System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Api Biru...


__ADS_3

Den Dzik, panjang lebar berbicara tentang mengapa dia ada di perahu terbang itu serta memberitahukan tujuannya. Dia juga mendengarkan keluhan yang disampaikan oleh Doga.


"Tenang saja, paman...! Itulah tujuanku mendatangi paman. Aku dan ketiga temanku yang akan menghadapi dia." Tawar Dan Dzik.


"Apa kau yakin...? Paman tidak meragukan kehebatan mu, tapi jika kau sampai terluka, bagaimana paman akan bertanggung jawab pada ayahmu nanti?" Doga merasa khawatir. Sepertinya, ayah Den Dzik alias Liam Dzik memiliki posisi di matanya.


"Paman... Jika orang seperti dia saja aku tidak bisa tangani, apakah aku punya wajah sebagai putra Liam dzik? Apa lagi aku adalah murid undangan akademi Xolfrods, bagaimana bisa aku kalah begitu saja."


"Tapi...!" Doga masih terlihat cemas.


"Aku jamin, tidak akan ada yang mengadukan hal ini pada ayah..." Potong Dan Dzik.


Tak panjang lebar, Dan Dzik berbalik badan untuk menghadapi Zefier. Beberapa orang yang berasal dari kota yang sama dengannya, mendukung dengan menyebutnya sebagai tuan muda.


"Semangat, tuan muda Dan Dzik...!"


"Semangat, tuan muda Dan Dzik...!"


Suasana semakin riuh. Sorakan semua orang membuat pertarungan selanjutnya seperti berada di sebuah arena laga. Kata-kata semangat hanya terlontarkan pada orang yang terkenal saja.


"Tuan muda, Dan Dzik... Jangan kalah dengan orang itu. Taklukkan dia dengan satu pukulan."


Meski mendapat semangat dari para penumpang, tetap saja ada rasa tak percaya diri pada Dan Dzik. Sebab, ini pertama kalinya dia melakukan pertarungan sungguhan. Sedangkan selama ini dia hanya bertarung di atas arena dengan sebuah peraturan yang mengikat. Meskipun rekor bertarungnya masih belum terpecahkan.


"Hufff...!" Dan Dzik menghela nafas, gugup.


Di tempat lain dengan waktu bersamaan di ruangan khusus kemudi perahu terbang...


"Kapten, terjadi keributan di teras kapal... Apa yang harus kita lakukan...?" Seorang bawahan melapor pada kapten perahu terbang.


"Apa kau tahu, siapa yang sedang bertarung...?"


"Menurut para penumpang, itu adalah pedagang sukses terkenal yang bernama Doga. Serta seorang penumpang khusus yang kita bawa dari kota Aramelo."


"Apa maksudmu putra Liam Dzik...? Orang yang mendapat undangan sebagai murid khusus di akademi Xolfrods?" Kapten terlihat terkejut.


"Benar, kapten...!"


"Kalau begitu, panggil beberapa praktisi untuk membantunya. Aku akan segera menyusul." Perintah kapten.

__ADS_1


"Siap, kapten...!"


Dengan tegas bawahan itu segera melaksanakan perintah kapten. Tepat sebelum Dan Dzik dan Zefier akan berlangsung, bawahan itu segera menghentikan.


"Berhenti...!" Teriak bawahan kapten. "Dilarang ada pertarungan di kapal ini, atau kalian akan dikenakan sangsi." Lanjutnya.


Sontak semua orang segera memandang ke sumber suara. Termasuk Zefier, Doga dan Dan Dzik.


"Siapa kau, mengapa kau menghentikannya." Doga bertanya pada bawahan tersebut.


Bawahan kapten segera mendatangi Doga, tampaknya dia membisikkan sesuatu.


"Pst, pst...! Aku diperintahkan oleh kapten agar membawa praktisi pilihan dan membantu tuan muda Dan Dzik. Kapten tak ingin jika tuan muda sampai terluka." Bisik bawahan kapten pada Doga.


Mendengar bisikan itu, Doga menjadi lega. Bukan karena dia mendapat bantuan, melainkan karena ada orang yang akan menggantikan Dan Dzik. Sepertinya, ketakutannya tentang putra Liam Dzik itu bukan sekedar isapan jempol.


Doga mengangguk. Dia berusaha menghampiri Dan Dzik dan berkata, "Kau mundur saja, paman sudah menyiapkan pengganti untuk menghadapinya." Ucap Doga.


"Benarkah, paman...? Tapi aku terlanjur tertarik dengan orang ini." Balas Dan Dzik.


"Pokoknya, kau jangan melakukan apapun sampai bantuan datang."


