oleh Ayah Rajis yang tersenyum teduh padanya.


"Assalamu'alaikum Yah? Maaf terlambat dari waktu yang aku tentukan. Ada kendala sedikit tadi di jalan," katanya pada Ayah Rajis sambil mengulurkan tangan untuk menyalimi lelaki paruh baya itu.


"Wa'alaikuma salam, ayo masuk. Tidak apa-apa. Ayah pun baru saja selesai jalan-jalan di sekitar taman belakang rumah. Sehat nak? Sudah selesai pekerjaan kamu di Jakarta?" tanya Ayah Rajis sambil berjalan menuju ke dalam rumah nya di ikuti Syakir yang menuntun pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat, yah. Pekerjaan ku di Jakarta sudah selesai. Palingan bulan depan lagi baru balik." jawab Syakir sembari menghempaskan tubuh lelahnya karena berkendara lumayan lama.


Ayah Rajis tersenyum. "Di minum dulu. Sebelum kamu datang, ayah sudah menyuruh Syakira untuk menyiapkan minuman dingin dan juga makanan ini. Kita makan siang dulu ya? Setelahnya kita sholat, baru kita bicarakan hal ini. Ayah memang ingin mengatakan semuanya kepadamu. Tetapi Syakira melarang. Ayah tidak bisa diam saja Nak. Melihat putri ayah di teror dengan pesan beruntun. Mulai dari perkataan tidak senonoh untuk Syakira. Belum lagi ancaman. Dan juga Syakira sampai stress memikirkan hal ini."


"Sepulang kamu dari mengantarnya kesini, Syakira mengamuk dan menghamburkan semua isi kamarnya. Sama seperti kejadian beberap tahun silam. Lelaki itu sengaja muncul lagi agar membuat Syakira depresi kembali. Dan juga.. Ia ingin melakukan hal laknat itu lagi kepada Syakira yang membuat Syakira tidak berhenti untuk mengamuk karena dirinya tertekan lantaran teror beruntun itu."


Deg!


Deg!


"Teror Yah?"


"Ya, teror! Lelaki jahannam itu kembali meneror Syakira melalui pesan-pesan yang ia kirimkan dengan nomor yang tidak di kenal.


"Astaghfirullahal'adhim.." Lirih Syakir dengan dada yang kembali sesak setelah kemarin ia merasakannya.


Ternyata, inilah sebabnya Syakira bertingkah aneh padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1



__ADS_2