Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Permintaan Ayah Rajis


__ADS_3

Ayah Rajis terus saja mengusap surai lembut yang tertutup hijab Pasmina di kepala Syakira. Gadis cantik itu terus saja menangis dengan kepala ia sembunyikan di kedua tangannya dan ia letakkan di samping ranjang ayahnya.


"Jangan menangis sayang.. Semua ini Ayah lakukan untukmu. Ayah tidak bisa menjaga mu sama seperti dulu. Sekarang ayah mu pria tua lumpuh dan penyakitan Nak.. Tolong. Mengertilah kondisis ayah," katanya pada Syakira yang masih saja sesegukan.


"Tapi.. Tapi.. Hiks.. Kenapa harus dengannya ayah?? Kenapa bukan pemuda lain?" tanya Syakira masih dengan sesegukan.


"Kenapa memangnya dengan anak Bunda Zizi? Bukankah yang kamu inginkan selama ini sudah terwujud sayang?" tanya Ayah Rajis pada Syakira membuat gadis cantik itu kini mendongak melihat sang Ayah dengan tatapan sendunya.


Ia kembali menunduk. "Itu dulu Ayah. Tapi sekarang tidak lagi.."

__ADS_1


"Kenapa? Apakah karena masa lalu mu?" Syakira mengangguk.


Ayah Rajis tersenyum, "Jangan takut Nak. Ayah percaya jika Syakir bisa menerima mu. Tetapi.. Kamu sendiri yang harus mengatakannya. Tak ada yang salah dengan itu. Jangan sampai Syakir tahu dari orang lain. Itu akan berakibat fatal untukmu dan juga dirinya kelak. Ayah mohon Nak. Seperti permintaan Ayah dulu. Sekarang pun Ayah meminta padamu. Karena Ayah tahu dan sangat yakin. Jika Syakir bisa menjadi pelindung dan pembimbing mu kelak. Tolong Nak.. Turuti permintaan ayah. Jangan takut jika Syakir menolakmu. Kalau kamu tidak berani mengatakannya kepada syakir, maka ayah yang akan mengatakannya. Semua itu bukanlah salahmu. Semua itu sudah takdir nak.."


Syakira semakin tersedu.


Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Sungguh, hal sangat mengejutkan dirinya ialah di jodohkan dengan Syakir.


Apalagi saat tanpa sengaja tangan Syakir bersentuhan dengannya. Sudah tidak seperti dulu lagi.

__ADS_1


Sesuatu yang ia takuti tetapi menghilang saat bertemu dengan Syakir. Entah obat apa yang pemuda itu berikan padanya hingga tubuhnay itu tidak bereaksi seperti pada lelaki sebelumnya.


Syakira termenung memikirkan itu semua. Ayah rajis sangat paham dengan luka masa lalu putri sulungnay itu. Walau sudah bertahun-tahun.


Tetapi kenangan itu masih terngiang jelas di telinga dan ingatan nya seperti apa trauma nya Syakira terhadap yang namanya lelaki.


Ayah Rajis kembali mengusap pipi putrinya dan tersenyum lembut pada Syakira. "Dengarkan ayah sayang. Syakir pemuda yang baik. Ia tidak menolakmu hanya karena masa lalu mu. Ayah sangat mengenal siapa Syakir. Putra sulung Zizi dan almarhum Emil itu sangatlah baik. Ia di didik langsung oleh kakak nya yang bernama Annisa. Dari dirinyalah ayah tau, jika Syakir pemuda yang santun, baik, penyayang dan sangat tulus kepada siapa pun walau terkadang ia sering ditipu oleh orang yang tidak menyukainya."


"Ayah sudah mengenalnya sejak ia berumur empat belas tahun saat umur kamu masih sepuluh tahun. Jangan ragukan pilihan ayag sayang. Ayah tau yang terbaik untukmu. Kelak, jika ayah sudah tiada dan kamu bisa merasakan apa yang ayah katakan, kamu pasti akan menagis. Bahwa apa yang Ayah katakan ini benar adanya. Turuti permintaan ayah Nak. Menikahlah dengan syakir. Inilah impian ayah sedari kamu berusia dua belas tahun saat kamu mengalami kejadian nahas itu.."

__ADS_1


Syakira semakin tersedu. Ia tidak bisa berkata apapun lagi. Karena permintaan ayahnya adalah perintah yang tidak bisa ia bantah sedikitpun walau hati ingin sekali menolak, tetapi bibir itu terkunci seolah tidak mengizinkannya untuk berbicara sepatah katapun tentang apa keinginan hatinya.


__ADS_2