System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Tolong Ampuni Kami...


__ADS_3

Terkesima, takjub, waspada, takut, itulah yang dirasakan semua orang saat ini. Terutama tuan Kasra. Sebagai pemilik perguruan itu, kata-kata pujian memang selayaknya dia berikan pada Zefier yang telah membelanya. Tapi saat mendapati Zefier yang terlihat mengancam, tentu kata pujian itu harus dia tahan untuk sementara.


Melihat kekuatan Zefier yang dahsyat, tentu membuat tuan Kasra berfikir ulang. Apalagi tadi dia juga mendengar Zefier mengklaim bahwa perguruan yang telah dia jalankan selama dua tahun ini adalah miliknya. Takutnya Zefier memiliki niat yang sama seperti pemimpin perguruan lain, hanya saja mereka tidak satu komplotan.


Tentu perasaan takut dan waspada itu yang tuan Kasra rasakan saat ini. Meski Zefier tidak mengakui pernah belajar beladiri di perguruan besar, tapi bisa saja itu hanya ditutup-tutupi. Jika sembarangan bertindak, nantinya Zefier tinggal membuat pengakuan palsu agar perguruan dibelakangnya mau membantu.


Disisi lain, Galga dan kelima ketua lainnya terlihat bingung.


Apakah ini benar-benar kekuatan seorang anak 16 tahun? Ah, tidak lebih tepatnya, apakah ini kekuatan api ditingkat api kecil? Apa lagi ini adalah api dengan level panas terendah. Panas ini bahkan sudah mengalahkan panas api yang mereka miliki di level yang lebih tinggi.


"Anak muda.... Aku lihat kau cukup berbakat, bagaimana kalau kau bergabung dengan perguruan ku? Aku janji tidak akan mengecewakanmu. Bagaimana?" Tawar ketua Yaden, tertarik.


"Sebaiknya, kau ikut denganku.... Aku bisa memberikan sumberdaya dua kali lipat dari apa yang bisa si tua itu janjikan padamu." Ketua Huan tak mau kalah.


"Jangan! Ikutlah denganku...."


"Ikut aku saja... Kau takkan menyesal."


Kelima tetua Saling memperebutkan Zefier. Mereka sadar, pemuda seperti dialah yang pantas disebut sebagai jenius sejati.


"Kurang ajar...! Beraninya kalian mengingkari janji? Kalian benar-benar penjilat!" Galga semakin marah melihat Kelima ketua yang memperebutkan Zefier. Kesempatan untuk membunuh Zefier jadi semakin nihil.


"Hahaha...! Jika ada yang lebih menjanjikan, mengapa harus mengikuti kemauan mu?" Jawab Zarek dan disetujui oleh ketua lainnya.


"Ka, kalian....!" Galga, geram.


"Terus terang saja, tidak ada satupun yang punya kualifikasi untuk menjadi guruku." Jawab Zefier enteng.


"Hahaha...! Sepertinya dengan siapapun kau berhadapan, sikap sombong mu itu tak pernah ketinggalan. Apa kau yakin mau membuang kesempatan perlindungan dari si tua Galga?" Ketua Momor coba bernegosiasi.


Ketua Momor jelas tak asal bicara. Dari ketujuh pemimpin termasuk Galga dan tuan Kasra, mungkin dialah yang terkuat. Maka tawaran tersebut bukan hanya bulan belaka.

__ADS_1


"Bukankah terlalu memalukan jika aku sampai menolak dua kali? Apa lagi kalian sempat bersekongkol untuk membiarkan orang tua itu mencabut nyawaku. Apa kalian lupa? Ucap Zefier sambil melirik Galga.


Dalam satu kondisi, malu memiliki arti dan tempat tersendiri. Dalam hal ini, memperebutkan Zefier bukanlah hal yang memalukan. Apalagi hal itu tidak hanya dilakukan dua pihak saja.


"Huh...! Anak muda, kau terlalu besar kepala. Melihat kesombongan mu, apa kau mau mengakui ku jika aku bisa menundukkan mu dalam satu serangan?" Balas ketua Momor mulai tak tahan.


Mendengar perkataan itu, Zefier mendapat ide. Sejujurnya dia tak mau sampai melukai para pemimpin perguruan tersebut. Menurutnya, semakin banyak orang kuat di muka bumi ini maka semakin baik.


"Terus terang aku memang suka sama orang kuat. Tapi aku lebih tidak suka terhadap orang yang tak tahu diri. Sekali lagi, hanya dengan kekuatan kalian, apa pantas...?"


Telinga kelima ketua serentak semakin kepanasan mendengar kalimat Zefier yang terus-terusan merendahkan mereka. Dari tadi mereka tak mau menyerang Zefier, karena mereka sedang menunggu sesuatu.