"Baiklah, paman... Aku mungkin hanya akan berbincang-bincang dulu."


"Kau, jika tidak tau permasalahannya, sebaiknya tidak usah ikut campur." Zefier tiba-tiba angkat bicara.


"Hahaha, kupikir kau hanya bisa diam... Tapi aku melakukan ini bukan untuk ikut campur, melainkan untuk menolong kenalan ayahku saja." Balas Dan Dzik.


"Menarik...!" Ucap Zefier.


"Kau juga, menarik...! Aku tak menyangka, kau terlihat seusia denganku tapi berani melawan orang banyak hanya sendirian."


"Aku tidak bermaksud sombong... Maukah kau menjadi pengikut setiaku...?" Pernyataan Zefier sontak membuat Dan Dzik tertawa.


"[Egh... Tuan, kata-kata anda, bahkan mengandung kesombongan yang berlebihan. Bagai mana anda mengatakan itu bukan sombong...]" System langsung memprotes kalimat Zefier.


"[Benarkah...?]" Zefier tak menyangka, system langsung meresponnya. Padahal selama ini System tak pernah andil saat ia berbicara dengan orang lain.


"Hahaha...! Bukan sombong, lalu apa maksud kata-katamu itu...?" Dan Dzik tak bisa menahan tawa atas pernyataan Zefier yang terdengar kontroversi.

__ADS_1


"A, aku serius mengatakannya..." Zefier langsung sadar setelah mendengar tanggapan Dan Dzik yang tak jauh berbeda dengan System.


"Ternyata naluri ku benar, kau sungguh menarik... Apa yang kau miliki untuk membuat aku menjadi pengikut mu?" Dan Dzik balik bertanya.


"Aku tau, kau salah satu jenius langka. Aku akan memberikanmu pelatihan yang akan membuat kultivasi mu melaju pesat." Jawab Zefier.


"Serius...? Apa kau bisa membuktikannya?"


Zefier menganggu. "Tentu saja..."


"Dengan apa...? Ah, tidak... Begini saja. Bagaimana jika kau bertarung denganku, jika aku kalah maka aku bersedia mengikuti mu. Bagaimana...?"


"Hmmm... Sepertinya kurang tepat." Ucap Zefier.


"Kurang tepat...? Apa kau berpikir untuk mengalahkan yang lebih lemah?"


"Bukan, bukan itu maksudku. Bagaimana jika aku melawan kau dan ketiga orang temanmu serta dua orang yang ada disan." Zefier menunjuk kearah dua orang yang baru datang menemui anak buah kapten.


Doga yang mendengar itu, langsung terkejut. Entah itu kebetulan, kedua orang yang baru datang itu memang sengaja dipanggil untuk menghadapinya. "Apa dia tau rencana ku...?" Batin Doga.


"Tidak seperti pengakuan mu di awal, kata-katamu terdengar semakin sombong. Apa alasanmu juga mau melawan dua orang itu?"


"Simpel. Mereka terlihat seperti orang yang paling kuat diantara penumpang disini. Aku juga yakin kalian bersekongkol." Jawab Zefier.


Dan Dzik menoleh kearah Doga. Doga mengangguk, menandakan apa yang dikatakan Zefier adalah benar.


Mendapati itu, Dan Dzik merasa sedikit terkejut. Padahal dia yang diberi tahu tentang bantuan yang akan datang, tapi dia sendiri tak menyadari hal tersebut.


"Hmmm.... Sepertinya kau bukan sekedar omong kosong..." Ucap Dan Dzik sedikit menyadari keanehan pada Zefier. "Tapi aku ingin menghadapi mu satu lawan satu." Lanjutnya.


"Kalau itu yang kau mau, aku tidak akan menolak. Yang penting, kau tidak akan mengingkari janjimu setelah ini." Ucap Zefier.


Baru saja Zefier selesai berkata-kata. Tiba-tiba aura di seluruh penjuru perahu terbang berubah drastis. Terpancar hawa panas yang menyebar dan menjalar kemana-mana. Semua orang segera mundur, mencari posisi aman.


Tapi tidak dengan Zefier. Dia tetap berada di tempat semula tanpa bergeming dan menunjukkan ekspresi takut. Dia bahkan tidak menunjukkan kekuatannya Sam sekali.


Tapi tiba-tiba...


"Wuah...! Lihat itu, bukankah itu api biru...?" Orang-orang menunjuk kearah Dan Dzik.

__ADS_1


Semua orang terkejut melihat penampakan api yang masih begitu langka di kalangan awam. Bagi mereka, inilah pertamakali melihat api tingkat empat itu, seumur hidup.


Bersambung....


__ADS_2