Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
38. 2nd Anniversary


__ADS_3

Happy Anniversary suamiku, dua tahun sudah kita jalan bersama. Dua tahun pula aku membohongi mu, hari ini aku ingin memulai semuanya dari awal. Tak ada kebohongan, hanya ada aku, kau dan kebahagiaan kita. Sama seperti yang mas Adrian pernah lakukan, aku menyulap halaman belakang menjadi tempat makan malam romantis. Meski tak se detail yang mas Adrian pernah siapkan, ini pun tidak buruk. Makanan sudah tertata, akupun memakai dress lavender yang mas Adrian belikan dulu.


Waktu menunjukkan pukul 19.39. Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Itu pasti mas Adrian. Aku bergegas keluar untuk menyambut nya. Oow, mas Adrian tampak sedikit kusut. Aku mengambil alih tas kerjanya dan mengambilkan air hangat.


"Minum dulu mas"


"Terimakasih ya sayang"


"Aku mandi dulu ya" lanjut mas Adrian, tapi aku menahannya


"Iya sayang? Aku mandi dulu ya sebentar"


"Mandinya nanti saja"


"Tumben, biasanya kau selalu protes kalau aku tidak langsung mandi sepulang bekerja"


"I have a plan, sekarang ikut aku" aku mengajak mas Adrian ke halaman belakang. Dan taraaaaaa mas Adrian cukup terkejut melihat halaman belakang yang sudah ku sulap menjadi tempat romantis. Sebelum-sebelumnya hanya mas Adrian yang melakukan hal-hal romantis. Jadi, sekarang giliran ku.


"Waw ada apa ini? Kau yang menyiapkan ini semua?"


"Kau pikir siapa mas kalau bukan aku. Ini hari jadi pernikahan kita, kau lupa?"


"Ya Tuhan. Dasar bodoh, kenapa aku sampai lupa hari penting ini"


"Kau hanya lupa mas, bukan nya bodoh. Ayo makan, aku sudah kelaparan" mas Adrian terkekeh


Selesai makan mas Adrian bercerita ada sedikit masalah di perusahaannya, aku mengurungkan niatku untuk memberitahu mas Adrian soal hubungan ku dengan Raja. Aku tidak mau menambah bebannya. Mas Adrian hendak pergi mandi karena merasa kegerahan, dan aku menahannya lagi.


"Apa lagi sayang? Badan ku sudah terasa sangat lengket, aku tidak nyaman"


"Sebentar" aku mengambil tart yang aku buat siang tadi. Mas Adrian tertawa kecil


"Tart nya kecil seperti kau"

__ADS_1


"Bahannya tidak cukup untuk membuat ukuran besar" aku membela diri. Aku menyalakan lilin yang berbentuk angka dua


"Sebelum tiup, ucapkan keinginanmu" mas Adrian menggenggam tanganku, kemudian menutup mata nya


"Aku ingin istriku segera mengandung" mas Adrian membuka matanya dan menatap ku penuh harap. Giliran ku mengucapkan keinginan


"Aku ingin, apa yang menjadi doa dan harapan suamiku terkabul" aku membuka mata dan melihat mas Adrian yang tengah tersenyum sangat manis. Ku potong tart mini ku dan memberikannya kepada mas Adrian dan sebaliknya, mas Adrian memotong tart lalu memberikannya padaku. Makan kue tart sudah, kami sudah kembali ke kamar.


Aku membantu mas Adrian membuka pakaiannya. Ku raba dada bidangnya, dan ku hirup dalam-dalam aroma tubuhnya. Mas Adrian bertanya apa aku sudah mandi, aku menggeleng. Sebenarnya sudah, tapi tidak masalah mandi lagi. Sekarang mas Adrian yang membantuku membuka pakaian, kini tubuh kami sama-sama polos. Mas Adrian menggendong ku ke kamar mandi, di bawah guyuran shower sesekali mas Adrian menciumku. Aku membersihkan tubuh mas Adrian, begitupun sebaliknya. Kami mandi cukup lama, hingga tubuh ku sedikit menggigil karena kedinginan. Kami menghentikan kegiatan mandi malam kami, dengn handuk yang melilit di tubuh masing-masing dan tubuh yang masih sedikit basah, mas Adrian menggendong ku lagi.


