System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Kekalahan Mutlak...


__ADS_3

Angin bertiup kencang, ribut tak menentu. Situasi menjadi sangat kacau akibat fluktuasi energi dan panas api yang menyebar dan saling beradu dari tubuh tetua Braham dan Jorga.


Kedua orang itu tampak sedang menggunakan serangan pamungkas untuk menentukan pemenang dari pertarungan ini.


Tetua Braham menggunakan jurus yang sebelumnya digunakan saat mencoba membunuh Flyn, yaitu pedang Api raksasa. jurus itu juga sudah dia gunakan sekali melawan Jorga namun dengan hasil yang seimbang.


Disisi lain, Jorga terlihat menggunakan jurus yang sama. Namun fluktuasi energi dan panas api, jauh berbeda dan lebih meningkat dari yang sebelumnya. Tampak api kuningnya menyelimuti ujung kapak secara melingkar, sehingga lebih mirip seperti bola api diujung tombak.


"Kapak matahari...!" Teriak Jorga, seraya berlari kearah tetua Braham.


Tetua Braham masih belum menyelesaikan jurusnya, lebih tepatnya, dia sedang menunggu sesuatu.


Saat Jorga sudah kian mendekat, "Pedang api raksasa...!" Teriak tetua Braham. Bersamaan dengan itu, tetua Je dengan cepat berlari dan menempelkan kedua tangannya pada tubuh tetua Braham.


Ya, tetua Braham menunggu momen ini hanya untuk membuat Jorga lengah dan tak menyadari bahwa mereka akan melakukan kolaborasi jurus seperti sebelumnya.


Tap...! Tangan tetua Je menyentuh punggung tetua Braham. Dalam waktu singkat, kemampuan pedang raksasa milik tetua Braham terlapisi oleh dua jenis api. Api kuning tetua Braham dan api ungu tetua Je. Walau jurus ini termasuk beresiko jika dilakukan terburu-buru, namun tampaknya tetua Je dapat melakukan meski tidak maksimal.


Melihat apa yang terjadi dihadapannya, Jorga sadar, ini bukan lagi pertarungan antara dia dan tetua Braham. Tapi apa mau dikata, semuanya sudah terlambat. Dia sudah berada didepan tetua Braham dan tak mungkin menghindari adu kekuatan tersebut.


Mau tak mau, Jorga harus tetap melayani jika tak mau mati konyol. Setidaknya, dia bisa sedikit menahan dampak kerusakan dari pedang duo tetua kemungkinan ada kesempatan untuk tetap hidup.


Booom! Kedua jurus beradu. Seperti yang sudah diperkirakan, Jorga langsung tertekan. Bisa menahan sesaat dua praktisi ditingkat yang sama, ini sudah merupakan hal yang hebat.


Tapi lagi-lagi ini satu lawan dua. Jelas jelas Jorga tak sehebat itu, sampai mampu sepenuhnya menahan kekuatan duo tetua. Beberapa detik kemudian, darah mengalir dari celah bibir dan lubang hidungnya. Dia juga sudah mulai kehabisan tenaga.


Duar...!


Terjadi ledakan saat Jorga mencoba menepis dan mengarahkan jurus duo tetua ketempat lain. Alhasil, dia tetap terserempet dan terpental belasan meter akibat ledakan jurus tetua Jorga yang menghantam tanah dan menghasilkan kawah berukuran dua meter.


"Uhuk, uhuk!" Jorga batuk sambil memuntahkan beberapa teguk darah segar. Tubuhnya lemas dan tak sanggup lagi bergerak. Hanya mampu mengucapkan beberapa kata dengan tertatih-tatih.


"Si- sialan kau- orang- tua! Beraninya main curang." Ucap Jorga sepotong-sepotong.


"Hehehe, Curang? Benar saja, kau anak kemaren sore.... Dari awal, ini bukan pertarungan antara kau dan aku, tapi pertarungan antara kalian dan kami." Jawab tetua Braham.

__ADS_1


"Ba- bajingan...!" Teriak Jorga kesal, namun suaranya hampir tak terdengar samasekali.


"Pamaaan...!" Simeon berteriak sambil berlari menuju Jorga yang terluka parah. Dia segera memberikan beberapa pil penyembuh.


"Sialan, kalian...! Aku akan mengadukan hal ini pada kakek." Teriak Simeon, lagi.


"Mengadu sana.... Anak ingusan seperti kalian memang tak pantas berada di luaran sini." Jawab tetua Braham.


Simeon semakin kesal. "Kalian semua, tangkap orang-orang ini. Jangan biarkan satupun yang lolos." Teriaknya, menyuruh para bawahannya.


Seluruh bawahan Simeon segera membentuk barisan penyergapan. Meski hanya diranah bumi, tapi dengan jumlah sebanyak itu, mereka yakin akan menang.


Tapi tiba-tiba...


Tap...! Zefier melompat dan mendarat tepat dihadapan para bawahan Simeon, membuat mereka berhenti mendadak.


"Apa mau pemuda ini!" Gumam para bawahan tersebut.


"Apa yang kalian tunggu, mengapa kalian berhenti!" Bentak Simeon.


