System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Darah Dewa...


__ADS_3

Aregon dan ayahnya datang menghampiri Zefier. Mereka tidak tahu alasan mengapa Zefier berada disitu. Bagi Aregon, sepertinya terlalu mustahil jika keinginannya untuk membalas Zefier tidak terwujud.


"Kau, segera berlutut dan minta maaf pada anakku...! Aku akan mempertimbangkan untuk tidak mencabut nyawamu hari ini." Pinta Doga, ayah Aregon, pada Zefier.


"Berlutut? Minta maaf...? Mengapa aku harus melakukannya?" Zefier tahu maksud dari perkataan Doga. Dia hanya berpura-pura bodoh saja.


"Apa kau tahu siapa aku? Kau harus diberi pelajaran atas perbuatan mu Mada anakku." Lanjut Doga.


"Aku tidak tahu siapa kau dan apa yang telah aku perbuat pada anakmu. Aku juga tidak punya alasan untuk melakukan permintaan aneh mu itu." Jawab Zefier.


"Ho? Sepertinya kau harus dihukum dulu baru mau mengakui kesalahanmu."


"Ah, sudahlah...! Aku terlalu lelah untuk meladeni kalian." Zefier pergi begitu saja.


Tapi, "Pengawal...!" Doga berteriak memanggil pengawal sewaannya. Puluhan orang dengan wajah sangar, langsung berkumpul saat mendengar panggilannya.


Para pengawal tersebut segera mengelilingi Zefier. Mereka tampak tak membiarkan Zefier pergi begitu saja.


"Apa kau masih belum mau meminta maaf?" Doga kembali bertanya.


"Sudah aku katakan, aku tidak mengenal kau dan anakmu. Jadi kita tak ada urusan sama sekali." Zefier pura-pura membela diri.


"Kau masih muda dan miskin, juga sangat sombong. Sayang sekali, kau mencari masalah dengan orang yang tak seharusnya kau singgung. Pengawal... Tangkap dan beri dia pelajaran!" Perintah Doga pada para pengawal.


"Hufff..." Zefier menghela nafas. "Sepertinya kau yang salah mencari lawan." Ucap Zefier.


Awalnya tiga orang pengawal maju untuk menangkap Zefier. Sayangnya, Zefier menjatuhkan mereka seperti memukul nyamuk.


Bag, bug...!


Ketiga pengawal tersebut terjatuh tanpa sempat memberikan perlawanan. Sebenarnya zefier tak ingin ada pertikaian. Dia hanya bermaksud memberikan contoh melalui ketiga pengawal agar yang lain segera mengurungkan niat.


"Apa...?!" Sontak semua pengawal terkejut. Bahkan Doga sendiri tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Disisi lain, Aregon hanya diam dan menonton dari belakang ayahnya. Dia tahu, Zefier sama sekali tak melakukan apapun saat berada di warung makan.


Tapi pikirannya sangat licik. Dia hanya ingin membuat zefier tunduk, lalu akan melepaskannya jika mau memberikan empat batu energi miliknya.

__ADS_1


Pertarungan kembali terjadi. Tampaknya, niat Zefier tak berjalan mulus. Doga memerintahkan seluruh pengawal untuk menyerang Zefier secara bersamaan. Pemandangan itu layaknya semut mengerubungi makanan.


Serangan demi serangan dilancarkan. Zefier tak ingin melukai mereka. Dia hanya menghindar dengan santai. Dia tahu, para pengawal sebenarnya hanya ingin mencari makan meski mereka tak mau membedakan mana baik dan mana buruk.


Wush, Wush...!


Pedang yang berayun hanya membelah angin. Terkadang terjadi benturan pedang antar sesama pengawal. Akibatnya, keributan itu menimbulkan perhatian bagi seluruh penumpang perahu terbang.


"Lihat, lihat...! Ada pertarungan disana. Mungkin akan jadi tontonan menarik."


"Ada pertarungan disana. Mari... sepertinya cocok jadi hiburan."


Dalam waktu singkat, semua orang telah berkumpul disana. Mereka bagai tersihir oleh gerakan Zefier yang sangat halus dan landai.


"Apakah ini pertarungan atau hanya pertunjukan atraksi saja...?" Seseorang berkata pada teman sebelahnya.


"Tentu ini bukan sungguhan. Mana mungkin pemuda itu tidak terluka jika ini sungguhan."


Walaupun semua orang mengira bahwa itu hanya keterampilan seni, tapi mereka cukup kagum pada Zefier. Apalagi dia mampu menghindari serangan yang tampak acak dan alami.


"Hooo, hooo, hooo...!" Orang orang bersorak memberi semangat.


"Berhenti...! Apa yang kalian lakukan, mengapa kalian tak kunjung menjatuhkan dia?!" Doga mendengking, mengutuk pengawal sewaannya.


Semua pengawal berhenti seketika. Saat menghadap Doga, nafas mereka naik turun dengan cepat karena kewalahan.


