System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Tak Dapat Bertahan....


__ADS_3

Selain Livy, semuanya masih merasa bimbang untuk mengambil keputusan. Tapi, rasanya cukup terpukul mengetahui hanya seorang wanita yang menerima tantangan tersebut. Apakah mereka masih pantas disebut sebagai lelaki?


Pada akhirnya mereka semua setuju setelah Zefier mengatakan, "Tenang saja, aku akan meningkatkan energiku secara berlahan."


"Baiklah, tuan muda.... Kami juga akan ikut." Jawab Leo sedikit merinding. Yang lain juga mengangguk setuju. Sampai saat ini, sementara Livy belum menyadari perasaan yang dialami semua orang.


"Oke, untuk pertama, aku akan menggunakan energi tingkat satu. Aku akan menjentikkan jari sebagai tanda pergantian tingkatan energi." Ucap Zefier menjelaskan.


"Sesuai permintaan anda, tuan muda... Mohon bimbingannya." Ucap mereka.


"Kalau begitu, mari kita mulai...!"


Setelah berkata begitu, energi tingkat satu mulai keluar, meluap dari tubuh Zefier. Lalu berlahan memberi tekanan pada semua orang. Sampai saat ini mereka belum merasakan kendala yang berarti. Tapi itu masih permulaan, energi masih akan terus meningkat.


Beberapa menit kemudian, berlahan tapi pasti, beberapa orang terlihat mulai merasakan dampak, wajahnya seakan menunjukkan apa yang mereka rasakan saat ini.


Kaki pegal, badan lemas, dan keringat menetes membasahi tubuh. Dua orang saling berpandangan, berusaha untuk tidak mengalah satu sama lain. Meski mereka orang pertama yang direkrut Zefier, tapi keduanya adalah yang terlemah disana. Ya, dia adalah Leo dan Dan Dzik.


Tak salah lagi, dengan ranah mereka saat ini, kemungkinan besar merekalah yang akan menyerah terlebih dahulu. Hanya saja, semangat mereka untuk terus bertahan ternyata membuahkan sedikit hasil, beberapa mantan bawahan tetua Braham yang berada di ranah bumi, tampak mulai menyerah satu persatu.


Melihat fakta itu, tetua Braham dan tetua Je terlihat agak terkejut. Meski mereka masih kelihatan santai, tapi bagaimana mungkin orang yang berada di ranah api sedang dan api besar dapat menandingi ranah bumi. Ini merupakan hal yang mustahil.


Mata duo tetua terus menatap Dan Dzik dan Leo, hingga kedua pemuda itu akhirnya menyerah, entah mengapa duo tetua merasa sedikit lega.


Disertai dengan menyerahnya Leo dan dan Dzik, seluruh mantan bawahan tetua Braham juga tampak tak sanggup lagi. Beberapa menit kemudian, barulah Livy juga ikut tumbang.


"Haaah! Cuma bisa sampai sini." Livy meniupkan nafas panjang. "Tapi, apakah kekuatan tuan muda benar-benar mampu menekan duo ranah nerak itu?" Gumam Livy penasaran.


Dengan tingkatan yang sangat jauh, tentu duo tetua masih terlihat santai. Bahkan mereka seperti tak mengalami apapun.

__ADS_1


"Ranah kalian terlalu jauh, apakah kalian setuju bila aku percepat peningkatannya?" Tanya Zefier.


"Sesuai keinginan anda, tuan muda!" Jawab tetua Braham dan tetua Je hampir bersamaan.


"Baiklah! Kalau begitu...." Zefier meningkatkan tekanan yang jauh berbeda dari sebelumnya. Bersamaan dengan itu, barulah ekspresi duo tetua terlihat agak berbeda.


Livy tak percaya itu, bagaimana mungkin seorang pemuda yang sebaya dengannya, mampu melakukan hal seperti itu. Dan yang lebih membingungkan lagi, Livy tidak dapat membaca tingkat kultivasi Zefier.


Tak lama setelah itu, tetua Braham dan tetua Je memberikan isyarat bahwa mereka menyerah. Zefier pun segera menghentikan tekanan energinya lalu menghilang begitu saja.


"Bagaimana? Ini adalah energi tingkat satu. Sebenarnya itu sudah puncak kekuatan energi tersebut. Seharusnya, orang-orang diranah neraka mampu menahannya." Ucap Zefier.


"Lalu....?" Tetua Je ingin menanyakan alasannya.


"Ya, bahkan di tingkatan ini, masih ada kesenjangan yang signifikan diantara kita. Artinya, tingkatan energi kalian belum mencapai puncak tingkat satu." Jelas Zefier. "Bagaimana, apa kalian ingin merasakan energi tingkat dua?" Tanya Zefier, lanjut.


