Tak Selalu Indah

Tak Selalu Indah
53. Pacar


__ADS_3

Tenaga sudah terkumpul, siap untuk berjalan-jalan. Meera jadi teringat waktu Adrian menyiapkan makan malam romantis di pinggir pantai saat ulang tahunnya. Sambil menunggu Adrian bersiap, Meera menelpon ibunya, ia rindu si kembar, sedang apa mereka sekarang. Ibu tidak menjawab telpon Meera, mama Mila juga sama, Meera menelpon ibunya lagi tetap tidak di jawab. Meera mulai panik, ia takut terjadi apa-apa dengan orang rumah. Drrrrt pesan masuk


From: Ibu


Ibu sama mama mu sedang menidurkan si kembar, dari sore tadi mereka rewel tapi sekarang sudah lelap. Kalian senang-senang saja.


To: Ibu


Makasih ya bu.


Ibu tidak membalas, kebiasaan, batin Meera. Adrian sudah siap, saat keluar kamar Devi sudah berdiri didepan pintu. Dia minta maaf atas perkataan nya siang tadi, Meera memaafkan Devi, ia tidak mau memperpanjang masalah sepele. Devi tidak di berhentikan, karena memang kinerjanya bagus. Sedang si OG, Meera pindahkan ke restoran Amidza. Rencananya malam ini Adrian dan Meera ingin ke sana untuk memastikan OG yang Meera ketahui bernama Nani sudah memberikan surat yang ia tulis kepada manager apa belum.


Sampai di restoran, Meera melihat Nani masih bekerja. Meera memang dalam suratnya menulis agar manager menerima Nani disini, tapi untuk bekerja baru mulai besok. Meera memanggil Nani dan juga manager.

__ADS_1


"Kenapa dia bekerja? Kau tidak membaca surat saya?"


"Maaf bu, pa Leo sebenarnya sudah meminta saya untuk pulang tapi saya memaksa bekerja. Lagipula saya disini kost sendiri, pulang juga saya bingung mau ngapain. Sekali lagi saya minta maaf bu, saya juga sangat berterima kasih sama ibu"


"Ya sudah terserah kau saja" Nani kembali bekerja


"Pa Leo tidak pulang" sambung Adrian


"Pulang pa, sebentar lagi, pacar saya mau kesini" Leo satu tahun lebih tua dari Adrian, tapi dia belum menikah, Meera dan Adrian saling pandang


Leo dan Adrian membicarakan soal baik itu kemajuan ataupun kekurangan dari restoran ini, sebenarnya hampir tidak ada kekurangan hanya perlu sedikit penambahan saja. Seperti spot untuk berfoto dan tempat yang bisa bebas di gunakan tanpa harus memesan makan maupun minum dari restoran ini sendiri. Dengan sikap Leo yang humoris, obrolan serius tidak akan membosankan.


"Itu pacar saya pa" Adrian dan Meera mengikuti arah pandangan Leo, melihat siapa yang Leo maksud, Meera sampai tersedak saking terkejutnya. Adrian pun tidak kalah terkejut.

__ADS_1


"Vita?" Ucap Adrian dan Meera bersamaan


"Kalian saling kenal? kebetulan sekali" ini lebih dari kebetulan, pikir Adrian. Bagaimana bisa Vita jadi pacar Leo? lalu Raja? pertanyaan itu memenuhi kepala Adrian.


Vita duduk di antara mereka, Vita terus menunduk. Entah karena malu atau apa, yang pasti suasana ini sangat membuat Meera tidak nyaman. Hampir lima menit tidak ada percakapan sama sekali.


"Mas, aku mau ke hotel sekarang" Meera berdiri dari duduknya


"Iya sayang, kita duluan ya" Adrian merangkul pinggang istrinya


"Aku berpisah dengan Raja tujuh bulan yang lalu" jelas Vita, ia tidak mau Meera dan Adrian berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya.


"Bukan urusanku, ayo mas" sambung Meera tanpa melihat wajah Vita

__ADS_1


Aku berpisah karena Raja masih sangat mencintai mu Meera. Aku bukan Adrian yang bisa tetap sabar meski telah berulang kali kau sakiti. Aku bukan Adrian yang masih tetap menerima meski sudah dikhianati. Aku bukan Adrian yang masih tetap mencintai meski luka yang ia terima begitu dalam.


__ADS_2