Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
23. Mencintai


__ADS_3

" Astaghfirullah ya Allah" aku terduduk lemas, tak terasa cairan hangat mulai membasahi pipiku. Pemandangan apa ini Tuhan, foto-foto ini dan apa ini, daftar membahagiakan Meera. Ada banyak foto ku di kamar mas Adrian, foto masa kecil sampai foto hari ini, apa dia selalu mengambil foto ku diam-diam? Daftar ini? Tangis ku semakin pacah kala menatap daftar tidak masuk akal itu, bagaimana bisa dia membuat daftar bodoh ini.


" Assalamualaikum, ya Tuhan Meera kau kenapa?" Mas Adrian membantu ku berdiri, aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah mas Adrian saat ini, karena air mata yang terus saja keluar


" Mas, daftar apa ini? Daftar apa ini mas, daftar apa ini" hanya Kalimat itu yang keluar dari mulut ku


" Akan aku jelaskan, Surti"


" Iya tuan, ya Tuhan nyonya kenapa tuan?"


" Cepat bereskan barang-barang nyonya, kalau sudah kau boleh pulang" " iya tuan" "kita bicara di ruang tengah ya" dia menggendong ku.


"Assalamualaikum maaf mama langsung masuk, dari tadi mama mengucap salam tapi tidak ada yang menyahut. Ya ampun Drian Meera kenapa? Ambil air, Meera sayang kau kenapa nak, apa Adrian menyakitimu?" Mama memelukku. Tidak ma mas Adrian sangat baik, aku yang menyakiti mas Adrian, aku yang menyakiti anakmu gumamku dalam hati

__ADS_1


" Mama pasti lelah, aku siapkan makan ya. Mama tunggu di sini"


" Tidak nak, mama sudah makan tadi. Di mana kamar mama" aku hendak berdiri, tapi mama menahanku. Mas Adrian datang membawa segelas air putih "Tunjuk saja yang mana kamar mama, ini minum terus istirahat"


" Kita kembali ke kamar saja, tidak enak kalau mama terus menerus melihat kau menangis begini" Dia menangkup kedua sisi wajah ku dan menghapus air mataku dengan ibu jarinya "mau aku gendong lagi" aku mengangguk cepat


" baiklah gadis seperti katamu, tapi sebelum itu aku ingin meliht senyum manis yang biasa bibir ini suguhkan" aku tersenyum memenuhi keinginan suamiku "teruslah tersenyum seperti ini Meera"



Aku memandangi wajah suamiku, dia selalu terlihat tampan. Aku tersenyum getir. Kebahagiaan seperti apa yang ingin kau berikan untukku mas, selama ini kau selalu baik pada ku tidak menuntut ini dan itu, tapi aku malah mengkhianati mu. Maafkan aku mas maaf


To: Raja

__ADS_1


Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini, maaf sudah mengajakmu masuk terlalu jauh


From: Raja


Aku akan menemuimu begitu pulang nanti. Sekarang aku sangat sibuk


" Kau belum tidur? ini sudah malam Meera, cepat tidur"


" Boleh aku memelukmu?"


" Kemarilah"


Aku akan berusaha untuk mencintai mu mas

__ADS_1


__ADS_2