Setelah merasakan tekanan diawal, tentu saja sekarang semuanya semakin tertantang. Tanpa banyak tanya, mereka menyetujui begitu saja.


"Hemmm...." Zefier tampak tersenyum. "Sebaiknya, kalian menggunakan pertahanan terbaik yang kalian miliki." Lanjutnya, mengingatkan.


Bwus, bwus, bwus....!


Segera berbagai macam warna-warni api tampak menghiasi alam disitu. Belasan orang segera mengatur energinya untuk melindungi diri. Setelah merasakan kekuatan energi tingkat satu, sekarang mereka menjadi semakin serius. Siapapun pasti paham, jika level satu saja tak bisa mereka taklukkan, mana mungkin mereka masih bisa bersantai saat dihadapkan dengan energi yang lebih mengerikan.


Setelah melihat kesiapan semua orang,


Tik! Zefier menjentikkan jari. Hanya dalam hitungan detik, "Bruk, bruk, bruk...!" Semua orang tampak menghantam lututnya ke tanah. tak satupun yang sanggup menerima energi itu melebihi tiga detik.


Zefier sudah memperkirakan hal ini, dia segera menghilangkan energinya yang penuh dengan aura menindas. Meskipun begitu, masih belum ada satupun yang berdiri, termasuk duo tetua.

__ADS_1


Ya, jika mereka tidak menyadari bahwa pelakunya adalah tuan mereka sendiri, mungkin mereka akan mengalami trauma seumur hidup. Bagaimana tidak, mereka bagaikan berada di dalam neraka yang dipenuhi jutaan mahluk raksasa yang siap memangsa.


"Se-per,ti inikah kekuatan intimidasi aura energi tingkat dua!" Gumam mereka, kewalahan.


["Tuan...! Aura tingkat tiga yang tidak sengaja anda gunakan, itu saja sudah dapat membahayakan orang lain, apalagi anda sengaja menggunakannya untuk menindas orang, meskipun tingkat dua, hasilnya seperti yang anda lihat."] Ujar system tiba-tiba.


["Hmmm, benar juga!" Untung tidak ada penduduk yang meninggal saat itu!"] Balas Zefier.


Setelah mendengarkan perkataan system, Zefier menggunakan kekuatan api yang meliputi seluruh bawahannya. Api itu memberikan rasa nyaman, sehingga trauma yang mereka alami berangsur hilang dari ingatan.


Terlihat Satu persatu sudah mulai normal, wajah yang tadinya pucat pasi, kini mulai berseri kembali.


"Bagaimana? Apakah ada yang bisa membedakan kekuatan antara kedua energi yang baru saja aku tunjukkan?" Pertanyaan Zefier terdengar konyol. Bahkan orang gila pun pasti tau membedakannya.


Semua mata terkesima, mereka bukannya mempertanyakan bagaimana cara melakukan seperti yang Zefier lakukan, lebih tepatnya, mereka mempertanyakan tentang siapa Zefier sebenarnya, dari mana asalnya, dan mengapa kemampuan seperti ini tak pernah ada yang mengetahui sama sekali. Bukankah ini adalah kemajuan mutlak dari sebuah kultivasi?


Tentu saja tidak ada yang berani mempertanyakan itu secara terus terang. Atau mereka akan dianggap mencurigai dan tidak mempercayai tuan mudanya sendiri.


"Tuan...! Apa yang harus kami lakukan agar bisa melatih energi seperti yang anda tunjukkan barusan?" Akhirnya tetua Braham kembali menunjukkan semangatnya. Tak hanya itu, ekspresi semua orang tampak begitu antusias saat mengetahui hal ini.


"Tentu saja latihan.... Tapi sebelum itu kalian harus tau, untuk menampung kekuatan yang besar kalian harus memiliki wadah yang kuat. Atau semua yang kalian lakukan hanya akan sia-sia saja."


"Bisa jelaskan lebih rinci maksud perkataan anda, tuan?" Tanya mereka.


"Kalian harus memiliki fisik yang mumpuni agar dapat mengendalikan energi yang nantinya tanpa kalian sadari akan merusak tubuh sendiri. Intinya, pertama-tama kalian harus berlatih fisik. Seiring dengan itu, aku akan mengajari kalian bagaimana cara melakukan kultivasi energi tingkat dua." Terang Zefier.


Setelah mendengarkan penjelasan itu, akhirnya mereka setuju dan menyerahkan semua pelatihan ini dibawah bimbingan Zefier. Semangat menggebu untuk menjadi orang yang lebih kuat, tampak tergambar jelas dalam wajah lugu tersebut.


Disisi lain, "Ayah, sepertinya ayah memberikan hadiah yang begitu menakjubkan. Aku sampai tak sabar untuk memperlihatkan hasilnya, kelak." Batin Livy dan Leo, bersamaan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2