
Syakira melangkah pergi dengan hati yang luka. Ia pikir Syakir akan mengejarnya. Tapi apa? Syakir sama sekali tidak mengejarnya. Ia berdiri di sudut ruangan lain melihat keruangan dimana suaminya sedang di kerumuni oleh keluarga nya melihat Syakir yang kini berdiri seperti patung.
"Ck. Hentikan sandiwara mu Syakir! Sudah aku katakan padamu. Lupakan wanita itu. Menikahlah dneganku. Aku bisa mengurus mu dan juga ketiga anakmu. Tapi apa? Kamu tetap ngeyel kan? Lihat saat ini. Benar bukan dugaan ku?" katanya yang membuat Annisa meradang mendengarnya.
Plak.
Palk.
Plak.
"Kau...!"
"Apa! Kau tidak suka? Lebih baik kau diam1 jangan jadi pengacau di acara adikku. Dengar kakak Syakir!"
Deg!
Syakir menoleh pada Annisa yang kini memegang kedua pipinya. "Kejar istrimu. Wanita disamping mu bukan wanita yang baik. Lihat kan seperti apa kejadinnya? Kejutan yang seharusnya berbuah manis malah kini menjadi bumerang untukmu. Sudah kakak ingatkan. Wanita ini akan merusak semua rencana mu. Dan terbukti bukan? Syakira menjadi salah paham padamu! Kamu sadar tidak, jika ulat bulu ini memang sengaja menghancurkan hubunganmu dan istrimu? Kakak rasa.. Wanita inilah musuhmu yang sebenarnya! Dia pelaku yang selama ini meneror dirimu karena dia mengincar mu dan harta mu!" ucap Annisa sembari melirik wanita yang kini disamping Syakir terkesiap.
Grep!
Dengan cepat Kinara memegang wanita itu karena ingin berlari dari ruangan itu karena sudah ketahuan.
Syakira yang melihat pemandangan itu segera berlalu dari sana. Si kembar yang melihat Syakira bersembunyi segera mengejar nya.
"Maama!! Tungguuu!!! Mamaa!!!" teriak ketiga anak itu samil berlari mengejar Syakira yang kini sudah berlalu meninggalkan ruangan itu dengan perasaan terluka.
Syakir terkejut melihat ketiga anaknya berlarian keluar ruangan. Ia pun ikut berlarianmengejar si kembar.
Annisa memegang erat lengan wanita itu. Ia melihat Kinara. Sedang Kinara mengangguk.
Tak.
Tak.
Bruuk..
"Satu masalah selesai! Kini tinggal membujuk Syakira saja. Ck. Dasar wanita ular! Bisa-bisanya Syakir tertipu oleh gadis ini! Dasar gadis licik!" Annisa terus mengomel menuju luar ruangan.
Sedang Kinara bertugas menenangkan para tamu yang kini saling berbisik-bisik riuh.
Sementara diluar sana, Syakira terus berjalan kemana hati dan pikirannya melayang. Pangilan ketiga anaknya tidak ia dengarkan.
__ADS_1
Kaki itu terus melangkah menuju ke arah taman. Dimana taman itu begitu sunyi dan dsangat gelap.
Tapi Syakira tetap menuju kesana. Ia mencari kursi di ujung taman untuk ia duduki. Tiba disana, Syakira mendudukkan dirinya disana.
Ia menatap kosong pada taman yang gelap gulita itu. Ia terisak seorang diri disana. Syakir menghela nafasnya saat melihat Syakira tersedu disana seorang diri di taman yang sangat gelap.
Annisa dan si kembar berdiri tidak jauh dari mereka saat ini. Ia segera menghubungi seluruh keluarganya di hotel sana untuk segera ke taman.
"Wak?" panggil si kembar.
Annisa mengangguk. "Ayo, sudah waktunya membuat kejutan untuk papa dan mama kalian!" jawab Annisa dengan segera menuntun tiga bocah kembar itu ke tempat yang sudah di tentukan.
Sedangkan Syakir kini sudah berdiri dihadapan Syakira. Ia berlutut disana.
"Sya.."
Deg!