Mendengar itu, para bawahan tersadar. Tadinya, naluri mereka mengatakan untuk tidak berhadapan langsung dengan pemuda itu. Tapi sekarang mereka kembali menyerang.


"Flyn...!" Panggil Zefier.


Flyn datang dengan cepat dan menghadap. "Siap, master...!" Jawab Flyn sambil berlutut dihadapan Zefier.


Semua mata terbelalak, tercengang melihat gerakan cepat Flyn. "Apa ini kekuatan mahluk yang tadi ingin kita bunuh?" Ucap tetua Braham pada tetua Je dengan nada sedikit kecut.


"Sepertinya, dia memang menahan diri, tadi." Balas tetua Je dan dibalas lagi dengan anggukan setuju dari tetua Braham.


"Flyn.... Aku akan melepas pembatas kekuatanmu, bisakah kau hancurkan kelima perahu terbang yang ada disana?" Pinta Zefier sambil menunjuk kesebuah arah.


"Dengan senang hati, master..." Flyn dengan patuh memenuhi permintaan Zefier.


Semua orang melihat kearah yang Zefier tunjuk, mata mereka sedikit menyipit untuk meningkatkan jarak pandang pada perahu terbang yang dimaksud.

__ADS_1


Ternyata benar, setelah dilihat lebih teliti, jarak empat kilo dari tempat mereka saat ini, terdapat lima perahu terbang yang berdiam di atas sebuah bukit yang terletak di bagian barat duta keuangan tersebut.


Semua orang terkesima, bagaimana mungkin Zefier bisa mengetahui kalau itu adalah perahu terbang. Apalagi dengan jarak pandang yang tak masuk akal ini.


"Ke- kenapa pemuda ini bisa menyadari ada perahu terbang disana, itu adalah pasukan yang diam-diam aku siapkan untuk menginvasi tempat ini!" Batin Simeon, terkejut. "...tapi, memangnya kenapa kalau dia tau, aku juga sudah mengutus seseorang untuk memanggil pasukan itu. Tunggu saja sebentar lagi." Batinnya lanjut...


Bwuzzz...!


Mata semua orang teralihkan. Flyn berubah ke wujud aslinya, yaitu bentuk api sempurna. Lalu beberapa detik kemudian dia berubah wujud lagi, menjelma sebagai mahluk legendaris yang paling menakutkan di seluruh daratan dunia ini.


"Na- naga...?!"


Para bawahan Simeon yang sudah siap menyergap, menahan langkah dan mengurungkan niat. Mereka menyaksikan sesuatu yang lebih menakutkan daripada kematian. Apalagi naga itu sepenuhnya adalah api.


"Me- mengapa ada mahluk seperti itu di dunia ini? Bukankah dunia ini adalah hunian bagi mahluk-mahluk lemah?" Batin semuanya, bertanya-tanya.


Tampaknya, kengerian yang mereka alami benar-benar menekan jiwa bawah sadar. Belum lagi saat merasakan aura yang terpancar dari tubuh mahluk sakral tersebut, mereka bagaikan hidup di alam yang penuh ancaman dan mencekam.


Flyn dalam wujud naga, membuka mulutnya Lebar-lebar. Diantara rahangnya yang besar, tercipta gumpalan energi yang menciptakan api merah.


Api itu dipadatkan sehingga warnanya berubah semakin gelap. Setelah terus- menerus dipadatkan dan mengalami delapan kali perubahan, akhirnya api menjadi merah kehitam-hitaman.


Pancaran panas yang dihasilkan, sontak membuat udara disekitar menjadi seperti di neraka. Para bawahan Simeon segera berlarian tak menentu arah, yang jelas, mereka tak mau mati tersengat oleh panasnya api.


Disisi lain, Simeon segera mengeluarkan benda pusaka, yaitu segel pertahanan yang menciptakan perisai pelindung, segera mengaktifkan untuk melindungi dia dan pamannya Jorga.


"Ugh...!" Api jenis apa ini, mengapa kekuatannya begitu dahsyat!" Gumam Simeon, terkejut melihat warna api yang belum pernah dia saksikan sebelumnya.


Sementara itu, Zefier membuat perisai dari api yang juga berwarna merah. Perisai api itu tampak elastis, meliputi dan mengikuti bentuk tubuh dan perahu terbang yang akan mereka gunakan. Tak lupa, dia juga melindungi perahu terbang milik duta pil dan obat-obatan tersebut.


"Lu-luar biasa.... Menurut besar dan kekuatannya, seharusnya zona api ini berada ditingkat maksimal." Ucap tetua Braham memuji kemampuan zona api Zefier, meskipun sebenarnya dia tidak pernah menyaksikan kekuatan asli zona api tingkat tertinggi.


Kembali ke Flyn....


Flyn mengarahkan api merah padam itu ke target yang sudah ditentukan. Dengan sekali hentakan, api merah kehitam-hitaman itu itu ditembakkan langsung ke kelima perahu terbang. Tembakan itu mirip seperti laser yang membentuk sebuah garis lurus tanpa cacat, melayang cepat dan tepat sasaran.

__ADS_1


"Di- ditembakkan dari jarak sejauh ini?" Gumam semua orang dengan raut tercengang.


Bersambung....


__ADS_2