Syakir Dan Syakira

Syakir Dan Syakira
Syakir Kembali


__ADS_3

Syakira menganga saat putri bungsunya mengatakan jika sang papa kini mengajar di sekolahnya.


Syakira menatap lekat bola mata anaknya yang kini berbinar senang.


"Beneran? Papa Syakir yang ada di foto itu??" tanya nya sekalian menunjuk pada figura besar yang ada di dinding ruangan nya saat ini.


Ketiga bocah itu mengangguk bersama. "Beneran mama. Papa Syakir. Papa Kita! Katanya dia baru saja pulang dari luar negeri dan mencari ketiga anaknya. Bu guru menunjuk kami. Dan Papa langsung saja memeluk kami dengan erat. Huhuhu.. Bahagianya bisa memeluk papa lagi setelah sekian lama! Kata nya nih ya, Papa akan segera menemui Mama jika urusannya di Singapura sudah selsai. Untuk sementara papa harus mengajar dulu di sekolah kami. Tapi ya.. Seminggu hanya sekali sih Ma." Ceritanya pada Syakira yang membuat wanita cantik berhijab itu termenung sesaat.


Setelah sadar, ia segera beranjak dan menghubungi kepala sekolah ketiga anaknya untuk Bertanya.


Lagi, hal yang sama Syakira dapatkan dari kepala sekolah ketiga anaknya.


"Benar Bu. Beliau tuan Syakir, suami ibu dan ayah si kembar. Beliau bekerja disini hanya seminggu sekali. Selebihnya beliau mengajar di empat tempat. Salah satunya Universitas Bina bangsa."


Deg!


Deg!


Lagi, jantung itu berdentum hebat. Ia melirik ketiga anaknya yang kini terus melihat figura sang papa ketika menikah dengan sang Mama dulunya.


Syakira melihat Ayu yang kini juga melihatnya. Ayu menunduk, membuat Syakira jatuh terduduk di kursi kebesarannya.


"Jadi.. Kalian semua sudah bertemu dengannya? Tapi kenapa tidak dengan ku? Segitu tidak inginkah kamu bertemu dengan ku lagi Bang Syakir?? Tapi kenapa??" tanya Syakira dengan bibir bergetar.


Buliran bening itu mengalir di sudut matanya yang semakin sayu saat mengingat sang suami yang ternyata sudah menemui mereka semua.


Termasuk semua keluarganya yang di Medan. Syakira tersedu. "Bahkan kamu sudah menemui keluarga kita disini? Lantas kenapa kamu tidak menemui ku? Apakah aku ini tidak ada artinya lagi untukmu? Hiks.. Untuk apa kekayaan ini jika kamu tidak lagi bisa ku miliki! Hiks.. Bang Syakir..." isak Syakira tersedu di meja kerja nya dengan kepala ia sembunyikan di kedua tangannya.


Ia menangis tersedu disan.

__ADS_1


Ketiga anak itu melirik Ayu dengan mata berkaca-kaca. Ayu menggeleng dengan mata berkaca-kaca juga.


Tadi siang sebelum mereka ke kantor, Ayu dihubungi oleh pihak sekolah untuk menyusul mereka karena ada hal mendadak yang ingin disampaikan kepada wali si kembar.


Karena saat itu Syakira sedang sibuk dan kedatangan tamu, jadi Ayu lah yang menyusul si kembar.


Tiba di sekolahnya Ayu langsung saja menuju keruangan kepala sekolah dimana ketiga anak Syakira sedang tersedu di dalam pelukan seorang pemuda yang begitu Ayu kenal.


Deg, deg, deg..


Jantung Ayu seperti ingin melompat keluar saat melihat siapa pemuda yang sedang memeluk si kembar dengannya juga ikut menangis.


