System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Kembali ke Akademi Xolfrods


__ADS_3

Tak ada manusia yang benar-benar pernah menggapai tingginya langit, tak pula ada yang benar-benar pernah menyelami dalamnya lautan. Kendati demikian, tak pernah pula ada yang benar-benar memahami alam yang tercipta diantar keduanya.


Ini adalah pengalaman pertama dalam hidup mereka, melihat kemampuan yang belum pernah disaksikan sebelumnya.


Tembakan laser api merah, ternyata mampu menjangkau jarak yang begitu jauh, lima perahu terbang yang menjadi sasaran, habis dalam satu hantaman. Tak hanya itu, puncak bukit yang ada dibelakangnya juga hilang bagai ditelan kegelapan.


"Mu- mustahil...!" Ucap Simeon penuh ketakutan. Keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya. Dengan mata kepalanya sendiri, dia menyaksikan ratusan orang yang dikumpulkan dalam waktu berbulan-bulan, lenyap dalam satu semburan.


Simeon terduduk mematung, badannya lemas bagai tak bertenaga. Kesombongan yang baru saja dia bangga-banggakan, sekarang sudah tak bisa diharapkan.


"To- tolong...! Tolong Ampuni aku." Ucap Simeon, mengharap belas kasihan. Terlihat perisai yang dia ciptakan sudah dipenuhi retakan karena tak mampu menahan dampak dari panasnya tembakan laser api. Bahkan perahu terbang yang tidak dilindungi Zefier, semuanya habis terbakar.


Zefier tidak menanggapi Simeon dan membiarkannya begitu saja. Baginya, siapapun memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan pertama, asal tidak terlambat mengucapkannya.


Syut...! Perisai api yang Zefier ciptakan, menyusut lalu menghilang. Flyn kembali ke wujud aslinya, kemudian berubah lagi ke wujud manusia.


"Master...." Sapa Flyn.


"Bagus...! Kemampuanmu semakin meningkat." Puji Zefier.


Dibelakang, tetua Braham dan tetua Je serta seluruh bawahan yang tersisa, tampak mengalami ketakutan yang luar biasa. Ketakutan itu bahkan lebih besar dari sebelum mereka menjadi bawahan Zefier.


Terngiang dibenak mereka, andai yang mereka hadapi sebelumnya adalah Flyn yang sekarang dan tak terkendali, kemungkinan saat itu mereka sudah menjadi abu.


...


Dua perahu raksasa dan satu perahu besar, terbang beriringan. Itu perahu yang Zefier rampas milik duta keuangan serta duta pil dan obat-obatan.


Didalam salah satu ruangan yang sudah menjadi ruangan pribadi, Zefier melihat pemberitahuan dilayar transparan yang muncul silih berganti.


["Selamat...!"], ["Selamat...!"], ["Selamat...!"]...


["Warning...!"], ["Warning...!"], ["Warning...!"]...


"Wah.... Ternyata aku masih mendapatkan poin positif. Tapi tak disangka potongan poinnya begitu besar." Ucap Zefier pada system.

__ADS_1


"Ya, nilai positif itu berdasarkan apakah yang tuan kerjakan bermanfaat atau tidak untuk tuan sendiri. Seperti merebut harta duta keuangan dan duta pil." Ucap system. "Adapun dibalik itu semua, tuan terhitung membuat kerusakan yang besar sehingga mendapat pengurangan yang lebih besar pula." Jelas System panjang lebar.


"Yah, tidak masalah.... Aku juga tidak tahu mau diapakan poin sebanyak ini." Balas Zefier.


"Tuan... Apakah anda ingin membeli seni beladiri yang baru...?


"Sepertinya, tidak untuk sekarang. Aku ingin fokus dulu meningkatkan api biru."


"Mmmm... Begitu, ya!"


"Eh? Ada apa system? Kau terdengar berbeda hari ini." Zefier merasakan cara bicara system yang agak janggal. Dia tidak pernah melihat system yang seperti orang kebingungan.


"Tuan.... Sebelumnya, tuan memutuskan untuk melepaskan dua pemuda yang tuan jadikan pengikut atas dasar rasa bersalah. Sekarang, tuan malah merekrut banyak pengikut dengan cara yang lebih bar-bar. Aku tidak mengerti...!"


"Tidak bisa kah kau membedakan antara keduanya?"


"Maksud tuan....? Aku masih belum mengerti!"


"Aku merekrut kedua pemuda itu dengan paksaan, sedangkan orang-orang ini.... Bukankah mereka sendiri yang ingin menjadi pengikut-ku?" Terang Zefier.


