System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Penyelidikan Akademi Xolfrods...


__ADS_3

Masih diruang jiwa....


Zefier menegur Kaltha dan Violet. Sementara Flyn hanya bisa menatap dari jauh tingkah laku jelmaan kedua api itu. Walaupun dia telah diperlakukan dengan tak baik, tidak ada dendam sedikitpun dihatinya.


Itu adalah hal yang wajar mengingat siapapun diantara mereka pasti ingin melakukan yang terbaik untuk tuannya, ya itu Zefier. Bahkan mereka bisa saling membunuh satu sama lain demi sebuah peringatan.


"Kaltha, Violet.... Beri aku ruang, aku akan sedikit latihan." Ujar Zefier.


"Anda begitu tega, master.... Kami hanya ingin menemani sejenak." Balas mereka berdua.


"Aku takkan lama, asal kalian tidak mengganggu."


"Baik, master...!"


Keduanya memberi jarak pada Zefier sembari terus memandangi wajahnya. Sementara itu, Zefier langsung mengambil sikap kultivasi.


Tap, tap, tap....


Dalam hitungan detik, Ruang Jiwa yang tadinya sepi, kini tampak disinari oleh sembilan cahaya energi yang terlihat seperti sembilan galaksi di atas mereka.


Setiap Galaksi energi memiliki tingkat kemurnian yang berbeda dengan ukuran yang berbeda-beda pula. Semkin tinggi tingkat kemurnian energi maka semakin kecil ukuran galaksi energi tersebut, karena semakin sulit dalam pengelolaannya. Tapi galaksi energi terkecil milik Zefier, takutnya tak ada yang memiliki ukuran sebesar itu di dunia ini.


Sama halnya seperti kultivasi, energi juga memiliki sebelas tingkatan. Melihat jumlah galaksi energi saat ini, Zefier tinggal membutuhkan dua galaksi energi, yaitu energi tingkat surga dan neraka. Setelah mendapatkan kedua tingkatan itu, entah seperti apa nantinya kekuatan Zefier.


"Master memang hebat...!" Puji Kaltha, Violet dan Flyn didalam hati.


Tak lama kemudian, Zefier mengakhiri kultivasinya. "Sepertinya aku memang sangat membutuhkan pil itu. Tapi dimana aku bisa mendapatkan bahan-bahannya di dunia ini? tidak mungkin aku menuju ke dunia kedua dan selanjutnya dengan pasukan sekecil ini." Gumamnya.


"Sudah diputuskan.... bagaimanapun, aku akan mengajak mereka...." Lanjut Zefier sambil membayangkan wajah Leo, Dan Dzik dan Falmes.


Beberapa jam kemudian, Zefier merasakan aura seseorang yang mendekat keruangan tempat tubuh aslinya berada.


"Kalian.... Kembalilah berlatih. Aku akan keluar." Ucap Zefier.


"Master.... Sering-seringlah mengunjungi kami. Selanjutnya, aku yang akan menemani anda di luar sana." Violet tampak merengek manja.


"Huh! Apa kau lupa? Bagaimanapun, aku lebih menjanjikan daripada kalian berdua." Kaltha tak mau kalah.

__ADS_1


Zefier kembali pusing melihat kedua tingkah jiwa apinya ini. "Sudahlah.... Akan ada saatnya kalian semua berjalan di sampingku. Tapi sebelum itu, aku tak ingin melihat yang seperti ini."


"Baik, master.... Kami tidak akan mengecewakan anda." Ucap Kaltha dan Violet bersamaan. Lagi-lagi Flyn hanya bisa berkata dari jauh, tak ingin berada dekat-dekat dengan kedua macan betina itu.


....


Tok, tok, tok...!


Terdengar pintu ruangan diketuk dari luar.


"Masuklah...." Jawab Zefier.


"Tuan muda.... Sebentar lagi kita akan sampai di desa pertama." Ucap orang yang tak lain adalah tetua Je.


"Apa semuanya sudah disiapkan?"


"Sudah tuan.... Kompensasinya sesuai jumlah yang anda katakan."


"Baiklah, perintahkan semua orang untuk berkumpul. Ingat, jangan lewatkan satu orangpun. Semua harus mendapatkan kompensasi itu." Ucap Zefier.


"Baik, tuan muda.... Kalau begitu, aku izin undur diri." Ucap tetua Je pamit.


Dilihat seperti apapun, tidak terdapat satupun bandar udara disana. Tapi itu bukan masalah bagi Zefier. Bukan hal yang sulit baginya menurunkan ketiga perahu terbang dengan landai Tampa bantuan formasi yang biasa tersedia di bandar udara.


Dengan benang api, Zefier membuat kaki-kaki panjang dari bawah perahu yang memendek secara berlahan hingga mendarat sempurna. Siapapun yang melihat itu, tentunya akan merasa takjub. Karena itu bukanlah hal yang lumrah terjadi.


