
Waktu menunjukkan pukul 8.17 aku bangun dan bergegas mandi, badan ku terasa sangat lengket karena keringat sepulang dari acara wisuda Meera siang tadi aku langsung tidur. Selesai mandi aku langsung turun untuk mengisi perut yang sudah keroncongan, ku lihat Mama tengah duduk sambil mengupas apel
" Ya ampun Drian ini kan apel buat Papa, itu di meja masih banyak"
" Sepotong doang Ma"
" Ya udah kamu makan, terus ke ruang keluarga ya Mama sama Papa mau bicara"
" Pasti soal lamaran kan?" Mama hanya tersenyum. Dari awal aku memang sudah paham maksud dari orang tua ku ini, ini sudah kesekian kali nya Papa mengenalkan ku dengan anak gadis temannya, tapi hanya Ameera yang menarik perhatianku, dia memiliki wajah yang teduh dan senyum yang menenangkan. Dia pandai menyesuaikan diri, terbukti dari pertama kali aku mengajaknya makan berdua dia hanya terlihat canggung di awal seterus nya malah dia yang lebih banyak berbicara
Perutku sudah terisi dengan baik, aku pun bergegas menuju ruang keluarga dimana ku lihat Papa dan Mama tengah mengobrol. Senyum ku langsung mengembang, mereka begitu harmonis aku bahkan belum pernah melihat mereka bertengkar serius hanya sesekali pertengkaran sepele yang masih dalam porsi wajar. Menyadari kehadiranku papa langsung menunjuk tempat kosong di samping mama dan menyuruhku duduk
" Drian duduk"
" iya pa" aku duduk di samping Mama
" Apa pendapatmu tentang Meera"
" Dia cantik pa, baik, disiplin, pandai menyesuaikan diri dan mandiri. Aku suka"
__ADS_1
" Syukurlah kalau kamu suka, kita akan melamarnya bulan depan. Oh iya bagaimana pembangunan di Surabaya?"
" Lancar pa, tinggal beberapa tahap lagi"
" ya sudah sekarang papa sama drian istirahat, besok kan kalian ada meeting pagi" Mama memang selalu tau baik itu jadwal papa atau aku, aku pun langsung menuju kamar. Belum sempat merebahkan badan
drrrttt....drrrrttt....drrrttt
tertera nama Ameera memnaggil
" Jangan terlalu di pikirkan, istirahat lah ini sudah malam nanti ku telpon lagi" aku hanya mendengar deru nafasnya sebelum mematikan panggilan, aku tau dia pasti akan bertanya soal ucapan mama di restoran tadi menanyakan sikap ku yang tidak membantah tapi malah menahan tawa. Gadis ini pasti memikirkannya sepanjang hari, kau sudah berpikir telalu keras gadis. Aku pun merebahkan tubuh ku dan siap untuk menjelajahi alam mimpi
Meeting selesai pada waktu makan siang, aku memutuskan untuk makan bersama Meera, setelah meminta izin pada Papa aku langsung menemui Meera yang sebelum nya sudah ku minta untuk menunggu di restoran seafood dekat kantor.
Ku lihat gadis manis itu tengah mengobrol dengan salah satu pelayan, mereka terlihat akrab
" Hai, sudah lama" aku menyapanya dan duduk di kursi kosong di hadapannya
" Baru 10 menit, kau sendirian?" senyum nya tak pernah lupa ia kembangkan, manis sekali
" Seperti yang terlihat, tadi temanmu kalian terlihat akrab"
__ADS_1
" Dia Meli, kau baik-baik pada nya dia teman SMA ku, dia bilang kau sering kesini. Oh iya aku sudah pesan makanan sesuai keinginanmu"
Tak perlu menunggu lama makanan pun datang, kami makan dalam hening. Selesai makan
" Dri, kau tidak mau menceritakan sesuatu padaku?" aku tau maksud gadis ini
" Tentang?"
" Tentang hal yang membuatku bingung, lamaran. kau bahkan tidak mendangarkan ku semalam" oh Tuhan bagaimana bisa ekspresi kesal nya membut ku gemas
" Aku akan menceritakan nya nanti, karena sekarang waktu makan siang sudah habis" dia tidak menjawab, dia malah mennyipitkan matanya dengan bibir sedikit maju, aku tau dia semakin kesal karena jawabn ku
" Mau pulang atau menunggu ku, kau bisa istirahat di ruangan ku"
" Aku pulang saja, kau berkerja yang rajin"
" Boleh aku menyentuh kepalamu?"
" Sentuh lah"
__ADS_1
" Terimakasih sudah menemaniku makan, kau hari-hati kabari aku jika sudah sampai rumah, dan ya sampaikan salam ku untuk om dan tante" aku pun melepaskan tanganku dari kepalanya dan kembli ke kantor, dia hanya melambaikan tangan lengkap dengan senyum manis nya