
" Cukup! Aku ingat semuanya aku ingat, untuk itu aku minta maaf sekaligus memohon padamu, aku mohon lupakan semuanya. aku mohon" suara yang biasanya terdengar lembut kini melemah, mata yang teduh tak terlihat lagi, hanya air mata yang terus mengalir. Aku memeluk nya, berusaha untuk menenangkan nya
" Kau mencintaiku kan?"
" Iya, aku sangat mencintaimu Raja" aku senang mendengar nya Meera. Aku menangkup kedua sisi wajah nya
" Ceraikan Adrian dan menikahlah denganku, aku berjanji akan membahagiakan mu lebih dari Adrian"
" Tidak ! Aku harus pulang, aku pergi" apa dia mencampakkan ku
" Tidak Meera kita tidak akan selesai, Meera, Meeraaaaaaaa"
Plakk tamparan kecil membangun kan ku. Kejadian itu tidak pernah membiarkan ku tidur dengan tenang
" Ya ampun mama, sakit tau"
" Kau ini susah banget di bangunin, cepat mandi antar kakak mu belanja perlengkapan bayi"
" Iya ma, ada lagi yang mau di omongin? Apa mama mau mandiin aku ?"
__ADS_1
" Siapa Meera? Pacarmu?"
" Bukan siapa-siapa, aku mandi dulu" aku segera ke kamar mandi kalau tidak, mama pasti akan bertanya lagi
Apa kita benar-benar selesai Meera? Kau tak pernah mengangkat telpon ku setelah hari itu. Hari ku terasa hambar, hati ku sakit setiap saat, aku bahkan tidak lagi tidur dengan nyenyak. Apa kau tidak rindu padaku? Aku sangat merindukanmu Meera.
Mba Ratu sudah lebih dulu masuk mobil. Aku tidak banyak bicara selama di mobil, aku fokus menyetir.
" Sudah sampai ayo" mba Ratu menahan tanganku
" Ada masalah?" Dia memang kakak ku, dia selalu bisa merasakan apa yang aku rasakan. Aku hanya tersenyum
" Kalau ada apa-apa cerita, aku tetap kakak mu meski sudah punya suami"
" Iya mba, ayo"
Mba Ratu asyik memilih berbagai perlengkapan untuk bayi nya nanti, aku yang sedari tadi berdiri di belakang mba Ratu melihat sosok yang sangat aku rindukan.
" Mba, aku kesana sebentar"
__ADS_1
" Iya"
Aku tau kau sangat mencintai ku Meera. Dia sedang memegang dress warna hijau, aku selalu suka saat dia memakai warna hijau. Jepit rambut itu, dia terus memakainya.
" Pa Adrian, bu Meera kalian sedang disini?" Dia mengeratkan genggaman tangan nya, apa dia takut padaku?
" Eh pa Raja, sekali lagi kita bertemu tanpa sengaja. Pa Raja sedang belanja?"
" Saya kesini bukan untuk belanja pa Adrian, tapi saya mengikuti seseorang" mereka saling pandang, dan pandangan ku hanya tertuju pada Meera
" Eehh maksud saya, saya sedang mengikuti mba Ratu belanja" aku menunjuk kakak ku yang tengah memilih perlengkapan bayi
" Kita duluan pa Raja salam buat bu Ratu, ayo mas" apa dia menghindari ku?
"kita duluan pa Raja mari" aku hanya membalas dengan senyum terpaksa
Selesai menemani mba Ratu belanja, aku langsung menuju taman kota. Aku dengar tadi Meera ingin ke taman kota. 1 jam perjalanan aku sampai, tapi dimana mereka? apa mereka batal ke sini? aku akan menunggu.
Hampir 1 jam menunggu, mereka datang. Aku tidak menghampiri mereka, aku hanya mengamati dari jauh. Entah apa yang mereka bicarakan Meera terlihat bersemangat, dia juga terus menempel di lengan Adrian.
__ADS_1
Setengah jam mengamati sampailah pada adegan yang sangat membuat hatiku nyeri, mereka berciuman. Kau menghapus ciumanku Meera, kita lihat siapa yang akan menang dalam permainan ini Meera, kau atau aku