"Baiklah.... Sekarang, jalankan sesuai rencana." Ucap Zefier, lantang.


Untungnya, disana terdapat perahu-perahu terbang dengan ukuran mini yang biasa digunakan sebagai kendaraan alternatif. Dengan dibagi menjadi tiga kelompok, Zefier membagikan beberapa batu energi sebagai bahan bakar penerbangan perahu kecil itu. Dengan begitu, pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif.


Ketiga perahu menyebar dengan cepat, memberikan puluhan ribu Zel dan beberapa bahan obat serta pil kepada setiap orang yang mereka jumpai.


"Tuan... Darimana asal kalian...? Apakah ini bantuan akibat bencana yang terjadi sehari hari yang lalu?" Tanya seorang penduduk yang mereka jumpai.


"Be- bencana...?" Tetua Braham tampak terkejut mendengar pengakuan penduduk tersebut. Bagaimana mungkin ada bencana, apa yang dia lihat hanyalah sebuah aktivitas normal Tampa ada kerusakan sedikitpun. "Apa maksudmu bencana?" Tanya tetua Braham, penasaran.


"Sehari yang lalu, desa ini dilanda sebuah energi yang sangat mengerikan. Tak ada yang tau kejadian sebenarnya seperti apa, tapi walau hanya sekejap, tak ada satupun yang mampu bertahan hingga semua orang tidak sadarkan diri." Jelas penduduk tersebut.

__ADS_1


Tetua Braham berusaha mencerna perkataan penduduk tersebut. "Apa yang sebenarnya telah terjadi? Apa ada hubungan semua itu dengan kompensasi yang tuan muda berikan ini?" Gumam Tetua Braham.


"Terima kasih sudah memberi bantuan ini. Kalau begitu, aku tinggal dulu, tuan." Ucap penduduk tersebut, pamit.


Tetua Braham hanya menganggukkan kepala, lalu pergi mencari orang-orang berikutnya.


Kegiatan amal bantuan itu berlanjut hingga empat hari lamanya. Mereka memberikannya kepada setiap desa maupun kota yang dilewati.


Anehnya, informasi yang mereka dapatkan, semuanya merata mengatakan penyebab yang sama. Dan yang lebih mengejutkan lagi, semua terjadi dihari yang sama.


Tak hanya manusia, semua binatang yang berada dalam satu garis lurus itu, tampaknya mengalami kemalangan yang serupa. Hanya saja, tak mungkin mereka memberikan bantuan itu kepada para binatang....


Satu hari yang lalu, di wilayah akademi Xolfrods....


"Bagaimana, apa kalian menemukan sumber energi itu?" Tanya dekan Akademi Xolfrods yang bernama Eldrick.


"Maaf, pimpinan. Kami tidak menemukan sumbernya. Tapi kami mendapatkan informasi yang tak biasa." Wakil dekan Arez, memberi laporan.


"Informasi apa yang kau maksud?" Dekan Eldrick bertanya lagi.


"Tiga kilo dari sini, terdapat sebuah pemukiman yang bagus terbakar. Menurut penyelidikan yang kamu lakukan, tempat itu seharusnya menjadi persinggahan terakhir energi tersebut." Jawab Wakil dekan Arez.


"Apakah terjadi sebuah penyerangan disana? Atau jangan-jagan...." Dekan Eldrick tampak berpikir keras.


"Tidak, pimpinan.... Tidak ada tanda kerusakan yang terjadi akibat serangan, semuanya seperti terbakar rapi Tampa meninggalkan jejak kekerasan sedikitpun. Bahkan jika itu orang-orang dari duta keuangan, takutnya tak ada orang sekuat itu disana." Wakil dekan Ares memberikan jawaban dengan sangat yakin. Dia sedikit tahu tentang orang-orang dari duta keuangan, tapi dia yakin, itu bukan ulah mereka.


"Hemmm...! Bagaimana menurut kalian semua...?" Dekan Eldrick coba menggali informasi lebih dalam.


Saat itu, wakil dekan Arez langsung berdiri, tampaknya laporan yang dia berikan masih belum usai.


"Ada apa wakil dekan Arez...?"


"Begini, pimpinan.... Saat kami tiba ditempat itu, ada ratusan orang yang tak sadarkan diri disana, dan untungnya kami masih sempat menyelamatkan mereka. Tapi...." Wakil dekan Arez tampak ragu melanjutkan kata-katanya.


"Tapi apa?" Ucap dekan Eldrick tak sabar.


Ada tiga orang yang paling dekat dengan kejadian itu, dan dua diantaranya, aku pernah bertemu belum lama ini. Mungkin kita bisa mengintrogasi mereka untuk mengetahui lebih lanjut." Ungkap wakil dekan Arez.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2