"Loh Bu Ayu? Nyonya Syakira Mana? Ini papa nya si kembar baru pulang loh.. Masa iya Bu Ayu sih yang datang kesini?" gerutunya sedikit kesal karena yang ditunggu tidak sesui dengan pengharapan nya.


Ia melirik kesal pada Ayu. Tetapi tidak dengan papa si kembar. Ia mengurai pelukan nya dari tubuh ketiga anaknya.


"Ya Allaah..." lirih Ayu dengan merosot jatuh ke bawah.


Ia terkekeh lagi.


"Apa kabar Ayu? Lama ya kita nggak ketemu? Kira-kira sepuluh tahun yang lalu ya?"


Ayu tersedu. Si kembar yang paham segera mendekati Ayu dan tersedu bersama. Ia terkekeh lagi, tetapi air matanya ikut turun bersamaan suara sedu sedan dari ke tiga anaknya.


"Hiks.. Hiks.. Pak Syakir.."


"Iya, ini saya. Bagaimana kabar kamu Yu? Masih kerja di tempat Mama nya si kembar?"


Ayu tidak menjawab tetapi anggukan kepala itu pertanda jawaban nya adalah iya. Syakir terkekeh lagi.

__ADS_1


"Hem, urusan saya disini sudah selesai Ibu Tina. Saya akan mengajar disini satu kali dalam seminggu seperti permintaan anda dulunya." Imbuh Syakir sambil tergelak melihat wajah rekan nya saat diSingapura ini merengut masam padanya.


Ayu melihat interaksi keduanya seperti tidak ada kecanggungan lagi. Syakir yang paham arti tatapan mata Ayu tersenyum.


"Tenanglah Yu. Bu Tina ini rekan saya saat di Singapura tujuh tahun yang lalu. Benar begitu Bu Tina?" ledeknya pada ibu kepala sekolah itu.


Bu Tina mencebik yang membuat Syakir tertawa. Ia kini beralih pada Ayu dan si kembar.


"Dengarkan papa, Nak. Papa ingin membuat kejutan untuk mama kalian satu bulan dari sekarang. Untuk itu, papa butuh bantuan kalian dan juga kamu Yu. Bisa kan?"


Ayu menatap Syakir. "Bantuan seperti apa yang Bapak butuhkan? Jika itu merugikan sahabat saya, saya tidak mau." tegas Ayu yang membuat Syakir tergelak kuat hingga kepalanya mendongak ke atas.


"Kamu ini! Tidak pernah berubah ya Yu? Hahaha.. Tujuan saya itu ingin memberikan kejutan untuk Syakira. Saya ingin mengenalkan nya pada seluruh Dunia jika wanita hebat yang telah melahirkan pewaris saya serta pemimpin yang paling ditakuti dan disegani itu adalah istri dari seorang The King Of Syan Syan Ki. Raja penulis Roman fantasi yang kini sudah mendunia. Yang juga memiliki seorang istri tangguh sepertinya. Mereka ingin memberikan penghargaan ini untuknya. Untuk itu, saya butuh bantuan kamu, si kembar, Bu Tina? Dan seluruh keluarga saya."


Ayu tertegun sejenak mendengar penjelasan Syakir.


"Bagaimana Yu? Kamu bersedia?" ulang syakir yang diangguki oleh Ayu.


"Alhamdulillah.. Untuk sementara katakan pada Syakira jika saya harus bolak balik Singapura dan mengajar disini dan juga di Universitas Bina Bangsa. Semua ini sudah saya rencanakan. Kalian hanya perlu mengikuti apa yang saya katakan. Oke?"


"Oke!" jawab mereka semua yang dia acungi jempol oleh Syakir.


Bibir tipis berkumis tipis di atasnya itu tersenyum manis mengingat sang kekasih yang kini masih berkutat dengan berkas dan laptopnya.


Abang kembali Sya.. Seperti keinginan kamu dulu.


...****************...


Nah loh.. Kira-kira kejutan apa ya?🤔

__ADS_1


__ADS_2