System Api Tertinggi

System Api Tertinggi
Kerusuhan Di Perguruan Bintang Timur


__ADS_3

Moran memutuskan untuk mengejar Neber. La'o mengikuti dari belakang sambil terus mengawasi area sekitar.


"Kemana perginya...?" Tanya Moran, dia kehilangan jejak.


"Entahlah...! Sebaiknya kita mengikuti naluri saja."


"Naluri? Apa yang bisa kau ketahui dengan naluri? Cara berpikir mu terlalu dangkal!"


"Setidaknya, masih ada yang kau jadikan patokan, daripada pergi tanpa arahan."


"Huh! Entah mengapa, aku sangat muak melihat orang seperti kau masih bisa hidup sampai sekarang." Ucap Moran, kesal.


"Kau terlalu meremehkan ku! Gini-gini naluri ku jarang sekali meleset." La'o memasang wajah sombong.


"Buktikan...! Aku ingin tahu seperti apa kemampuan otakmu yang kosong itu." Tantang Moran.


"Oke...! Menurutku, sebaiknya kita jangan kemana-mana. Aku sangat yakin, sebentar lagi dia akan kembali." ucap La'o menyanggupi tantangan Moran.


"Hah!" Moran menghela nafas, hal seperti itu, anak kecil juga tau. Meskipun begitu, dia tak menolak dan menyetujuinya.


"Tampaknya kau tak percaya... Begini saja, bagai mana kalau kita taruhan. Jika Neber kembali dengan rusa itu, maka kau baya aku seratus Zel!" La'o menantang balik.


"Oh?! Sepertinya kau sangat yakin!"


"Tentu saja!"


"Baiklah... Kalau kau yang kalah, aku tak terima bon!"


"Sepakat!" Ucap La'o, lalu men-jotos wajah Moran sekali.


"Sepakat!" Jawab Moran. Dia juga membalas jotosan La'o. Yang mereka lakukan adalah salam jotos, sebagai pengingat perjanjian antara mereka agar tak melupakan kesepakatan tersebut begitu saja. Ya, orang seperti mereka sering kali melupakan utang maupun Budi, meskipun bukan faktor disengaja.


...


Beberapa Minggu lalu, di kota Rakion...


"Tuan Flyn, kita telah sampai.... Apakah anda akan beristirahat dulu atau langsung membahas hal ini dengan ayah?" Tanya Falmes.


"Semua terserah padamu. Aku hanya mengikuti perintah master untuk mendapatkan persetujuan dari ayahmu."


"Kalau begitu, kita kembali saja dulu. Karena ayah lumayan sibuk, sebaiknya kita melihat situasi dan kondisi."


"Ya..." Jawab Flyn.

__ADS_1


Sebelumnya, saat masih di akademi xolfrods, Zefier meminta Falmes untuk menjadi pengikutnya. Awalnya dia menolak, namun setelah Zefier mengungkapkan rencananya dan menjanjikannya satu hal, diapun akhirnya setuju. Namun dengan satu syarat...


"Jika benar seperti yang kau katan, aku bersedia mengikuti mu, asal ayahku menyetujuinya." Pinta Falmes.


"Lancang!" Bentak tetua Braham. "Perhatikan begitu caramu berbicara dengan tuan muda, anak muda! Atau aku akan merobek mulutmu!"


Bentakan tetua Braham sontak membuat Falmes terkejut bercampur takut. Tapi dia kembali tenang setelah Zefier menghentikan tetua Braham.


"Tetua Braham, hentikan! Aku sama sekali tak mempermasalahkan itu." Tahan Zefier, saat melihat kemarahan tetua Braham.


"Baiklah... Aku setuju dengan syarat yang kau berikan. Aku harap, kau tak mengingkari kata-katamu." Lanjut Zefier, menyetujuinya begitu saja tanpa tahu maksud Falmes yang sebenarnya.


Walaupun pada awalnya Falmes takut ajakan itu akan berujung paksaan, namun setelah mendengar persetujuan Zefier, diam-diam dia merasa senang. Sebab, itu memang tujuan awalnya. Mana mungkin ayahnya akan membiarkannya pergi, apalagi bersama orang yang tak dikenal dan bahkan telah menyebabkan bahaya padanya.


Jika tiba di rumah nanti, dia akan menceritakan semua kejadian dan menambahkan sedikit bumbu agar ayahnya langsung menolak permintaan tersebut.


"Apakah kau ingin beristirahat dulu, atau ingin segera melakukan perjalanan." Tanya Zefier.


"Mungkin lebih cepat lebih baik...!"


"Kalau begitu, salah seorang bawahanku akan menemanimu. apapun yang kau butuhkan katakan saja padanya." Ucap Zefier.


"Satu orang saja?!" Falmes tampak terkejut.


"Baiklah...!" Jawab Falmes tanpa ada penolakan. "...Ini akan semakin mudah!" Batinnya.


"Flyn!" Panggil Zefier.


Sesaat setelah Zefier memanggil nama itu, entah dari mana sesosok manusia seketika muncul di samping Zefier sambil membungkukkan badan.