"Oh, ternyata begitu." Ucap System, paham.


Baru saja membuka pintu, seorang wanita dan pria segera memberi salam.


"Tuan muda....". "Master...." Sambut kedua orang itu bersamaan, tapi dengan panggilan yang berbeda.


"Oh, Flyn.... Kebetulan sekali, panggil semua orang untuk berkumpul di ruangan utama." Perintah Zefier.


"Baik, master...!" Seperti biasa, Flyn selalu taat.


"Dan kau...." Zefier tampak kebingungan karena belum tau nawa wanita dihadapannya itu.


"Leena, tuan... Panggil aku Leena!" Ucap wanita itu memperkenalkan diri.


"Leena.... Mengapa anda disini?" Tanya Zefier.

__ADS_1


"Tuan muda.... Saat anda membantu melepaskan saya dari pria bejat obat-obatan itu, bukankah saya sudah berjanji untuk menjadi pengikut setia anda, tuan." Jawab Leena.


"Ya, tapi bukan itu maksudku.... Kau bisa pergi kemana saja di perahu ini dan tak harus berjaga di pintu ruangan ku."


"Tapi, tuan.... Semua yang ada disini hanyalah laki-laki. Seharusnya tuan memiliki seorang wanita yang dapat menghibur tuan." Sambung Leena.


Leena memang tak merasa berlebihan jika harus menawarkan diri. Wajahnya terbilang cukup cantik dan menawan. Hanya saja, Zefier sendiri belum tertarik mengenai hal itu.


"Leena... Apa kau tidak memiliki keluarga yang mengkhawatirkan mu? Mengapa kau semudah ini menawarkan diri pada orang lain?" Tegur Zefier


Leena tercengang mendengar pertanyaan itu. Dia tau bahwa ini adalah perbuatan buruk. Tapi demi keamanan keluarganya, tak ada cara lain selain bergantung pada Zefier yang menurutnya bisa mengatasi tuan muda yang mengaku dari duta pil dan obat-obatan itu.


"Tentu saja ada, tuan. Karena itulah aku melakukan ini. Aku ingin tuan melindungi keluargaku." Jawab Leena berterus terang. Wajahnya diliputi kesedihan.


"Melindungi keluargamu? Jangan konyol...!" Zefier sedikit membentak.


Leena terkejut mendengar ucapan zefier yang terkesan menolak. "Kau adalah pengikut-ku, Kau hanya perlu meminta dan tak harus mengorbankan harga dirimu seperti ini." Sambung Zefier.


Setelah mendengarkan pernyataan Zefier, Leena terduduk sambil menitikkan air mata yang sudah tak terbendung. Dia tak menyangka, ternyata Zefier rela membantunya Tampa meminta imbalan apapun.


Zefier mengangkat pundak Leena agar berdiri. "Sudahlah, air matamu takkan membantu apapun. Ada saatnya kau membalas semua orang yang kau benci. Aku tak sembarang mengajak orang sebagai bawahan. Aku pasti akan melatih kalian agar menjadi sangat kuat." Ucap Zefier.


Leena menatap mata Zefier. Tak ada sedikitpun kebohongan dalam ucapannya. Bahkan dia lebih terkejut, dia seakan melihat kesedihan yang lebih hitam dibalik tatapan itu.


"Master.... Semuanya sedang menunggu anda!" Flyn datang melapor.


"Ya, aku akan segera kesana." Jawab Zefier.


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruangan yang dimaksud. Setelah tiba disana, Zefier segera mengutarakan niatnya.


"Dengarkan semuanya.... Kita akan menuju akademi Xolfrods. Disepanjang jalan, aku ingin kalian membagi-bagikan uang dan obat-obatan yang ada di perahu besar itu. Bagikan kepada orang yang berada 800 meter dari pusat radius lintasan kita." Terang Zefier.


"Bukan bermaksud menolak, tapi apakah tujuan semua itu, tuan muda?" Tanya tetua braham. Saat ini dia memang bawahan Zefier, tapi masih ada perasaan tak rela jika membagikan harta yang selama ini dia jaga.


"Tanpa dijelaskan, nantinya kalian akan tahu sendiri...."

__ADS_1


"Baik, tuan muda.... Semua akan kami lakukan sesuai perintah anda. Serahkan saja sepenuhnya pada kami." Tetua Je tampak menyela. Mengingat tetua Braham yang mulai lancar bersilat lidah, dia takut ada salah bicara dan menimbulkan kesalahpahaman. Meski dia yakin tuan mudanya ini bukan orang yang seperti itu, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti.


Bersambung...


__ADS_2