Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
15. Perasaan


__ADS_3

Raja



Aku langsung membersihkan diri begitu sampai kamar hotel, selesai membersihkan diri aku memilih untuk beristirahat mengumpulkan tenaga untuk acara nanti malam, ah tidak, lebih tepatnya menyiapkan hati dan mental untuk mendengar segala pertanyaan aneh yang akan ku dengar nanti.



Aku terbangun pukul 16.45 belum terlambat untuk Sholat ashar, aku bergegas melaksanakan kewajiban ku, selesai sholat aku tak langsung mandi karena mendengar suara orang mengobrol di depan kamar aku memilih untuk keluar sekedar melihat siapa yang sedang mengobrol.


Ternyata Adrian sedang mengobrol dengan Meera, gadis itu terlihat manis seperti biasanya.



" Pa Raja, anda menginap di sini, wah kebetulan sekali ya kamar kita juga sangat dekat" Seperti biasa pria muda ini selalu tampak bersemangat, ya Adrian tiga tahun lebih muda dari ku



" Pa Adrian menginap di sini juga?"



" Iya pa, itu kamar saya" Adrian menunjuk kamar yang da di sebelah kamar Meera



" Kalau begitu saya masuk dulu ya pa Raja, Sayang..."



" Uhuk"



" Pa Raja tidak apa-apa, Meera ambilkan minum"

__ADS_1



" Tidak perlu pa Adrian saya tidak apa-apa, saya hanya kaget membaca pesan dari kakak saya" dasar bodoh kenapa aku harus terbatuk saat Adrian memanggil Meera dengan panggilan 'sayang', waktu itu di restoran dan sekarang, beruntung aku sedang membaca pesan di ponselku, sebenarnya itu pesan dari operator tapi setidaknya bisa di buat alasan



" Saya masuk duluan, mari pa Adrian bu Meera"



***********


Adrian



Tok tok tok


" Meera kau sudah siap?" Aku dan Meera akan pergi ke acara ulang tahun PT Gemilang Jaya, aku akan kenalkan dia dengan orang-orang disana, aku ingin dia terbiasa dengan acara-acara seperti ini nantinya




" Drian cepat katakan bagaimana penampilan ku"



" Kau sangat cantik Meera, ayo nanti kita terlambat" tak lupa ku gandeng tangan gadis manis ku ini. Rupa nya Raja juga sudah siap



" Sudah siap pa Raja, ayo kita pergi bersama" dia mengangguk tanda setuju


__ADS_1


Kami hanya bertiga di dalam lift dengn posisi ku di antara Raja dan Meera. Sampai di lobby aku langsung mengajak Meera memasuki mobil begitupun dengan Raja dia langsung memasuki mobilnya. Aku melajukan mobil ku dengan kecepatan sedang



" Meer, setelah menikah nanti kau akan lebih sering menghadiri acara seperti ini, oh iya kau sudah menelpon ibu"



" Sudah, aku juga sudah telpon mama, oh iya Dri papa hadir juga kan?"



" Sepertinya tidak papa harus banyak istirahat, akhir-akhir ini kesehatan nya menurun karena terlalu sibuk bekerja makanya aku ke sini untuk membantunya"



" aiihh calon suamiku ini selain tampan ternyata juga sangat berbakti kepada orang tua" aku tertawa kecil mendengar ucapannya



" Baiklah gadis kita sudah sampai, kau tunggu dulu" aku membuka kan pintu dan langsung menggandeng tangan nya, dia tersenyum sangat manis.



********


Author



Mereka memasuki tempat di adakannya pesta tersebut dengan bergandengan tangan, sesekali mereka terlihat melempar senyum satu sama lain, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan.


Ada perasaan tidak suka melihat pemandangan itu, dia sendiri pun tidak mengerti mengapa begitu tidak menyukai pemandangan yang ada di depannya kini.


Sejak melihat Meera di pesta pernikahan kakaknya, Raja sudah merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hati nya, perasaan yang tidak dapat di mengerti olah nya sendiri

__ADS_1




__ADS_2