Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Menyusun rencana


__ADS_3

Syakir duduk dihadapan Syakira dan Ayah Rajis yang saling berpelukan dan menangis saat ini.


"Sabar Sya.. Abang udah punya jalan keluar dari masalah kamu itu. Tetapi kamu yang harus melakukannya. Bisa?" tanya Syakir pada Syakira yang kini mengurai pelukannya dari Ayah Rajis dan menoleh padanya.


"Apa rencana mu, Nak?" tanya Ayah Rajis pada Syakir.


Ia ingin tahu, rencana apa yang akan dibuat Syakir untuk keponakannya itu.


Syakir tersenyum lembut pada keduanya. "Kita akan menjebaknya disaat hari pernikahan kami!"


Deg!


Deg!


"Maksudnya? Hiks.." tanya Syakira masih dengan terisak.


Syakir tersenyum lagi, senyum yang semakin membuat hati Syakira bergetar. "Kita harus menjebabknya untuk menemui mu dan mengakui semua kejahatannya. Kejahatannya tentang pembunuhan Almarhumah mama Dinta dan juga tentang penganiayaan itu. Kamu harus pura-pura lemah dihadapannya. Kita berdua pun demikian ayah. Agar rencana ini berjalan mulus, aku akan mengatakan hal ini kepada semua saudaraku agar mereka membantu kita nantinya. Untuk sementara, kamu tenang saja dulu. Jangan pikirkan tentangnya."

__ADS_1


"Biarkan saja dia meneror kamu. Kumpulkan semua bukti teror itu dan juga bukti yang lainnya. Setelah semua bukti terkumpul, maka akan kita serahkan kepada polisi. Ya?" Jelas Syakir yang membuat Ayah Rajis tersenyum sambil mengangguk setuju.


"Ayah setuju. Katakan pada kami seperti apa rencana kamu itu. Karena ayah yakin Soni pasti akan kembali lagi setelah ini untuk mengganggu Syakira." Ucap Ayah Rajis yang diangguki oleh Syakir tetapi tidak dengan Syakira.


Melihat dan mengingat lelaki itu saja sudah membuat tubuhnya bergetar. Lalu bagaimana ceritanya jika dirinya yang dijadikan tumbal untuk mendapat bukti-bukti itu?


Syakira merinding sendiri memikirkannya. Syakir yang tahu segera menenangkan Syakira yang terlihat bingung dan gelisah karena rencana Syakir ini.


"Tenanglah Sya. Semua ini sudah Abang pikirkan. Ini harus kita lakukan. Karena Soni sudah kelewatan dalam membuat masalah. Bukankah hari ini kamu juga di teror di kampus? Hingga mahasiswa disana mencemooh dirimu yang sudah ternoda??"


Deg!


Deg!


Syakir membuka ponselnya dan terlihat video rekaman berdurasi dua puluh menit yang di kirim Aldo padanya baru saja.


Syakira mematung di tempat. Syakir tersenyum, "Tenanglah Sya. Semua ini bisa Abang atasi. Kamu cukup dengarkan dan patuhi apa yang akan Abang katakan padamu. Ya?"

__ADS_1


Syakira menatap dalam pada mata Syakir yang kini menatapnya dengan lembut. "Semua ini harus kita lakukan. Kita akan menikah Sya. Kita butuh ketenangan di dalam rumah tangga kita. Jika Soni tiba-tiba datang disaat abang ke kampus, apa kamu bisa menghadapinya? Belum lagi kamu ketika berhadapan dengannya kamu sudah gemetar? Soni lelaki berbahaya. Lebih baik kita memenjarakannya dengan kasus yang berat. Tentang ucapan gunjingan di kampus tadi, Aldo sudah mendapatkan dalangnya. Tenanglah Sya. Yang penting kamu ikuti saja apa yang akan Abang katakan padamu. Ya?" katanya lagi pada Syakira yang kini mulai mengangguk walau terlihat ragu.


Syakir segera menghubungi Lana dan Ali serta Kinara. Annisa dan juga Ira. Termasuk Arta, Bella dan Kenan. Ia melakukan panggilan video setelah mengirim video dari Aldo kepada mereka semua.


Tidak perlu lama, kini semua saudaranya sudah terhubung melalui ponsel Syakir yang dihubungkan Syakira melalaui televisi LCD di rumahnya.


Syakir segera mengatakan maksud dan tujuanya kepada semua saudaranya yang membuat mereka begitu shock.


Apalagi Syakira yang dijadikan tumbal sempat mengamuk dan tidak mau. Tetapi Syakir bisa meyakinkannya bahwa semua itu akan baik-baik saja.


Karena ia dan juga seluruh saudaranya akan bekerja sama untuk menolong Syakir dalam menangkap pelaku pembunuhan dan juga penganiayaan terhadap Syakira sepuluh tahun yang lalu.


Dulu, Soni bisa bebas. Tetapi tidak kali ini. Dibalik acara pernikahan mewah yang akan Syakir gelar ada terselip misi terselubung yang hanya semua saudaranya yang tahu.


Misi itu akan berjalan seminggu dari sekarang. Karena seminggu dari sekarang, mereka akan melakukan acara pernikahan. Waktunya sedikit di percepat. Tetapi pernikahan itu tetap akan terjadi pada waktu dan tanggal yang sudah di tentukan.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2