
Di atas puncak gunung, tepatnya perempatan dagang yang di bangun tepat sebelu memasuki gerbang umum milik akademi xolfrods, adu kekuatan antara Leo dan Falmes menunjukkan hasil akhir yang diluar dugaan semua orang.
Antara percaya atau tidak, tapi itu begitu nyata. Semua pikiran melayang kemana-mana, mencoba menelusuri fakta yang masih tak masuk akal.
Leo memang terpental jauh, semua orang mengira itu memang wajar. Tapi disisi lain...
"Uhuk-uhuk!" Falmes batuk beberapakali lalu diiringi dengan muntahan darah segar. Lututnya terhempas ketanah, kedua tangannya mencoba menopang tubuhnya yang lemas seperti tak berdaya.
"A, apakah aku salah lihat? Bagaimana api ditingkat yang lebih tinggi, bisa dikalahkan api ungu. Belum lagi ranahnya juga tidak sebanding, mengapa bisa seperti ini?"
Semua yang menyaksikan kejadian itu, tentunya berspekulasi dalam diri sendiri. Mungkin urutan kekuatan api yang selama ini mereka ketahui, bisa saja salah.
"Falmes!" Wakil dekan Arez berteriak sambil berlari kearahnya. "Apa yang terjadi, mengapa kau bisa kalah!" Wakil dekan Arez juga tak percaya dengan kenyataan tersebut.
"Pa, paman... Sekujur tubuhku terasa sakit. Tanganku seperti mati rasa." Keluh Falmes. Sebagai orang yang merasakan langsung, tentunya dia orang yang paling terkejut.
"Minum ini, itu akan membantu memulihkan mu." Wakil dekan Arez memberikan sebuah benda bulat seukuran kelereng berwarna hijau pekat. Itu adalah pil penyembuhan yang sering digunakan untuk menyembuhkan luka luar maupun dalam. Tapi terlihat pil itu masih tingkat bawah, yang efektifitas penyembuhannya masih tergolong lambat.
"Apa ini?" Seharusnya, hanya dengan kekuatan api yang lebih tinggi, Falmes tidak mungkin dapat dikalahkan. Apakah mereka menggunakan trik?" Batin wakil dekan Arez.
"Yo... Bagaimana? apa kau tertarik sekarang?" Zefier bertanya pada Falmes.
"Kurang ajar...! Kalian melakukan trik. Itu curang!" Wakil dekan Arez geram melihat kedatangan Zefier yang bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.
"Curang? Itu hanya sebuah latihan kecil yang baru kuberikan kepadanya. Tapi aku tak menyangka, dia bisa membuat efek sampai ketingkat ini." Zefier membela diri.
Wakil dekan Arez tak terima dengan alasan Zefier yang tidak masuk akal. Selam berpuluh-puluh tahun dia menjadi pengajar bahkan dengan jabatan tertinggi, bagaimana mungkin dia bisa dibodohi. Sejarah tak pernah menuliskan tentang kesalahan dalam susunan tingkatan api. Hanya kecurangan yang dapat menjelaskan kekalahan Falmes.
__ADS_1
"Huh! Anak muda... Puluhan tahun sebelum kau lahir, aku sudah menggeluti dunia beladiri. Baru kau saja yang mengatakan bahwa api biru dapat dikalahkan oleh api ungu, apa lagi di ranah yang lebih rendah."
Zefier tersenyum. Dia berbalik arah menuju Leo, mendiamkan wakil dekan Arez dan juga Falmes.
"Kau benar-benar tak tahu sopan santun. Apa begini caramu berbicara pada orang yang lebih tua!" Wakil dekan Arez, mengumpat kesal.
"Aku juga ingin membantu orang-ku. Apa begini sifat asli seorang petinggi akademi Xolfrods, membiarkan orang yang terluka begitu saja." Zefier membalikkan kata-kata wakil dekan Arez.
Wakil dekan Arez terdiam. Di benar-benar malu sekaligus marah saat mendengar kata-kata yang ditujukan padanya.
"Anak ingusan....!" Bentak wakil dekan Arez. Kali ini dia tampak tak bisa mengendalikan diri. Dia berdiri sambil mengepalkan tangan. Luapan-luapan energi bergerak menjalar dan menyatu di kedua tangannya. Seiringan dengan itu, tangannya juga diselimuti api kuning.
Dari segi kelangkaan, mungkin apinya masih kalah dengan beberapa murid lain. Tapi yang membuat wakil dekan Arez dapat menjadi seorang master bahkan dengan jabatan tinggi di akademi terkenal, tentunya dari segi kekuatan.
"Ti, tingkat Matahari...?!"
