
Hari itu sungguh menegangkan. Kejadian langka yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dan memang semestinya tak boleh terjadi.
Duta pertambangan dan keuangan merupakan satu-satunya aliansi khusus yang sangat rahasia, dimana keberadaan mereka tidak pernah diketahui oleh siapapun. Bahkan, meski telah di dilakukan penyelidikan secara sembunyi-sembunyi oleh beberapa pihak, identitas dan asal-usul mereka hingga juga masih belum bisa dipastikan.
Organisasi gelap maupun sekte besar telah berulang kali mencoba mengidentifikasi, namun lagi-lagi tidak membuahkan hasil.
Hanya ada satu kelompok yang mengetahui siapa dan darimana asal Duta pertambangan dan keuangan tersebut. Mereka adalah para pedagang dengan status tertinggi yang konon ditunjuk sebagai penyambung tangan untuk menyebarkan mata uang di dunia ini. Dalam artian, sebenarnya mereka juga masih termasuk bawahan dari golongan misterius tersebut....
Setelah kejadian itu, semua orang saling bertanya-tanya siapa orang-orang yang berada di perahu terbang raksasa. Mengapa mereka melakukan hal yang tidak masuk akal dan terkesan menyiksa tanpa pandang bulu.
"Apa mereka golongan orang-orang kaya? Apakah kesombongan sudah menjadi perilaku wajib bagi mereka?"
"Entah lah... Orang rendah seperti kita, mana berhak untuk komplain."
"Kalian salah! Melihat lambang itu dan melihat kejadian barusan.... Aku yakin, mereka pasti Golongan yang katanya keberadaan mereka sangat rahasia."
"Kau seperti mengerti sesuatu."
"Aku juga hanya mendengar dari mulut ke mulut. Masih belum sepenuhnya yakin."
"Bisa kau ceritakan?"
Mendengar pengakuan dari salah satu diantara mereka, sontak beberapa orang menjadi penasaran.
"Apa kalian masih ingat sejarah 4000 tahun lalu?" Pemuda itu bertanya, dan semuanya mengangguk. Ya, siapa yang tak tahu sejarah dengan fenomena misterius yang selalu diceritakan secara turun-temurun.
Sejarah menceritakan, dulunya dunia sudah mencapai tekhnologi mutlak, dimana setiap sumberdaya yang ada di dunia ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Manusia tak perlu letih, mereka bisa tetap berpindah tempat bahkan sambil tidur. Menciptakan mesin-mesin yang mampu berpikir dan menggantikan mereka bekerja. Apapun dapat dilakukan dengan instan.
Hingga sebuah Malapetaka menimpa peradaban dunia saat itu. Seluruh penjuru bumi di tutupi dengan kabut tebal yang membuat manusia tak mampu melihat sama sekali. Tapi yang paling mengejutkan, saat itu tak ada satupun teknologi yang dapat digunakan, walau hanya untuk penerangan
Hingga hari kesepuluh, diperkirakan seluruh keberadaan yang memiliki nyawa, tertidur selama tiga puluh hari. Seiring berjalannya waktu, satu persatu umat manusia mulai menyadari ada sebuah perubahan yang terjadi pada mereka, dimana mereka dikaruniai kekuatan api.
__ADS_1
"Tentu saja kami masih ingat akan hal itu. Aku rasa, itu sudah menjadi sejarah yang wajib diingat semua orang." Jawab seseorang.
"Benar... Sejak saat itu, dunia yang terdiri dari ratusan negara, kini menjadi satu pemerintahan." Jawab yang lain.
Orang itu kembali menyambung ceritanya. "Ya, bertepatan di hari keempat puluh, segelintir orang yang dengan bahasa yang tak dikenal, datang memberikan bantuan besar-besaran."
"Konon sejak saat itu merekalah mengatur pergerakan ekonomi dan keuangan dunia hingga saat ini. Tapi, dengan keberadaan sebesar itu, hanya segelintir orang saja yang mengenal mereka."
"Apa kau tidak membual...?" Tanya seseorang.
"Sudah aku katakan, ini hanya cerita dari mulut ke mulut."
"Lalu, apa maksud mereka mengintimidasi seperti yang mereka lakukan tadi?"
"Kau tahu...? Kemungkinan besar isi perahu terbang itu adalah sejumlah uang yang tak ternilai. Tentunya mereka melakukan ini untuk mencegah mereka yang berniat buruk seperti merampok."
"Hmmm... Cukup masuk akal." Jawab mereka.
"Master...!" Sesosok tubuh yang keluar dari tubuh zefier, tampak berlutut dan memberi hormat.
"Aku ingin kau melakukan sesuatu, Flyn.... Cari tahu informasi tentang orang-orang itu." Perintah zefier. Dari cara dia menyuruh, sepertinya dia memiliki perintah mutlak terhadap orang yang bernama Flyn.