Ya, mereka sedang menunggu energi Zefier habis terkuras. Mereka yakin, Api panas yang ada di tangan Zefier saat ini akan menyerap energinya dengan cepat. Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga Zefier tak bisa berbuat apa-apa, apalagi sombong.


"Begini saja, aku akan memberikan satu serangan pada kalian. Jika ada yang sanggup bertahan, maka aku akan mengakuinya sebagai guru. Bagaimana?" Tawar Zefier.


"Tenang saja, kalian bebas menggunakan pertahanan terkuat kalian." Lanjutnya.


"Benarkah...? Kalau begitu, kami akan mengadakan undian siapa yang pertama kali menerima pukulan mu." Selain mengulur waktu, mereka juga coba mencari keberuntungan sendiri.


Zefier tersenyum dalam hati. Mereka pikir dia tidak tahu apa yang mereka pikirkan.


Tapi, "Tidak perlu! Aku akan menyerang kalian sekaligus." Sela Zefier.


Mendengar itu, kelima tetua semakin lega. Artinya, Zefier akan membagi kekuatannya dalam satu waktu yang membuat efektivitas api semakin berkurang.


"Nah, kalau begitu, kami akan mengundi siapa yang akan berada dibarisan pertama." Lanjut para ketua tersebut. Mereka juga masih khawatir, bisa saja orang pertama yang terkena pukulan akan menerima kekuatan penuhnya.


"Sudah aku katakan, tidak perlu....! Persiapkan saja diri kalian." Bantah Zefier lagi.


Setelah berkata demikian, api ditangan Zefier berlahan melambung di udara. Tak sampai hitungan detik, empat api lainnya muncul secara tiba-tiba. Lalu api itu membesar lima kali lebih besar dari sebelumnya.

__ADS_1


Tak berhenti sampai disitu. Api tersebut berlahan berubah warna semakin pekat. Seiring perubahan warna, panasnya juga semakin meningkat berkali lipat.


Semua benda-benda yang terbuat dari kayu yang berdekatan dengan zefier hingga jarak 20 meter berlahan berasap dan mulai terbakar. Perabotan yang terbuat dari kaca dan timah, mulai berpecahan dan meleleh.


Semua orang sontak berlari tanpa aba-aba.


Kecuali kelima ketua. Penampakan itu membuat mereka merinding dan menghantamkan lutut di lantai. Keringat dingin mengucur deras dari kening.


"Lima bola api... Terbang... Mengapa aku begitu bodoh menantang pemuda.... Tidak! tuan muda...!" Gumam kelima tetua penuh penyesalan.


Kelima ketua itu paham, bahwa yang mereka hadapi saat ini adalah monster diantara monster.


Sanggup mengontrol lima bola api terbang. Jelas yang bisa melakukan itu hanyalah mereka yang sudah menguasai aura api. Tidak hanya menguasai, lebih tepatnya Zefier sudah berada di tingkat tertinggi yang pernah mereka saksikan.


Kelebihan seseorang yang sudah menguasai aura api dapat melakukan serangan jarak jauh dan juga dapat memperkuat kualitas serangan. Sedangkan mereka hanyalah orang yang mengandalkan kecepatan dengan serangan jarak dekat. Bahkan untuk melakukan beberapa serangan, terkadang mereka sudah kelelahan.


Namun berbeda dengan apa yang mereka lihat dari Zefier. Menunggu energinya habis? Itu hanya mimpi. Dia bahkan menambahkan empat bola api yang jauh lebih besar dan panas.


Dan satu hal yang perlu mereka sadari. Dapat meningkatkan panas api hingga terjadi perubahan warna, itu hanya dapat dilakukan jika pemahaman mereka tentang api sudah melebihi seratus persen di setiap levelnya.


"Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian terlihat bersantai-santai? Atau, menurut kalian api ini tak perlu di hadapi dengan serius...?" Zefier sebenarnya tau kondisi para ketua saat ini. Dia hanya pura-pura tidak tahu.


"Kalau begitu, bagaimana dengan ini...?!" Lanjut Zefier.


Wuzzz...! Wuzzz...! Wuzzz...!


Dalam sekejap, terlihat puluhan bola api memenuhi langit. Hal itu lebih pantas digambarkan sebagai hujan meteor.


Melihat bola-bola api yang semakin bertambah, kelima pemimpin perguruan tersebut semakin terkejut dan takut. Tak menunggu aba-aba, mereka langsung menghantamkan kening kelantai hingga berdarah.


"To, tolong....! Tolong Ampuni kami, tuan muda...!"

__ADS_1


__ADS_2