Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
19. Gagal Kencan


__ADS_3

Satu bulan berlalu tidak banyak yang berubah baik aku maupun Adrian, dia tetap manis seperti biasanya atau lebih tepatnya dia semakin manis. Setelah menikah jadwal harian ku sedikit berubah, sebelum menikah aku bisa melanjutkan tidur setelah sholat subuh tapi setelah menikah tidak ku lakukan, sebenarnya Adrian bukan tipe laki-laki yang harus di layani setiap saat, tapi sebagai istri dan teman yang baik aku tetap harus melayani nya.



" Mas kau sudah bangun?" Kami tidur di kamar terpisah, ini permintaan Adrian



" Sudah" dia sudah rapih dengan pakaian kerjanya, untuk tas kerja aku yang selalu siapkan, sebelum tidur Adrian selalu memberitahuku apa-apa saja yang akan ia bawa keesokan harinya



" Wiihhh menu baru pasti enak" aku memasak cah sawi putih dengan telur, sayur sop dan tempe goreng, ternyata tuan muda di hadapanku ini penggemar tempe goreng, dia selalu protes kalau aku tidak membuat tempe goreng



" Maaf baru bisa masak makanan sederhana, tapi aku selalu belajar memasak menu-menu yang lain ko" selama ini menu makan kami tidak pernah jauh dari olahan telur dan tempe, semoga Adrian tidak bisulan



" Tidak apa Meer, apapun yang kau masak pasti aku makan, lagipula ini sangat enak" dia selalu begitu, tidak pernah mengeluh dengan apa yang aku sajikan "oh iya Meer nanti siang kau jangan masak ya kita makan di luar, sudah lama kita ga jalan" dia benar dari pindah ke sini kita belum pernah jalan-jalan, aku mengangguk



" Ya sudah aku berangkat ya, ada meeting pagi assalamualaikum"



" Waalaikumsalam" dia sudah tidak mengusap pucuk kepala ku lagi, tapi mencium kening ku seraya mengusap pipi ku lembut



*********


Pukul 11.10



From: Suamik


Gadis kau sudah siap? Aku jemput sekarang ya.



To: Suamik


Siap kapten, hati-hati dijalan



Jarak rumah dengan kantor tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu 30 menit menggunakan mobil dan benar 11.40 Adrian sudah sampai.



" Assalamualaikum"



" Waalaikumsalam"aku mengambil alih tas kerjanya



" Aku mandi dan ganti pakaian sebentar ya" aku mengangguk dan berjalan menuju ruang kerja Adrian untuk meletakkan tas kerjanya, aku duduk di sini sambil menunggu Adrian selesai mandi



" Kau di sini, ayo aku sudah siap" aku mengangguk dan mengekorinya di belakang



Di mobil


" Meera tolong angkat telepon nya"



" Halo"

__ADS_1



"............."



" Oh iya nanti saya sampaikan, terimakasih ya Fit"



" Fitri? Ada apa?"



" Dia bilang ada Pa Raja, katanya ada yang perlu di bahas"



" Kita ke kantor dulu tidak apa ya"



" Iya tidak apa" beruntung kami belum jauh dari rumah jadi tidak perlu putar balik



Sampai di kantor, banyak pasang mata yang menatap ke arah ku seolah bertanya aku siapa, ini pertama kalinya aku ikut ke kantor jadi wajar kalau mereka bertanya siapa aku dan lagi tangan Adrian terus saja menggandeng tanganku, hanya karyawan dengan jabatan tinggi saja yang tau kalau aku istri dari seorang Adrian.



" Selamat siang pa, maaf mengganggu acara bapa"



" Tidak apa, di mana Pa Raja?"



" Ada di ruang meeting pa"




" Bu Meera tau tidak, kalian tidak terlihat seperti sepasang suami istri"



" Masa sih Fit"



" Iya bu, kalian lebih terlihat seperti masih pacaran"



" Aiihh kau bisa saja, kami tidak berpacaran kau tau, kami kenal lalu menikah" tidak mungkin aku cerita kalau kami di jodohkan itu sangat kuno



" Pacaran setelah menikah lebih menyenangkan tau bu"



" Terserah apa katamu" Fitri perempuan baik-baik, dia disiplin dalam bekerja bukan tipe penggoda seperti sekretaris kebanyakan, kurang lebih begitulah kesimpulan dari cerita Adrian mengenai Fitri



" Kita sudah sampai bu, ini ruangan pa Adrian" ruangan yang bagus, rapih dan juga luas. Ada foto pernikahan kami di meja kerjanya, itu foto favorit Adrian dia bilang dia terlihat sangat gagah di foto itu



" Kalau gitu saya tinggal ya bu, nanti saya suruh OG untuk mengantar makanan dan minuman untuk ibu"



" Terimakasih Fitri"

__ADS_1



" Sama-sama bu"



Tak lama setelah Fitri keluar OG datang, dia membawa minuman dan kue. Kenapa Adrian lama sekali, aku menonton film korea untuk mengusir rasa bosan ku



*********


Aku sudah terlalu lama meninggalkan Meera dia pasti bosan.



" Fit, Meera masih di ruangan saya kan? "



" Masih pa"



" Ya sudah kau siapkan dokumen yang diperlukan untuk meeting selanjutnya, kalau sudah kau boleh pulang"



" Baik pa"



Pukul 14.25. Ku lihat gadis ku tengah tertidur di sofa, dia pasti bosan sampai tertidur seperti ini.



" Meera bangun" aku membangunkannya selembut mungkin



" kau sudah selesai, ayo pulang"



" ko pulang, kita kan mau nonton"



" pulang saja aku ngantuk"



" ya sudah ayo pulang"



Di rumah. Aku menyuruh Meera melanjutkan tidur siangnya, aku membersihkan rumah dan memasak untuk makan malam nanti



Pukul 22.45 di ruang kerja. " Ini sudah malam mas, lebih baik istirahat"



" Maaf gagal nonton"



" Tidak apa, bisa lain waktu"



Kami menuju kamar bersama-sama, sampai di depan pintu kamar masing-masing



" Selamat malam gadis, aku janji selesai ini kita liburan"

__ADS_1



" selamat malam juga tuan muda, istirahat yang baik aku menunggu waktu libur mu" beginilah hari-hari yang kami lalu selama satu bulan ini, hangat dan manis


__ADS_2