"Baik, master!" Jawab Flyn tegas. Dia mengiyakan perintah zefier tanpa ada niat membantah.
"Ingat! Jagan menunjukkan kekuatanmu, cukup selidiki saja." Zefier berbalik badan ingin pergi, namun sebelum itu, "Ingat, sebelum pergi dari sini, menjauh lah terlebih dahulu." Lanjut Zefier sembari meninggalkan Flyn.
Setelah itu, Flyn terlihat melompat ke jurang yang jaraknya tidak jauh dari tempat mereka sebelumnya. Lalu menghilang dibalik gumpalan awan yang menutupi area tersebut.
Zefier kembali menemui Leo dan Dan Dzik. Dia melihat kearah Falmes yang sudah tidak sadarkan diri akibat menerima tekanan dari perahu raksasa yang sebelumnya melintas di atas mereka.
"Darimana saja, kau? Aku tak melihatmu barusan." Dan Dzik bertanya pada Zefier yang kian mendekat.
__ADS_1
"Aku hanya melihat-lihat. Tempat ini terlihat segar dan menarik." Jawab Zefier. Namun tak menghentikan langkahnya dan terus menuju wakil dekan Arez yang tampak berusaha menyadarkan Falmes.
Melihat kedatangan Zefier, wajah wakil dekan Arez terlihat marah serta dipenuhi kebencian. Jika bukan karena kedatangan Zefier, Falmes tak mungkin mengalami hal menyedihkan seperti ini.
"Kau tahu? Nyawanya sedang terancam. Pil penyembuhan yang kau berikan tadi, samasekali tidak membantu apapun." Zefier mengingatkan.
"Apa yang kau tahu soal pil! Kau tak lain hanyalah anak baru kemaren. Jangan ajari ikan berenang." Wakil dekan Arez mengucapkan ungkapan klise yang sering digunakan agar tidak ikut campur urusan orang.
Sebenarnya, penyebab utama Falmes tak sadarkan diri, tentu akibat beradu pukulan dengan Leo. Tapi jika hal itu diungkapkan, siapa juga yang akan percaya
"Aku bisa menyembuhkannya, tapi sebagai gantinya aku akan membawanya dan menjadikannya sebagai pengikut-ku." Ujar Zefier, tak menanggapi kemarahan wakil dekan Arez.
Mendengar permintaan Zefier yang terus berulang-ulang dengan tujuan yang sama, kini wakil dekan Arez tak mampu menahan diri.
Wakil dekan Arez memang salah satu tetua dengan pangkat tinggi di akademi Xolfrods. Tapi jika mengingat siapa ayah Falmes, bahkan akademi Xolfrods sendiri akan berpikir ulang untuk membuat masalah dengannya.
"Anak muda.... Sebelum berlagak sombong, cobalah memandang besarnya gunung dan tingginya langit." Sekali lagi, wakil dekan Arez ingin memberi pelajaran terhadap Zefier. Sebelum tadinya keinginan itu sempat tertunda dan terlupakan begitu saja.
Tapi diluar dugaan. sekali lagi tubuhnya terasa merinding. Kakinya gemetar, dahinya dipenuhi keringat dingin. Hatinya dipenuhi kengerian yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.
Perasaan ini ternyata dirasakan oleh semua orang disana. Ini bukan energi yang sengaja menekan mereka seperti tadi. Hanya sebuah aura yang tak sengaja terpancar ke seluruh alam sekitar.
Tapi, disitulah letak ketakutannya. Hanya aura saja sudah berhasil membuat orang merasakan dampak yang begitu besar. Apa lagi energinya, mungkin semua orang disana akan pingsan atau bahkan mati.
Semua orang disana juga mengalami perasaan yang sama. Tak ada yang sanggup berdiri setelah menerima aura dahsyat tersebut. Termasuk wakil dekan Arez. Terkecuali Zefier yang tampak berdiri tenang seakan tak merasakan apapun.
"Si, siapa orang yang memiliki aura ini?" Mengapa orang seperti itu bisa berada ditempat seperti ini?!" Gumam wakil dekan Arez. Jika dipikir-pikir, dekan utama atau pimpinan akademi Xolfrods, bahkan tak mungkin memiliki aura seperti yang dirasakan semua orang saat ini.
Namun, pandangan wakil dekan Arez segera tertuju pada Zefier yang terlihat biasa saja. Dia tak menyangka, pemuda yang sejak awal dia remehkan, bahkan masih mampu bertahan dalam situasi ini.
Di samping itu, "Terlalu sembrono...! bukankah ini masih terlalu dekat?" Batin Zefier. Dia tahu, ini adalah pancaran aura yang Flyn keluarkan saat berubah ke wujud aslinya.
__ADS_1
Bersambung....