Di rebahkannya tubuhku di atas kasur, kemudian menciumku dari mulai kening, mata, hidung, pipi dan bibir. Dia mencium ku sangat lembut, akupun membalas setiap ciumannya. Di angkat nya kedua tanganku ke atas kepalaku, di tariknya kain yang menutupi tubuh ku dan tubuhnya. Tak hanya bibir, kini ciumannya sudah berpindah ke bagian lain.


******


Keesokan harinya


Belaian lembut membangun kan ku. Saat membuka mata, pemandangan pertama yang ku lihat adalah senyum mas Adrian, sangat indah. Aku melanjutkan tidur setelah sholat subuh tadi.


"Selamat pagi sayang ku"


"Hari ini aku tidak ke kantor, aku ingin kencan dengan seseorang"


"Siapa?"


"Dia wanita yang sangat cantik. Ahhh, aku sangat menyukai nya"


"Lupakan wanita itu dan berkencanlah dengan ku"


"Kau benar, kau lebih cantik dari wanita manapun" kami tertawa bersama


"Aku buat sarapan dulu ya mas"


"Aku sudah buat roti isi, kita bersepeda keliling kompleks yu. Sudah lama kita tidak bersepeda. Kau siap-siaplah, aku tunggu di depan" aku mengangguk

__ADS_1


Aku sudah mengganti pakaian tidur ku dengan kaos dan celana training. Dua botol air minum sudah siap. Aku menghampiri mas Adrian yang sedang mengelap sepeda.


"Ayo mas aku sudah siap"


"Ayo, kau di depan"


"Siap boss"


Aku bersepeda lebih dulu, tak lama mas Adrian menyusul. Tak mau tersusul lebih jauh, ku kayuh sepeda ku lebih cepat melewati mas Adrian. Terjadilah aksi kejar-kejaran yang di selingi tawa. Lelah berkeliling, kami beristirahat di taman kompleks dengan aku sampai lebih dulu.


"Yeeeee aku menang" dengan nafas yang masih ngos-ngosan, ku parkir kan sepedaku sembarang. Aku duduk di bawah pohon yang cukup rindang. Mas Adrian duduk di sampingku, tak lupa air minum yang aku siapkan dan roti isi yang sudah ia buat dibawa.


Kami masih duduk-duduk di bawah pohon sambil menunggu roti isi yang kami makan tadi tercerna. Kami juga berfoto, wallpaper ponsel mas Adrian masih sama, Foto ku saat memakai kebaya putih.


"Aku senang kau menggodaku semalam" bisik mas Adrian


"Ck sekarang malah kau yang menggodaku" mas Adrian mengeluarkan kotak merah berbentuk hati dari tas kecil yang di bawa nya tadi


"Happy anniversary sayang ku"


"Kau ingat?"


"Mana mungkin aku lupa, cepat buka" aku membuka nya dan cincin sederhana namun tampak elegan terlihat


"Mas ini sangat indah"


"Kau lihat bagian dalam nya, ada inisial nama kita" aku melihat dalam nya dan benar, ada tulisan A & A.


"Sini aku pakaikan" aku mengulurkan tangan kiri ku


"Nanti, cincin ini saja yang di pakai. Cincin ini" dia menyentuh cincin pernikahan "di simpan saja" aku mengangguk


"Ayo pulang, aku masih ada janji kencan" mas Adrian meninggalkan ku.aku berteriak

__ADS_1


"Kau menyebalkan"


"Aku juga mencintaimu" aaahhh dasar tuan muda menyebalkan, aku teriak apa dia jawab apa. Tapi terimakasih karena selalu mencintai ku


__ADS_2