Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
54. Proyek Bersama


__ADS_3

Hari kedua di Bali


"Jadi ibu boss, mau kemana hari ini?" Tanya adrian sambil menindih tubuh Meera


"Aku mau berenang, lelah berenang kita malas-malasan lalu main ke pantai terus pulang" wajah Meera berubah murung


"Pulang? Kau bosan? Ayolah sayang kita baru dua hari disini, kita juga belum kemana-mana selain ke restoran"


"Mas ada yang ingin ku tanyakan padamu, kau harus jawab jujur" Meera mengelus pipi Adrian


"Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan sayang"


"Apa kau tau hubungan ku dengan Raja?"


"Aku tau, bukan cuma kau, aku juga punya hubungan dengan Raja" Adrian menjawab dengan santai, meski dalam hatinya perih mendengar Meera menyebut nama Raja lagi. Adrian turun dari atas tubuh istrinya, duduk di tepi kasur


"Bukan hubungan seperti itu yang aku maksud mas"


"Lalu hubungan seperti apa yang kau maksud. Sudahlah Meera jangan bahas yang tidak-tidak, kita kemari untuk liburan bukan untuk bertengkar"


"Mas..."


"Kau berenang saja duluan, aku ingin keluar sebentar" Adrian meninggalkan Meera dengan segala rasa kecewa. Apa dia tidak berpikir sebelum menanyakan hal itu padaku?


Adrian keluar, ia mendapati Vita berjalan menjauh dari kamarnya. Adrian yakin ini pasti ulah Vita, Adrian mengejar Vita sebelum masuk lift. Tanpa berbicara sepatah katapun Adrian mencengkeram lengan Vita erat, Adrian menyeret Vita dan melemparkannya ke hadapan Meera. Meera terkejut sekaligus takut, ini pertama kalinya Meera melihat Adrian marah.

__ADS_1


"Pasti dia yang sudah menghasutmu kan? Kau tau, ini yang dia mau, dia ingin kita bertengkar. Iya aku tau semua tentangmu dan Raja, aku tau kau jalan dengannya, aku tau kau bergandengan tangan dengannya, aku juga tau kau berciuman dengannya. Tapi aku tidak perduli itu semua, selama kau selalu di sisiku, aku anggap semua itu tidak pernah terjadi, kenapa? Karena aku mencintaimu. Kau melahirkan anak-anakku, kau juga mengurus mereka dengan baik, itu sudah cukup. Kau tidak salah sayang, saat itu kau hanya sedang bingung dan Raja memanfaatkan kebingungan mu" Adrian menyeret Vita sampai depan pintu


"Sekali lagi kau coba menghasut istriku, aku tidak akan segan untuk merobek mulut mu, pergi kau" Adrian kembali dan memeluk Meera yang sedang menangis, ia tau Meera pasti sangat ketakutan tadi.


"Maaf"


"Tidak apa, Kau bilang ingin berenang, ayo kita berenang"


"Aku mencintaimu mas" Adrian tersenyum.


"Aku tau, sudah jangan menangis lagi"


Di tempat lain, Vita sedang menangis. Dia mengutuk kebodohannya sendiri, dia menyalahkan Meera atas apa yang terjadi dalam rumah tangganya, padahal Meera tidak melakukan apapun. Dia juga membenci Meera karena Raja tak mencintainya, padahal jarak antara Raja dan Meera sudah sangat jauh. Dan bodohnya lagi, dia pernah mencoba menggoda Adrian untuk membuat Meera setidaknya merasakan sakit hati, namun yang ia dapat hanya kegagalan dan rasa malu, Adrian tak tergoda sedikitpun.


"Aku bodoh, ini terjadi karena memang sudah jalannya, kenapa aku malah menyalahkan dia, dasar bodoh"


Liburan penuh drama sudah selesai, Meera kembali ke rutinitas nya. Karena ada proyek besar, Adrian ikut mendampingi Meera. Meeting dengan klien penting di mulai, dengan segala kemampuan dan pengetahuan Meera, Meera berhasil memenangkan proyek ini. Tidak ada yang tahu kalau proyek ini akan di kerjakan bersama Grup Kusuma kecuali Adrian. Meera tampak biasa saja saat Fitri memberitahu tentang grup Kusuma.


Meera dan Adrian sedang makan siang di ruangan, tiba-tiba Fitri masuk.


"Maaf pak bu, perwakilan dari Kusuma datang lebih awal, mereka bilang ini mendesak" Adrian meminta mereka masuk, sedang Meera membereskan sisa makan.


Raja masuk bersama Mega dan Fitri, Meera dan Adrian sudah siap. Dalam hati Meera, ini bukan perwakilan, dia memang bossnya.


"Silahkan duduk pak bu, Fitri tolong buatkan minum ya"

__ADS_1


"Baik bu"


"Baik langsung saja pa Adrian bu Meera. Karena tiga hari kedepan saya ada keperluan lain, jadi saya ingin mendiskusikan soal proyek bersama kita sekarang"


Sikap Meera sangat tenang, mereka yang tidak tahu tidak akan sadar kalau pernah ada sesuatu antara Raja dan Meera.


"Saya suka desainnya pak Raja. Fitri kau urus segera perijinan dan yang lainnya"


"Baik bu" JEDDDEEER petir menggelegar, siang yang begitu cerah berubah menjadi gelap. Meera takut petir, dia memeluk lengan Adrian erat.


"Kalian disini saja dulu, bahaya berkendara di cuaca seperti ini" Raja dan Mega mengangguk setuju.


Fitri mengajak Mega keruangannya, Adrian keluar dengan alasan tidak jelas. Tinggal Meera dan Raja dalam ruangan besar itu.


"Kau terlihat sangat baik"


"Terimakasih"


"Aku berpisah dengan Vita"


"Bukan urusanku"


"Meera aku..."


"Cukup, aku tidak ingin membahas selain soal proyek bersam kita"

__ADS_1


Meera aku ingin bilang, aku senang bisa melihatmu lagi, aku sudah berjanji pada diriku sendiri aku tidak akan mengganggumu lagi, meski aku masih sangat mencintaimu. Batin Raja


__ADS_2