Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
35. Terima kasih


__ADS_3

Hari keberangkatan Raja ke London. Raja duduk di kursi tunggu, ia menunggu dua sahabatnya datang, mereka sudah berjanji akan menemui Raja sebelum pergi.


Raja melihat orang yang di tunggu nya datang. Meera tampak semakin cantik dengan dress merah mudanya, Meera berjalan cukup cepat meninggalkan Adrian di belakangnya, Meera langsung menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Raja, Raja yang memang masih sangat mencintai Meera menyambut dengan senang hati. Namun semua itu buyar saat Adrian menyapa, Raja berkhayal. Ia tertawa kecil, Meera dan Adrian saling pandang.


Adrian dan Meera hanya menemui Raja sebentar untuk memberi salam perpisahan. Dari menemui Raja, Adrian dan Meera menikmati waktu berdua dengan berjalan-jalan di pinggir pantai. Meera menggandeng tangan suaminya posesif, sedikitpun tak ingin ia melepaskannya.


"Sayang ..."


"Iya mas"


"Tidak ada"


"Ck kau ini. Duduk yuk, aku lelah"


"Ayo sayang"


Mereka duduk di bawah pohon cukup rindang sambil menikmati es kelapa muda, tak lupa mereka juga mengambil beberapa foto, mengabadikan setiap momen kebersamaan. Puas berduaan di pantai mereka pulang, di rumah Farhan dan Hana langsung menyambut kedatangan kedua orangtuanya. Ada yang unik dari kedua anak ini, Farhan memiliki sifat cenderung seperti meera, banyak bicara dan mudah berbaur dengan anak-anak kecil sebayanya. Berbanding dengan Farhan, Hana lebih pendiam.


Hari mulai larut, anak-anak sudah tidur. Adrian dan Meera bersantai di halaman belakang. Meera tiduran di pangkuan suaminya, dengan lembut Adrian mengelus rambut istrinya.


"Kau yang terbaik yang pernah aku dapatkan


Dan terbaik yang slalu kudengar


Aku tau kini takkan mudah


Tuk bisa terus bersamamu


Karna malam ini


Saat yang terindah bagi hidupku


Oh Tuhan jangan hilangkan dia

__ADS_1


Dari hidupku selamanya


Sungguh ku tak ingin


Hatiku jadi milik yang lainnya


Ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin


Kutemukan lagi" Meera menyanyi.


"Kau sedang menggodaku sayang? hmmm" Adrian mencubit gemas hidung istrinya.


"Mas aku sangat mencintaimu"


"Akupun sayang, setelah semua yang sudah kita lewati bersama, aku malah semakin mencintai mu. Jika nanti aku benar-benar pergi, aku ingin kau kembali pada Raja, aku ..." Meera menghentikan ucapan suaminya dengan ciuman.


Mereka berciuman cukup lama. Kini posisi Meera duduk di pangkuan suaminya. Meera semakin mengeratkan pelukannya. Tak ingin kalah, Adrian menarik leher Meera untuk memperdalam ciumannya. Ciuman itu sudah berpindah ke leher jenjang Meera, tangan Adrian tak tinggal diam, memberi pijatan lembut pada bagian lain.


*London, beberapa bulan kemudian.


Raja bergabung dengan perusahaan bidang arsitektur terbesar disana. Ia juga pernah beberapa kali mencoba dekat dengan gadis, namun tak pernah berhasil, hatinya selalu saja tertuju pada Meera.


Sihir apa yang kau miliki sampai aku tak bisa melupakanmu Meera? Aku selalu saja teringat tawamu, suara lembutmu, lebih-lebih wajah teduhmu.


Raja berbaring di atas tempat tidur sambil memandangi foto dirinya besama Meera dulu. Ada sedih juga bahagia. Ia sedih karena tak bisa memiliki wanita yang begitu ia cintai itu, tapi ia juga bahagia melihat wanitanya bahagia bersama keluarganya. Lebih-lebih Adrian juga sangat mencintai Meera, Raja sangat yakin Adrian sangat mampu membahagiakan Meera.


******


Waktu berjalan begitu cepat, si kembar sudah masuk TK dan sekarang Meera tengah mengandung anak ketiganya. Semua nampak sibuk tak terkecuali Meera, meski begitu ia tetap menyempatkan diri menjemput anak-anaknya dengan di temani mama Mila.


