Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Berubah dalam sekejab


__ADS_3

"Benar! Jika hukum dunia itu buta, maka hukum Allah itu nyata adanya. Kami serahkan kepada kalian semua. Tuangan saya tidak apa-apa. Permisi!" Ucap Syakir kepada semua warga yang sedang berada dan segera berlalu meninggalkan seseorang itu dengan tangan terkepal erat.


Begitu pun dengan Syakira. Tangan itu terkepal erat saat merasakan ponselnya yang terus berdering. Ia menoleh ke belakang dimana seseorang itu sedang memegang ponsel miliknya.


Ia menyeringai saat melihat Syakira menoleh padanya lagi.


Syakira yang semakin tidak tahan dengan orang itu, segera berjalan lebih dulu mendahului Syakir yang kini tertegun karena sikap Syakira yang tiba-tiba saja berubah.


Ia memasuki mobil Syakir dengan sengaja membanting pintu dengan sangat kuat hingga terdengar suara yang lumayan ribut.


Syakir terlonjak kaget melihat itu. Ia hanya bisa menghela nafasnya.


Syakir semakin keheranan melihatnya. Ia masuk dengan perlahan dan melihat Syakira yang kini semakin dingin saja wajahnya setelah kejadian tabrakan tadi.


"Sya?"


Syakira diam.


Syakir menatap dalam padanya. "Sya? Kamu kenapa? Kaki kamu sakit? Apa.. Abang ada salah sama kamu??1" tanya Syakir yang kini semakin aneh dengan perubahan yang ada pada diri Syakira.


Baru saja tadi ia sangat manis dan tersenyum lembut padanya, kenapa saat ini bisa berubah secepat mungkin. Ada yang salah? Pikirnya.


"Sya-,"


"Jalan Bang! Kedua kakak mu sedang menunggu kita saat ini." potong Syakira cepat yang semakin membuat Syakir kebingungan dengan tingkah Syakira yang mendadak berubah menjadi dingin padanya.

__ADS_1


Sama seperti dulu. Saat pertama kali mereka bertemu. Lagi, Syakir menatap dalam pada nya. Ia sengaja memiringkan tubuhnya sedikit untuk melihat wajah Syakira yang saat ini semakin tidak enak dipandang.


"Syakira Fadillah Siregar!"


Deg!


Ia memejamkan kedua matanya.


"Apakah Abang ada salah sama kamu? Hingga kamu mendadak berubah menjadi dingin seperti ini? Apa Abang ada salah sama kamu?" tanya Syakir padanya yang membuat wanitanya itu beralih menatapnya dengan tatapan yang begitu menusuk relung hatinya.


"Jalan? Atau pilih aku jalan sendiri?!"


Deg!


"Sya..."


Ddduuaaarrrr..


Syakir tersentak mendengar sentakan dari Syakira untuknya. Syakir mengepalkan kedua tangannya dan segera berbalik membawa mobil itu dengan arah yang berbeda.


Syakira diam saja. Saat ini hatinya sedang gamang. Tidak ingin diganggu siapa pun termasuk calon suaminya.


Mobil itu terus melaju melewati tempat yang akan ia tuju dan kembali memutar saat di ujung sana ada sebuah tugu untuk jalan berputar kembali.


Syakir melajukan mobil itu menuju kerumahnya. Butuh waktu dua jam lebih untuk tiba di kediaman Syakira dari tempat yang dituju.

__ADS_1


Saat tiba dirumahnya, Syakira langsung saja turun tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Syakir yang membuat Syakir semakin merasakan sakit dengan perubahan yang ada pada dirinya.


Karena melihat rumahnya sepi dan tidak seharusnya Syakir berhenti, ia segera melajukan mobilnya untuk pulang kerumahnya.


Tubuh dan hati tidak sejalan saat ini.


Syakir tiba dirumahnya saat sudah sore. Kedua saudaranya pun sudah ada disana dan menunggunya karena tadi ia sempat menghubungi mereka.


Dan mengatakan jika Syakira mengalami kecelakaan. Sedang motornya, ia titipkan pada salah satu warga disana yang memiliki bengkel.


Besok, ia akan menyuruh orang untuk mengambil motor Syakira.


Turun dari mobil dengan langkah gontai. Ia menemui kedua saudaranya yang melihatnya dengan tatapan bingung dan juga cemas.


"Asslamualaikum, Kak." Ucapnya begitu lesu.


Annisa dan Kinara daling pandang. "Waalaikum salam." jawab keduanya.


"Abang kenapa?" tanya Kinara pada Syakir yang kini menatap kosong ke arah pohon jambu *** yang berbuah lebat di depan rumahnya.


...****************...


Yuk mampir! Othor bawa cerita baru lagi nih unyuk kalian!


__ADS_1


Noh, cus kepoin!


__ADS_2