
Tiga hari kemudian...
Karena belum bisa membawa Falmes untuk ikut bersamanya, Zefier memutuskan untuk tinggal sementara waktu. Apalagi dia juga belum berjumpa dengan Livy, putri tuan Kasra. Luasnya akademi Xolfrods membuat dia kesulitan untuk menemukannya.
Bukan hanya itu, sejak kejadian beberapa hari lalu namanya mulai terkenal, tapi dalam artian buruk. Setiap kali dia bertanya tentang Falmes dan Livy, orang-orang selalu saja menghindar dan tidak memberikan informasi apapun.
Untungnya dia tidak kehabisan akal, ada satu cara yang beberapa hari ini baru terpikirkan olehnya. Kemungkinan besar akan berhasil menarik perhatian orang-orang akademi Xolfrods.
"Hahhh! Aku harap, tindakan ini tidak menimbulkan keributan nantinya." Gumam Zefier sambil mendesah panjang.
Ditempat lain, terlihat Livy sedang berjalan terburu-buru. Dibelakangnya, seorang pria berambut panjang tampak berusaha mengejar.
"Kumohon.... Kali ini kau jagan menolak, adik Livy!" Megion berusaha menyamai laju langkah Livy.
"Maaf, senior Megion.... Aku tidak bisa."
"Kau sudah beberapa kali menolak-ku, masih tak pantaskah aku bagimu setelah apa yang kulakukan selama ini, adik Livy?!"
"Senior! Menghormatimu adalah keharusan. Tapi, menurutimu adalah pilihan. Aku tau usaha senior sangat luar biasa, tapi itu bukan keinginanku." Livy tampak menolak dengan tegas.
Sejak pertamakali Livy memasuki akademi Xolfrods, Megion langsung menyukainya. Mungkin, perasaanya terhadap Livy murni karena cinta. Dia baru berani mengungkapkan perasaannya ketika mereka menjadi senior pembimbing saat ujian para murid di pulau taring. Tapi semua sudah tahu sifat aslinya, itulah yang membuat dia tak berdaya saat menghadapi Livy.
Tidak seperti kebanyakan wanita yang pernah dia rayu, Livy langsung menolak. Tapi namanya suka, perasaan tertolak seperti itu terkadang membuat seseorang semakin giat untuk mengejar. Dalam sehari Megion bisa menembak Livy sebanyak empat kali.
Ya, bagi seorang senior dengan bakat dan kemampuan di atas rata-rata, ditambah lagi dia adalah salah satu anak dari wakil dekan, dia merasa apapun keinginannya harus menjadi kenyataan. Tak ada kata penolakan, jika tidak diterima, orang yang menolak pasti akan mendapat masalah.
"Wanita sialan...! Lihat saja, kau akan merasakan akibatnya, nanti." Megion melontarkan kalimat ancaman. Hanya beberapa hari dia ditolak, sekarang sudah tidak tahan.
Livy mendengar jelas umpatan Megion. Dia sempat berhenti sejenak, membuat Megion mengira bahwa dia akhirnya takluk. Namun beberapa detik kemudian dia melanjutkan langkahnya, meninggalkan Megion yang tampak semakin marah...
__ADS_1
Kembali pada Zefier yang saat ini sedang duduk semeja bersama dua pemuda yang selalu mengikutinya kemanapun, makan di restoran sederhana. Setelah diingat-ingat, dia tak mau terlihat mencolok seperti saat di restoran sebelumnya.
Tapi, tampaknya ada pembahasan yang ingin zefier sampaikan. Ada perasaan bersalah yang tak dapat dia pungkiri setelah apa yang dia lakukan pada Leo dan Dan Dzik.
Zefier ingin segera berbicara, tapi tak tau harus memulai darimana.
"Srek...!" Tanpa berkata apapun, Zefier memberikan masing-masing sepuluh batu energi kepada Dan Dzik dan Leo.
Sungguh, mendapatkan batu energi yang begitu banyak, jelas sesuatu yang sangat mengejutkan bagi semua orang. Tapi Leo dan Dan Dzik sudah tidak heran dengan hal itu. Bagi mereka, perbuatan Zefier kali ini, cukup memunculkan banyak tanda tanya.
"Ada apa ini?" Dan Dzik bertanya heran pada Zefier. Leo juga menatap Zefier dengan tatapan yang agak asing.
Masih belum menjawab kebingungan kedua pengikutnya, Zefier menyodorkan sepucuk surat pada Leo. "Bacalah! Itu surat titipan dari ayahmu." Pintanya.
Seperti biasa, Tampa banyak tanya, Leo membaca surat tersebut. Beberapa kali wajahnya menunjukkan ekspresi senang. Berdasarkan isi surat, ternyata tidak terjadi apa-apa pada ayah dan para pengikutnya. Hingga diakhir surat, wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut.
