
Cantik, aku memuji pantulan diriku di dalam cermin, aku akan pergi nonton dengan Caca dan Tya malam ini, setelah kelulusan kami jarang sekali bertemu, Aahhh aku rindu gadis-gadis itu.
Aku bergabung dengan Ayah Ibu dan Lita yang sedang makan malam, aku hanya makan beberapa lembar roti sebagai pengganjal perut.
" Teteh makan roti aja?" Tanya ayah
" Iya yah, nanti teteh makan sama Caca sama Tya aja sepulang nonton" ayah hanya ber Oh ria
" Teteh mau nonton aku ikut dong, boleh ya yah bu" Lita menoleh ke arah ayah dan ibu bergantian
" Ga boleh, anak kecil di rumah aja belajar yang rajin biar makin pinter" aku yang menjawab, sedang ayah dan ibu hanya tertawa kecil
" Dasar pelit"
Tok tok tok " Assalamualaikum" itu suara Caca
" Waalaikumsalam, biar teteh yang bukain pintu bu" ibu hanya mengangguk dan kembali duduk
" Hai, berangkat sekarang?"
" Santai kali, kita mau ketemu om sama tante dulu ya kan Ca"
" Betul, om sama tante belum tidur kan"
" Belum, langsung aja ke ruang keluarga" mereka memang cukup akrab dengan ayah dan ibu, oh iya ruang keluarga ku menyatu dengan ruang makan dan dapur. Sementara mereka masuk, aku meminta supir taksi online untuk menunggu.
__ADS_1
" Apa kabar om" Tya dan Caca menyalami ayah bergantian
" Kalian gimana kabar nya? lama ga main kesini, oh iya tante sama Lita di dapur tu lagi nyuci piring"
" Kita juga baik ko om, kita ke tante dulu ya"
Aku ikut menonton TV bersama Ayah sambil menunggu Caca dan Tya yang tengh menyusul di ibu di dapur
" Hai tante, Lita apa kabar?"
" Ehh Caca Tya kabar baik sayang, kalian apa kabar?" Ibu menghentikan sejenak kegiatan mencuci piring nya untuk menyalami 2 sahabat ku yang sudah ibu anggap sebagai anak ini
" Kita baik tante, oh iya kita ga lama nih tan kasian abang taksi online nya nungguin lama"
" Engga deh teh males, pengen tidur2an aja" jawab Lita singkat
" oh ya udah, kita berangkat ya tan" pamit Caca dan Tya
" iya sayang hati2 ya, maaf tante ga nganter sampe depan"
" ga papa tante"
Setelah berpamitan pada orang tua ku, kami langsung menuju bioskop yang berada di salah satu Mall di pusat kota. Beruntung jalanan tidak macet, jadi waktu kami tidak terbuang banyak. Sesampainya di tempat tujuan Caca langsung mengantri untuk membeli tiket sedangkan aku dan Tya membeli popcorn dan minuman. Caca sudah menunggu kami di samping pintu studio, sudah kuduga mereka akan menonton film horor, aku tidak menyukai film itu. Hampir 2 jam film itu di putar dan selama itu pula aku panik khawatir kalau-kalau ada hantu yang tiba-tiba muncul dari bawah kursi atau dari tempat tak terduga lainnya.
__ADS_1
" Rese lo emang berdua, tau film nya horor gue ga ikut tadi"
" Hanya saat seperti ini kita bisa melihat seorang Meera yang tenang dan kalem begitu panik, ya ga Ca" sial mereka malah menertawakan ku
" betul " Caca menimpali dengan acungan jempol
" Emang dasar ya kalian, udah yu makan laper gue" baru beberapa langkah meninggalkan studio, aku melihat seorang pria tidak asing yang beberapa hari ini sulit di hubungi tengah berjalan menuju kami dengan senyum yang terus mengembang
" Seperti nya malam ini kita makan gratis Ca"
" Betul banget Ty, gue bakalan makan banyak"
" Jangan malu-maluin" aku menutup mulut mereka berdua dari belakang dengan posisi merangkul. Dia semakin mendekat
" Hai, sudah selesai nonton nya? sudah makan?" tanya Adrian yang langsung di jawab deng geleng oleh kedua manusia rese ini, Adrian hanya tertawa karena posisi ku yang memang masih merangkul dengan menutup mulut Caca dan Tya
" Kita makan bareng, saya yang traktir" lanjut Adrian, dan lagi dua manusia rese ini menangguk dengan cepat
" Apa kalian akan berjalan dengan posisi seperti itu" sontak aku melepas kan tangan ku dari mulut manusia rese ini
Adrian bejalan lebih dulu menuju tempat makan yang ada di Mall ini, sedang kami mengekori tepat di belakangnya. Dia memakai jeans selutut dengan kaos lengan panjang, makin tampan
*********************
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya ya dear, selamat membaca semoga suka🤗🤗🤗