
Sejak mama menginap aku lebih sering menemani mama di rumah menonton tv kadang membuat kue, meski bosan sering melanda setidaknya aku bisa menghindari Raja untuk beberapa minggu ini.
" Sayang gimana perkembangan cafe?"
" Alhamdulillah lancar ma, mama ikut Meera ke cafe yuk"
" Ayo, mama juga bosan. Mama ganti baju dulu ya"
" Meera tunggu di luar ya ma"
" Iya sayang, sebentar ya"
Mama sudah siap, rencananya dari cafe kita lanjut belanja untuk kebutuhan dapur
" Sayang biasanya kalau mau ke cafe sama siapa?"
__ADS_1
" Sendiri ma, kadang mas Adrian juga suka nganter ko kalau Meera tidak bawa mobil. Oh ya ma, kita belanja aja dulu ya pulang nya baru mampir ke cafe gimana?"
" Mama terserah kau saja sayang"
Begitu sampai supermarket kami langsung mengambil apa-apa saja yang kami butuhkan untuk seminggu kedepan. Sayuran, daging, seafood, buah dan lainnya sudah masuk keranjang belanjaan, tinggal bayar
" Meera bayar dulu ya ma"
" Iya sayang mama tunggu di sini ya" aku mengangguk dan masuk antrian kasir untuk membayar, selesai membayar tiba-tiba seseorang mengambil alih kantong belanjaan ku
" Saya bantu bu Meera"
" Tidak apa bu, sini, mobil ibu parkir sebelah mana?" Aku menunjuk mobil berwarna putih, Raja mengangguk dan berjalan terlebih dahulu
" Terimakasih pa Raja, maaf merepotkan"
__ADS_1
" Tidak apa bu Meera, mari" aku dan ibu tersenyum. Tidak di pungkiri aku sangat merindukannya, bagaimana tidak hampir dua minggu aku tidak bertemu dengannya, aku selalu mengabaikan telpon dari nya. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan berhubungan lagi dengan mu Raja
" Mama bilang tadi siang kalian bertemu pa Raja di supermarket, dia juga membawakan belanjanmu" karena mama bertanya, aku sedikit bercerita tentang Raja, aku tidak mau mama curiga
" Iya mas" jawabku singkat, aku tidak mau membahas tentang Raja
" Meera kemari" dia menepuk tepi kasur, aku menghentikan kegiatan ku membereskan pakaian dan duduk di sampingnya.
Dia membelai rambutku, turun ke pipi dan berakhir di pundak lalu mencium bibir ku. Aku tau maksudnya, dia sedang mengambil apa yang menjadi hak nya. Aku membalas ciumannya, lumatan demi lumatan terasa sangat lembut. Dia melepaskan ciumannya
" Apa boleh?"
" Aku istrimu mas, sudah menjadi kewajiban ku melayanimu, ambilah apa yang menjadi hak mu" dia tersenyum, matanya memancarkan kebahagiaan. Semoga secepatnya aku bisa mencintaimu sebagaimana kau mencintaiku mas
__ADS_1
" Ambil wudhu, kita sholat dulu" aku mengangguk
Selesai sholat mas Adrian membantuku melepas mukenah, lalu menggendong dan merebahkan ku di atas kasur. Dia mulai menciumi ku dari kening, mata, hidung, pipi hingga bibir. Semua ia lakukan dengan sangat lembut