Meera memang selalu datang sebelum bel pulang berbunyi, ia tak ingin anak-anaknya menunggu terlalu lama. Bel berbunyi, Meera bersandar di pintu mobil untuk menyambut Farhan dan Hana, mama Mila duduk saja di dalam mobil.


"Mama ..." Farhan berlarian, sedang Hana berjalan santai. Hana sangat mirip denganmu mas, Meera terkekeh kecil.

__ADS_1


"Abang, Dede" mereka menyalami Meera bergantian "Ayo masuk, kita harus cepat sampai rumah"


"Siap bos" Farhan memberi tanda hormat. Meera membukakan pintu untuk anak-anaknya.


"Hai Oma" sapa Farhan dan Hana berbarengan.


"Kok hai sih?" Farhan dan Hana saling pandang.


"Assalamualaikum Oma"


"Waalaikumsalam, itu baru benar. Kita langsung pulang"


Sampai rumah di bantu ibu, Farhan dan Hana sudah mandi dan berganti pakaian. Meera pun sudah rapi, tak lama Adrian pulang bersama Indra. Adrian dan Indra bergegas mandi dan bersiap, kurang dari setengah jam lagi keluarga calon suami Lita akan datang. Iya, setelah lulus kuliah, Lita mengurus cafe Love milik Meera dan sekarang sudah memilik beberapa cabang di berbagai kota besar. Hari ini, hari lamaran Lita.


Meera duduk di atas kasur sambil meluruskan kakinya yang terasa pegal. Adrian keluar dari kamar mandi, sebelum berpakaian ia sempatkan untuk memijat kaki istrinya dulu. Meera tersenyum. Adrian juga mengelus perut buncit istrinya dengan sayang.


Keluarga Bayu (calon tunangan Lita) sudah datang. Tunangan berjalan lancar, orang tua juga sudah menentukan tanggal pernikahan. Tak jauh berbeda dengan pertunangan Meera Adrian dulu, pertunangan Lita Bayu pun hanya makan siang bersama di rumah Meera.


Makan siang sudah, keluarga Bayu juga sudah pulang, waktunya si kembar tidur. Meera menidurkan kedua anaknya, selepas Adrian kembali ke perusahaan, Meera tak lagi menggunakan jasa pengasuh. Mereka masih tidur dalam kamar yang sama dengan kasur yang berbeda. Karena Adrian ada di rumah, Adrian membantu Meera menidurkan Farhan dan Hana. Setelah anak-anaknya tidur barulah mereka berduaan.


*Di kamar


Adrian duduk bersimpuh di hadapan Meera, sambil menggenggam tangannya.


"Ameera Raneea Suhardi. Kau bukan sekedar istri ku, tapi kau juga sahabat sekaligus partner kerja ku. Aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri, memang terdengar berlebihan tapi inilah faktanya. Berbulan-bulan jauh darimu, rasanya perih setiap saat karena merindu mu, mendengar kau menangis hatiku seperti mati. Semoga semua kejadian lalu menjadi penguat hubungan kita. Aku ingin menjadi suamimu tidak hanya di dunia ini, tapi sampai di akhirat nanti. Kau mau kan menjadi bidadari surgaku?" Meera menitikkan air matanya.


"Adrian Dzaky Pratama. Lelaki terbaik sepanjang masa yang Tuhan ciptakan hanya untuk menjadi suamiku. Terimakasih selalu menerima dan mencintaiku, maafkan aku yang dulu pernah sangat menyakitimu. Aku akan selalu menjadi istrimu di dunia manapun tanpa perlu kau minta. Akupun sangat mencintaimu" Meera memeluk suaminya erat.


Tak ada kebahagiaan yang instan, semua butuh proses. Butuh air mata juga pengorbanan untuk mencapinya, dan sejatinya, kebahagiaan itu di ciptakan bukan di cari.


-------------------------------------------------------------


Sampailah kisah ini pada bagian akhir, terimakasih yang sudah setia membaca dan menunggu dari awal. Semoga kalian puas dengan endingnya. Jangan lupa tinggalkan pesan dan kesan di kolom komentar ya.

__ADS_1


__ADS_2