
Assalamualaikum
" Waalaikumsalam, sebentar" siapa malam-malam begini bertamu
" Pa Raja ada apa ya mas Adrian sedang ke luar kota" mau apa manusia ini malam-malam begini kesini
" Sebenarnya saya kesini bukan untuk bertemu pa Adrian"
" Lalu"
" Apa lagi kalau tidak ingin bertemu dengan mu, kemarilah aku ingin memelukmu" dia memelukku sebelum ku iya kan
" Raja sudah, Tya sedang menginap, kalau sampai dia melihat bisa bahaya kau pulang lah, aku akan menelpon nanti, mas Adrian juga pulang malam ini" aku berbicara se pelan mungkin jaga-jaga kalau sampai Tya dengar sambil terus berusaha melepaskan pelukan Raja
" Sebentar lagi Meera, oh ya kapan anniversary mu aku di undang kan?" Apa dia sedang meledekku
" Aku tidak mau membahasnya, kau pergilah"
" Iya iya aku pergi, aku mencintaimu Meera" dia menciumku lembut
" Aku juga mencintaimu, kau hati-hati di jalan kabari aku kalau sudah sampai"
Aku tidak langsung ke kamar begitu Raja pergi, aku menunggu Adrian pulang ini sudah hampir jam 12 seharusnya dia sudah sampai
01.15 Terdengar suara mobil memasuki halaman, itu pasti Adrian.
*****
__ADS_1
Tepat satu tahun usia pernikahan kami, akan aku utarakan semua isi hati ku. Dia harus tau perasaan ku, dia harus menjadi istri ku seutuhnya.
Taman belakang sudah ku sulap seindah mungkin, ini pernyataan cinta tidak boleh terlihat biasa. Kenapa Meera lama sekali, ehh dia datang, warna coklat muda memang selalu membuatnya terlihat lebih cantik sangat pas dengan warna kulitnya yang kuning langsat.
" Kau cantik sekali Meera" dia tersipu, ahh manis nya
" Ini indah sekali mas, kau menyiapkan nya dengan baik"
" Kau suka?" Dia mengangguk
Kami makan dengan tenang seperti biasanya. Selesai makan lanjut mengobrol santai, mengingat setiap momen manis yang kami lewati. Tidak ada pertengkaran berarti, hanya perdebatan kecil yang membuat setiap hari terasa indah
" Kenapa ada cermin disini mas?" Aku tidak menjawab
" Sekarang buka matamu"
" Ini sangat indah mas" dia memandangi pantulan wajahnya di cermin, senyumnya terus saja mengembang
" Sekarang kau tau kan kenapa cermin itu ada disini hmm" dia mengangguk
" terimakasih"
" Tidak perlu berterima kasih Meera, lagi pula kau tidak memiliki perhiasan lain kan selain cincin ini" aku mengangkat tangan kanannya dimana cincin pernikahan kami terpasang
" Meera, ada yang ingin aku sampaikan, kau dengarkan baik-baik, cukup dengar kan" dia mengangguk "Meera aku mencintaimu, sangat mencintai mu. Aku tidak tau sejak kapan perasaan ini mulai tumbuh, yang aku tau aku nyaman denganmu aku bahagia dengan mu dan aku tidak bisa hidup tanpa mu Meera. Aku tau kau tidak mencintaiku, tapi aku akan berusaha, aku akan berusaha membuat mu mencintaiku"
__ADS_1
********
Meera aku mencintaimu, sangat mencintai mu. Aku tidak tau sejak kapan perasaan ini mulai tumbuh, yang aku tau aku nyaman denganmu aku bahagia dengan mu dan aku tidak bisa hidup tanpa mu Meera. Aku tau kau tidak mencintaiku, tapi aku akan berusaha, aku akan berusaha membuat mu mencintaiku. Kalimat itu terus saya berputar di otak ku
" Hei kau melamum lagi, apa ada masalah? atau kau sedang kurang sehat? kita ke dokter ya"
" A... aku tidak apa-apa" maaf Raja aku tidak mungkin cerita soal pernyataan cinta Adrian malam itu
" Benar kau tidak apa-apa" aku mengangguk meyakinkan
" Lihat aku punya kalung baru, mas Adrian memberikannya" shit kenapa harus memberitahu kalau ini dari mas Adrian
" coba lihat" dia membolak-balik kan bandul cantik yang berbentuk hati ini "Ada huruf A"
" Namaku Ameera, A kan"
" Adrian juga A"
" kau cemburu hmm" aku memainkan alis ku
" Tentu saja, kekasihku memakai kalung dari orang lain"
" Dia suamiku bukan orang lain" dia lucu kalau sedang cemburu
" Iya dia suamimu, dan aku hanyalah pria simpanan" ada penekanan pada kata simpanan.
__ADS_1
" Pa Raja, Meera" deg, itu suara mas Adrian