Syakira terkejut. Syakir bisa merasakan itu. Ia segera memegang kedua tangan Syakira. Syakira tidak menolaknya.
"Kenapa? Hiks.. Kenapa Bang? Apakah hanya sapai disitu saja rasa cinta Abang untukku? Hanya sedangkal itukah rasa cinta Abang untukku?" tanya Syakira yang membuat Syakir menggelengkan kepalanya di pangkuan Syakira.
"Nggak sayang.. Abang sangat, sangat mencintaimu."
"Nggak sayangku, cintaku, istriku, pujaan hatiku! Kamu satu-satunya tidak ada yang lain lagi!"
"Nggak! Abang bohong! Terus? Siapa wanita bersama mu sebulan ini?"
Syakir menghela nafas panjang. "Panjang ceritanya. Yang jelas, Abang salah menilainya. Abang pikir dia tulus ingin membantu Abang. Nggak tahunya dia sengaja ingin menghancurkan hubungan kita. Menyesal Abang pernah mengenalnya!"
Syakira terkekeh, "karena sudah ketahuan baru Abang menyesal? Kemana Abang selama sebulan ini? Lupa atau pikun Abang? Heh! Pembohong!" ketu Syakira berubah menjadi jutek seketika.
Syakir tersenyum, inilah yang ia inginkan,. Syakira cemburu. Sangat terlihat jelas saat ini.
Syakir duduk disamping Syakira dan memeluk erat tubuh yang selama ini sangat ia rindukan. Syakira tidak menolaknya.
Ia tidak munafik. Karena dirinya pun begitu merindukan dekapan hangat sang suami. Ia terisak. Dari isakan berubah menjadi tersedu.
Syakira memeluknya dengan erat. Ia pun ikut menangis sambil mengelus lembut tubuh Syakira.
"Hiks.. Abang jahat!"
__ADS_1
"Ya, Abang jahat. Abang minta maaf sayang,"
"Abang pembohong!"
"Nggak!. Nggak sayang. Abang nggak bohongi kamu! Cinta ini masih utuh untukmu. Walau kita berpisah hingga sepuluh tahun lamanya, Abang tetap mencintaimu. Bahkan semakin mencintaimu Sya.. sangat mencintaimu.." lirih Syakir semakin mengeratkan pelukannya di tubuh sang istri yang selama ini sangat ia rindukan.
Syakir mengurai pelukannya dan menatap wajah Syakira dengan dalam. Ia tersenyum. Syakir memajukan wajahnya dan mengecup kening Syakira dengan sayang.
Turun ke mata, hidung, pipi dan terakhir putik ranum Syakira yang sangat ia rindukan sema sepuluh tahun ini.
Syakir mengecup dan memaguut lembut putik ranum itu hingga membuat Syakira ikut membalasnya.
Cukup lama keduanya dalam keadaan melepaskan rindu hingga..
Bruukk.
"Aduh! Abang ih! Sakit kaki adek!"
"Yeee.. Kamu tuh yang injak kaki Abang, Dek! Gimana sih?"
"Isshh.. Kan jadi gagal nih kejutan nya? Eh? Astaghfirullah!!"
Kedua orang dewasa yang sedang saling melepas rindu itu melepaskan pagutannya dan melihat dimana ketiga anaknya sedang tiduran di rumput taman tepat di sebelah kiri mereka.
"Kalian ngapain?"
ketiga anak itu nyengir seketika.
"Ehehehe.. Nngak ngapa-ngapain kok. Iya kan Dek?"
"Hooh!"
"Bohong! Kami sedang membuat kejutan untuk papa sama Mama tapi Abang menggagalkan nya dengan cara menginjak baju adek!"
"Hah?"
Annisa dan Kinara tepuk jidat bersamaan. "Hadeeuuuh.. Dasar bocah!"
Syakira dan Syakir saling pandang kemudian melihat ketiga naknyayang kini sedang berusaha bangkit dan saling mendorong satu sama lain. Setelahnya mereka berlari kencang meninggalkan kedua orang tua merka yang kini melono melihat ketiganya.
"Kaburrrrr!!!"
__ADS_1
Buahahahaha...