"Tuan, kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi, kelihatannya pemuda itu memiliki sedikit kemampuan." Lapor salah seorang pengawal.


"Apa kau bilang...?! Dengan optimis aku menyewa kalian, bahkan seorang anak ingusan saja tak bisa kalian hadapi. Apa gunanya aku bayar mahal?" Raut kesal Doga membuat para pengawal ketakutan. Takut upah mereka tidak diberi.


Mereka semua memang dibayar dengan harga tinggi. Bahkan sempat mengira, bahwa jumlah mereka terlalu berlebihan. Tapi tak disangka ketika menghadapi pemuda itu, ternyata jumlah banyak tetap bukan keunggulan.


Melihat kumpulan pengawal tak berguna itu, Doga tak kehabisan akal. Mumpung seluruh penumpang berkumpul disana, saat itu juga mengumumkan sebuah sayembara.


"Kepada kalian semua yang ada disini... Mungkin diantara kalian sudah mengenal aku. Aku adalah Doga. Orang yang memiliki usaha di seantero kota negri ini." Doga berkoar dengan keras.


"A, apa...?! Tuan doga? Namanya memang tersebar sebagai pedagang sukses." Orang-orang mulai beralih membicarakannya.

__ADS_1


"Tuan doga...? Sepertinya nama itu tidak asing. Kudengar, beberapa pedagang sukses banyak yang berkiblat dan beraliansi dengannya. Andai aku memiliki relasi seperti dia..."


Semuanya mulai berandai-andai, memiliki hubungan dekat dengan Doga. Bahkan beberapa orang terkejut mendapati dia berada di satu pijakan yang sama.


"Dengar baik-baik... Bagi siapa yang bisa mengalahkan orang itu, aku takkan takkan segan memberi wajah dan bantuan pada keluarganya." Teriak Doga sambil menunjuk kearah Zefier. Dia langsung melakukan tawaran dengan imbalan tinggi.


Bayaran mungkin tak seberapa. Memiliki hubungan relasi dengannya, itu sama saja keberuntungan seumur hidup.


Semua yang mendengarkan berita itu, sontak mendapat respon yang agresif. Hampir tak ada yang menolak, tapi tetap harus berpikir mengapa dia sampai mengadakan sayembara.


"Aku sebenarnya sangat ingin... Tapi, awalnya kukira tadi itu hanya pertunjukan, ternyata bertarung sungguhan. Bagaimana aku bisa mengalahkannya jika puluhan orang itu saja tidak mampu."


"Sama... Aku baru saja akan berkata begitu. Sebaiknya, aku mengurungkan niat."


Berlahan semua orang yang merasa tak sanggup segera melangkah mundur secara berlahan. Hal itu membuat Doga putus asa. Bagaimana dia ada muka jika hal sepele begini dia tak mampu menanganinya.


Diluar dugaan, ternyata tidak semua orang menolak. Secercah harapan muncul bersamaan dengan majunya empat orang pemuda.


"Paman, Doga...! Perkenalkan, aku adalah Dan Dzik, putra tunggal Liam Dzik. Aku tahu, ayahku memiliki hubungan dekat dengan anda." Dan Dzik memberi hormat.


"Dzik, Liam Dzik dari kota Aramelo...? Me, mengapa kau bisa ada disini?" Tampaknya Doga sangat tau dan sedikit terkejut mendengar nama itu.


"Aku sebenarnya sedang melakukan perjalanan bersama ketiga putra kenalan ayahku, kami sedang menuju ke akademi Xolfrods yang akan membuka pendaftaran beberapa Minggu ke depan."


Mendengar nama akademi Xolfrods sontak semua yang mendengar langsung merasa kagum. Mereka langsung bertanya dengan penuh antusias.


"Hei... Apa kau murid undangan atau hanya ingin mempertaruhkan nasib saja...?!"


"Ya, benar.... Aku dengar, ujian masuk menjadi murid disana sangat ketat. Bahkan mereka tidak menerima sogokan."


"Hei...! Apa kau tidak tahu, dia adalah Dan Dzik, putra Liam Dzik. Aku berasal dari kota Aramelo. Namanya terkenal berkat kemampuannya yang tiada tanding di kota itu. Bahkan orang dewasa saja banyak yang memilih untuk tidak bermasalah dengannya."


"Benarkah...? Bagaimana kau bisa tahu sedetail itu?"


"Tentu saja aku tau. Aku memiliki saudara yang berlatih dibawah bimbingan ayahnya.


Disisi lain, Zefier yang sebenarnya berada di tengah-tengah kerumunan itu, bahkan tidak dihiraukan sedikitpun. Sampai dia sendiri berinisiatif untuk untuk duduk sambil menunggu kelanjutan pertarungan yang belum usai.

__ADS_1


"Tuan, aku merasakan darah dewa pada anak itu..." System tiba-tiba buka suara.


Bersambung...


__ADS_2