Setelah membaca seluruh isi surat, Leo kembali menatap Zefier. Ada pertanyaan yang hendak diungkapkan namun masih belum sanggup diucapkan, mengingat kebencian yang selama ini dia tujukan pada Zefier.
"Tapi...." Leo ingin berbicara tapi tak sempat, karena Zefier langsung memotongnya.
"Jujur saja, sampai kapanpun kau tak akan bisa melukai aku. Jadi, kau tak perlu merasa bersalah." Potong Zefier.
Perkataan Zefier memang tepat sasaran. Namun, dia masih tidak mengerti apa tujuan Zefier melakukan hal semacam ini.
Sekarang Zefier menatap Dan Dzik, lalu mengulurkan sebelah tangannya. Dati tangan tersebut, tercipta sebuah formasi yang pernah dia tunjukkan dihadapan Dan Dzik. Tak berapa lama kemudian, formasi itu mulai memudar dan pecah seperti kepingan kaca.
"Dan Dzik... Aku telah membebaskan mu dari perjanjian api. Setelah ini, kau tak perlu merasa terikat." Ujar Zefier.
Dan Dzik tak percaya, sebab saat itu Zefier begitu ngotot untuk menjadikannya sebagai pengikut. Jika tidak, mana mungkin perjanjian api itu dia lakukan.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang terjadi?!" Dan Dzik makin linglung dengan sikap tak menentu Zefier.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin meminta maaf karena telah memaksa kalian hingga sejauh ini. Setelah dipikir-pikir, caraku mengajak kalian sudah pasti salah."
"Setelah ini, aku harap kalian tak memiliki dendam padaku. Kalian bisa melanjutkan jalan kalian masing-masing."
"Dan satu lagi...." Zefier mengeluarkan secarik kertas, lalu memberikannya pada Dan Dzik." Ini adalah latihan yang aku beri pada Leo. Seperti yang kalian ketahui, kemampuan ini bahkan dapat menandingi orang dengan kemampuan yang jauh lebih tinggi. Seharusnya kalian bisa masuk ke akademi Xolfrods dengan mudah jika menggunakannya. Ini sekali Gus pelengkap permohonan maaf ku."
Zefier melakukan semua ini, karena seminggu belakangan ada perasaan beban dihatinya, berpikir mungkin inilah penyebab perasaan aneh tersebut. Terbukti, hatinya seketika itu langsung terasa plong.
"Oh, ya, Dan Dzik.... Sebagai keturunan yang berbeda, seharusnya kau akan cepat memahami dan mempelajari kemampuan itu." Ungkap Zefier lagi.
Mendengar perkataan Zefier, Dan Dzik cukup terkejut. Ia teringat ayahnya yang berkali-kali menegaskan padanya bahwa mereka adalah keturunan yang berbeda. Meskipun sampai sekarang, jika dia menanyakan hal itu, ayahnya masih tidak mau menjawab.
"Keturunan berbeda? Apa yang kau maksud?" Tanya Dan Dzik. Berharap mendapatkan jawaban yang selama ini membuatnya penasaran.
"Ah, tidak.... Maksudku, kau berbeda karena sangat berbakat. Apalagi dengan api langka yang kau miliki." Zefier berbohong. Dia hanya tidak mau mengungkapkan hal yang tidak mungkin bisa dipercaya semudah itu.
Dan Dzik menyadari kebohongan Zefier. Hanya saja dia tak ingin memaksanya untuk memberi tahu akan hal itu.
"Setelah sejauh ini, kau tiba-tiba berubah. Aku hanya ingin tahu mengapa." Leo kali ini angkat bicara.
Sebenarnya zefier bermaksud menutupi maksud dia merekrut mereka berdua. Tapi tak ada.salahnya juga jika harus memberitahu mereka.
Dia kemudian menceritakan tentang yang dia ingin lakukan bersama-mereka. Bercerita tentang balas dendam, bercerita tentang pembentukan sebuah kesatuan dimana dia sendiri yang akan melatih mereka hingga menjadi kuat.
"Baiklah.... Sebelum berpisah, aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian. Beberapa hari ke depan, aku akan membuat sebuah pengumuman yang mungkin membuat kalian tertarik. Jadi sebaiknya Jagan ketinggalan." Ucap Zefier.
Zefier kemudian berdiri, pergi meninggalkan mereka. Akan tetapi baru beberapa langkah dia berjalan, tiba-tiba dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
__ADS_1
"Flyn...?! Apakah terjadi sesuatu? Mengapa dia menggunakan kekuatannya?" Batin Zefier, terkejut.
Bersambung....