Semua orang kaget saat mengetahui ranah wakil dekan Arez. Mereka sontak memuji-muji atas pencapaian besar yang sangat jarang dijumpai dimana-mana.
Ya, wakil dekan Arez hanya menggunakan secuil kekuatannya, dan sudah cukup membuat orang-orang disana merinding.
...
Wakil dekan arez bersiap memberi pelajaran pada Zefier, tapi dia dia merasa ada sesuatu yang tak beres. Entah mengapa, samar-samar dia merasa sebuah tekanan berlahan menindih dirinya.
"Apa ini! Siapa gerangan yang memiliki kekuatan energi sebesar ini?!" Gumam wakil dekan Arez. Wajahnya mulai terlihat seperti orang yang sedang menahan beban berat di pundak. Kakinya mulai gemetar, badannya bahkan sudah sedikit condong dan akan jatuh ketanah.
Tapi hal seperti itu, tidak hanya dirasakannya seorang diri. Semua orang yang ada dibelakangnya, ternyata sudah tergeletak paksa di tanah.
__ADS_1
"Toloooong, tolong aku...!" Situasi tiba-tiba berubah. Orang-orang yang tadinya lebih tenang, sekarang dihantui kepanikan. Bagaimana tidak. Mereka bahkan tak sanggup menggerakkan satupun bagian tubuh. Hanya suara minta tolong yang dapat mereka teriakkan.
Wakil dekan Arez terlihat kebingungan. Tapi masih belum tau penyebab terjadinya semua ini.
Hingga tiba-tiba sebuah bayangan hitam berlahan meliputi semua orang, seperti awan yang menutupi matahari, membuat teduh di bumi. Sebuah benda terbang menyerupai bentuk perahu, namun puluhan kali lebih besar, melintas di zona udara akademi Xolfrods.
Wakil dekan Arez sampai melotot dan ternganga melihat perahu terbang raksasa tersebut. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, setiap tempat yang dilewati perahu terbang raksasa itu, membuat orang-orang maupun binatang mendapatkan tekanan yang luar biasa. Sampai saat ini, bahkan tak seorangpun sanggup berdiri jika perahu terbang raksasa itu benar-benar berada di atas kepala mereka.
Masih dengan kepala mendongak, lutut wakil dekan Arez sudah menyentuh tanah. Bahkan kedua tangannya berusaha menopang tubuhnya yang juga akan rata dengan tanah. Namun usaha itu sia-sia. Tangan tua yang sudah berlapis energi, masih saja tidak sanggup menahan tekanan besar yang berpusat dari perahu terbang raksasa.
"Me, mengapa orang-orang ini bisa berada disini?" Batin wakil dekan Arez seakan mengerti sesuatu.
Disisi lain, hal serupa terjadi pada Zefier, Dan Dzik dan Leo. mereka juga berusaha melawan tekanan. Tapi hasilnya jauh beda seperti yang dialami semua orang.
"Ugh, sialan...! Siapa mereka, mengapa melakukan penyiksaan seperti ini." Leo tampak kesal. Tapi kekesalannya hanya berhenti sampai di mulut. Dia tak mungkin mampu menghadapi kekuatan yang bahkan mampu membuat Zefier terbaring.
Perahu berlahan menjauh. Tekanan berangsur-angsur menghilang. Semua orang kembali berdiri, namun sebagian yang lain masih tak sanggup mengumpulkan tenaga akibat kemampuan mereka yang masih lemah.
["Tuan, ada apa dengan anda?! Seharusnya anda tidak terpengaruh dengan kekuatan lemah seperti ini."] System tiba-tiba muncul dan bertanya pada Zefier.
"Menurut penilaian-ku, sepertinya mereka bukan orang-orang sekitar sini. Mereka tampak memiliki kekuasaan. Aku hanya tak ingin memperlambat pergerakan kita jika sampai berurusan dengan mereka." Jawab Zefier.
"Tebakan anda benar, tuan... Mereka berasal dari dunia tingkat dua. mereka memiliki urusan di sini sebagai duta tambang dan keuangan."
"Semua pertambangan, percetakan dan peredaran uang yang ada di dunia ini, diatur oleh mereka. Tapi lebih tepatnya, mereka hanya mendapat perintah yang secara tidak langsung berasal dari dunia tingkat empat. Atau yang dikenal sebagai tanah dewa." Jelas System.
Zefier mengangguk-angguk. Dia yakin, suatu hari dia pasti akan berurusan dengan para duta tersebut. Tapi, saat ini dia lebih memilih untuk menyelesaikan urusan yang menurutnya lebih penting.
__ADS_1