Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Target


__ADS_3

Syakir bisa bernafas lega karena sudah menikahi Syakira secara sah agama dan hukum. Ia kini bisa tersenyum dengan puas, karena rencananya ingin menjebak seseorang akan segera terwujud.


Walau Syakira yang harus ia korbankan, tidak jadi masalah. Toh, nantinya juga Syakir juga yang akan memiliki nya.


Ia tersenyum saat kedua matanya tak sengaja menatap ke pintu ruangan ballroom itu. Syakir menyeringai saat melihat orang yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga.


"Target sudah tiba!" ucap Syakir yang diangguki oleh semua saudaranya.


"Oke! Kita bergerak! Berpencar!" jawab Lana melalui earphoe yang tersambung kepada semua saudaranya.


Lima orang itu masuk dengan angkuhnya. Annisa yang melihat orang itu berdecih. "Cih! Masih berani juga dia menunjukkan wajahnya setelah dulu dirumah sakit mencari masalah dan juga dirumah Bunda saat acara ulang tahun Bella?"


Kak Ira menghela nafasnya. "jangan di ingat itu Dek! Jika di ingat yang ada akan menambah kotor hati kita!"


"Betul itu!" timpal Arta dengan mengangguk setuju.


Risma mencubit pinggangnya. "Ishh.. Apan sih Yang? Kok di cubit sih?? Haisshh.. mana perih lagi! Kakak! Tegur nih saudara ipar kamu?!" ketus Arta sambil berlalu dan di tertawakan oleh semua orang yang ada disana yang melihat tingkah Arta.

__ADS_1


"Fokus pada tujuan, kakak. Sudah waktunya untuk kita beraksi!" Imbuh Syakir dengan lirih tetapi bisa di dengar oleh semua saudaranya.


Sementara Kinara, nafasnya kembang kempis saat melihat seseorang yang dulu pernah ia arahkan golok yang berlumuran darah pada saat melamar Syakira dulunya.


"Kalau bukan acara ini acara Abang ku, sudah ku tonjok dan ku bekukan itu tulang karena telah berani membuat ulah dulunya saat dirumah kakak ipar!" ketus Kinara begitu geram dengan salah satu keluarga ayah Rajis itu.


Ali, Lana dan Annisa terkekeh. Kak Ira hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik bungsunya itu.


Walau sednag hamil tua yang sudah waktunya untuk Kinara melahirkan, tetap saja wanita cantik istri Ali itu masih saja sanggup ingin membekukan orang.


Ia mengusap berualng kali pada perutnya yang tiba-tiba saja Kram. Mendadak wajah itu berubah menjadi datar tanpa ekspresi.


Kinara menoleh padanya dengan memelas, "Bilangin sama anak Abang! Jnagan sekarang! Mana adek belum lagi makan daging! Minum es puding buatan Kak Ira! Beluam lagi foto-foto???" omel Kinara pada Ali yang disambut kekehan oleh Ali.


"iya, iya.. Sayangnay Ppai.. Jangan sekarang ya nak? Tunggu sampai pesta uwak mu selesai dan target kita ringkus! Baru kamu boleh keluar! Bisa kan ya?" bisisk Ali pada perut Kinara yang tiba-tiba mengendur seketika.


Kinara menghela nafasnya. Ia tersenyum paksa pada Ali. "Sudah! Terimaksih Papi.."

__ADS_1


Ali tersenyum, " Sama-sama sayang.." jawabnya yang membaut semua saudara terkekeh.


"mana bisa orang mau lahiran di tahan sih?!" ketsu Arta yang saat ini berada di belakang Kinara dan Ali.


Kinara menoleh dengan wajah kesal. "Siapa bilang nggak bisa?! Ini buktinya aman kok." Kata Kinara yang dibalas cebikan bibir oleh Arta.


Ali terkekeh lagi. "Udah ah! Risma! Jaga Kinara. Abang mau kesana ya? Kamu juga Dek!" kata Ali pada Arta yang membuat pemuda tampan mirip Bunda Zizi itu melengos ke arah lain dan dihadiahi cubitan maut ala Risma yang lagi dan lagi membuat seluruh saudara nya tertawa melihat kelakuan kedua orang itu.


Mereka kembali fokus untuk pada Target yang kini sudah bergabung dengan keluarga lainnya. Tetapi matanya itu terus mencari seseorang yang saat ini sangat ingin ia lihat.


Ia sedang mencari targetnya juga. Target yang akan ia habisi malam ini di hotel ataupun dirumah Syakira nantinya.


Ia menyeringai saat melihat Syakira keluar dengan gamis putih bersih dan mahkota Tiara di kepalanya.


"Targetku ternyata sangat cantik! Tidak salah jika dulu ingin memilikinya seutuhnya. Tetapi karena si brengsek Syakir itu, semua usahaku gagal! Dan malam ini?? Aku tidak boleh gagal! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini!" Imbuhnya dengan seringai yang sangat menakutkan terlihat dimata Annisa dan Kak Ira.


Sedang Kinara, ingin sekali membekukan seluruh tubuh pemuda sialan itu.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2