
Adrian membujuk Meera agar tak marah lagi, ia tidak sengaja membuat Meera jatuh siang tadi. Untuk melancarkan aksinya membujuk, Adrian membuat mie goreng seafood kesukaan Meera. Berhasil, Meera menghabiskan mie goreng buatan Adrian yang artinya Adrian di maafkan. Selesai makan, Adrian dan Meera bersantai di halaman belakang.
"Mas, kenapa harus mengirim bunga setiap hari sih?"
"Kau tidak baca pesannya?"
"Ya baca, tapi kan bisa di bicarakan langsung"
"Kalau di bicarakan langsung, nanti ada cicak yang mendengar, bahaya. Kertas pesannya masih ada?"
"Masih, aku simpan dengan baik"
"Istriku terbaik, oh iya besok kau ikut papa ke Surabaya kan?"
"Iya, aku pasti sangat merindukanmu mas. Masuk yuk, ngantuk" Adrian menggendong Meera.
*Keesokan harinya
Meera dan papa Ardi sudah berangkat dari Subuh. Mereka sengaja memilih penerbangan pagi, agar sampai Surabaya nanti mereka bisa istirahat dulu. Di kantor, Adrian mau mengerjakan apa, file dan dokumen sudah Meera bereskan, segala jenis laporan juga sudah Meera periksa. Karena bosan, Adrian memilih pulang bermain bersama anak-anaknya.
__ADS_1
Di rumah ada mama dan adik iparnya. Mama Mila selalu menginap jika antara Adrian dan Meera sedang keluar kota. Si kembar sedang tidur saat Adrian pulang. Adrian mengajak Lita ke pusat perbelanjaan, ia ingin membeli sesuatu sebagai hadiah atas kerja keras istrinya.
Adrian membeli sebuah gelang untuk Meera dan beberapa mainan untuk Farhan dan Hana. Adrian juga membelikan Lita tas dan sepatu, Lita banyak membantu dalam mengurus cafe milik Meera. Selesai berbelanja mereka makan di restoran cepat saji, disana ada Indra yang juga sedang makan. Indra bergabung dengan Adrian dan Lita begitu selesai makan.
"De, mas ke toilet dulu ya. Ndra aku tinggal sebentar" Lita dan Indra mengangguk.
Tanpa tedeng aling-aling Indra menuduh Lita sedang menggoda kakak iparnya. Lita menangis, ia malu bukan main. Indra berbicara sangat lantang, siapa saja yang ada di tempat itu dan yang melintas dapat mendengar tuduhan Indra dengan jelas.
"Kalian pergi berdua, makan berdua, kalian pernah tinggal bersama kan? Lihat, Adrian juga membelikan banyak barang untukmu. Apa namanya kalau tidak sedang menggoda. Adrian tampan dan kaya, kau tidak kalah cantik dari kakakmu, Meera juga sedang keluar kota untuk urusan bisnis, mungkin dia akan kembali satu atau dua pekan. Jadi katakan, sudah berapa kali kau tidur dengan kakak iparmu?" Adrian datang, dua pukulan keras ia daratkan di wajah Indra.
"Kau sampah" Adrian menarik Lita, meninggalkan Indra yang meringis menahan sakit.
"De, mas minta maaf ya. Teman mas sudah keterlaluan. Jangan di masukkan ke hati, kau tau kan mas sangat mencintai tetehmu"
"Tidak perlu minta maaf mas, mas kan tidak salah. Antar aku ke kost saja"
***Indra brengsek, kau semakin berani. Aku ingin tau, mau sampai kapan kau bermain-main denganku.
****Seminggu kemudian di Surabaya
__ADS_1
Ameera sudah berkemas, urusan klien beres. Meera tidak sabar ingin segera bertemu suami dan anak-anaknya. Papa Ardi baru akan pulang seminggu kemudian. Papa Ardi sendiri yang mengantar Meera ke bandara, ia juga meminta pak Sigit menjemput Meera nanti, ia ingin memastikan menantu semata wayangnya sampai rumah dengan selamat.
"Meera pulang dulun ya pa, Papa jaga kesehatan"
"Iya nak, kalau sudah sampai minta Adrian video call Papa ya, papa rindu cucu-cucu papa"
"Pasti pa"
Seperti permintaan papa Ardi, begitu sampai rumah Meera meminta Adrian untuk menelpon papanya.
Meera sedang mandi. Adrian sudah selesai menelpon papanya. Lima belas menit Adrian menunggu, belum juga Meera keluar dari kamar mandi. Adrian mengetuk pintu, ia khawatir istrinya kenapa-kenapa.
"Sayang" Meera membuka pintu.
"Iya mas, Meera sudah berpakaian rapi" Adrian memeluk wanita yang selalu ia rindukan itu.
"Kau pasti leleh, aku temani istirahat ya" Meera mengangguk.
Tidak hanya tidur ku, hidupku pun semakin berkualitas setelah aku bertemu dirimu.
__ADS_1