"Master...!" Sapa Flyn, memberi salam.


Melihat kemunculan Flyn yang tiba-tiba, Falmes sangat terkejut. "Darimana datangnya orang ini!" Batinnya, penuh curiga.


"Flyn, aku menugaskan mu untuk mengawalnya hingga sampai tujuan. Semua keamanan serat kebutuhannya, aku serahkan sepenuhnya padamu."


"Baik, master..." Jawab Flyn, menyanggupi.


Hari itu, Falmes dan Flyn langsung berpisah dan melakukan perjalanan sendiri.


Kembali ke Falmes dan Flyn saat ini...


Setelah turun dari perahu terbang yang mereka tumpangi, mereka masih harus melakukan perjalanan dengan berjalan kaki selama beberapa jam lagi. Melewati lika-liku perumahan penduduk yang menjurus ke kota, barulah mereka benar-benar Samapi ke tujuan.

__ADS_1


Dua jam kemudian, saat masih diperjalanan dan hampir sampai, Falmes melihat perilaku aneh dan tak biasa pada penduduk sekitar. Dari berbagai penjuru, tampak para penduduk berbondong-bondong berlari menuju ke suatu tempat. Lebih tepatnya, itu adalah yang juga ingin mereka tuju.


"Bu- Bukankah anda tuan muda Falmes, putra tunggal tuan Harold...?" Tampak seseorang yang mengenal Falmes, datang menyapanya.


"Benar... Maaf aku tidak mengenalmu, tapi aku penasaran apa yang sebenarnya dilakukan para penduduk? Aku melihat mereka beramai-ramai pergi kearah yang sama." Falmes balik bertanya.


"Itulah yang ingin kukatakan. Berita itu baru saja menyebar, katanya perguruan bintang timur sedang diserang perguruan lain!"


DEG! Jantung Falmes bergetar hebat.


"Siapa yang melakukannya!" Tanya Falmes, terburu-buru. Tak sabar ingin mendengar jawaban orang tersebut.


"Aku juga tak tahu. Kami baru saja akan kesana, setelah berita itu sampai ke telinga kami!" Jawab orang itu.


Tanpa bertanya lebih lanjut, Falmes langsung pergi begitu saja dan meninggalkan Flyn. Wajahnya dipenuhi kekhawatiran dan kemarahan yang luar biasa. Tangannya mengepal erat, ingin membasmi para pembuat onar itu.


"Jika berita itu benar, aku tak akan membiarkan siapapun pulang dan hidup dalam keadaan utuh!" Gumam Falmes, geram.


Flyn mengikuti dari belakang, wajahnya terlihat sedang berpikir keras. Dia sedang memutuskan apakah dia akan ikut campur dengan urusan keluarga Falmes atau hanya sekedar meminta persetujuan orang tuanya.


Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka tiba di perguruan bintang timur, tepatnya tempat tinggal Falmes. Terlihat kerumunan orang memenuhi halaman utama perguruan tersebut. Di tengah lapangan tampak dua kubu perguruan saling berhadap-hadapan.


"Apakah kau yang bernama Harold...? Aku dengar, perguruan mu adalah yang terbaik disini. Kedatanganku, tentunya untuk menguji apakah aku layak untuk mendirikan perguruan di area ini." Ucap orang yang tampaknya pemimpin kelompok yang membuat keributan tersebut.


"Siapa kau! Beraninya membuat keributan ditempat ini! Kau bahkan melukai beberapa murid-murid ku!" Bentak Harold, tak senang dengan kedatangan orang-orang tak dikenal itu.


"Ah ya, maaf, maaf...! Perkenalkan, aku adalah Roderick. Aku baru saja kembali dari pelatihan selama sepuluh tahun ini. Seperti yang aku katakan barusan, tujuanku tak lain hanya untuk pembuktian." Ucap Roderick.


"Jika kau memang merasa mampu, mengapa tidak langsung membuat perguruan di tempat lain! Tindakanmu ini terlalu berlebihan dan tak bermanfaat sama sekali."


"Hohoho... Tidak bisa begitu! Semua orang harus tau apakah aku layak atau tidak. Jika tidak, bagaimana aku akan berkembang nantinya."


"Cara berpikir mu terlalu dangkal. Tidak ada tradisi seperti itu di tempat ini. Jika kau mau, kau tinggal dirikan saja. Sebaiknya kau segera tinggalkan tempat ini, atau aku mengusir mu dengan kekerasan." Pinta Harold.


"Hehehe... Bagaimana jika aku memilih diusir dengan paksa? Apa kau akan melakukannya?" Tampak Roderick memancing Harold.


"Huh! Karena itu keinginanmu, maka Jagan salahkan aku!"


Harold terpancing emosi. Meskipun telah berusaha memberi sedikit wajah, namun tampaknya Roderick memang benar-benar ingin bertarung. Tak perlu perbincangan lebih jauh, diapun segera menyanggupi kemauan Roderick.


BUZZZ!


Dalam hitungan detik, energinya langsung menyebar ke seluruh tubuh, disertai dengan api kuning yang menyala dan mendidihkan suhu alam sekitar.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2