
" Di siang hari?"
" Hahahaha ekspresi macam apa itu, aku hanya menggoda mu Meera hahahaha"
" Dasar menyebalkan, kau pergi sana" aku mengerucut kan bibirku dan mendorong nya
" Hei jangan cemberut gitu dong, ayo makan aku sudah lapar" Kami makan dengan tenang seperti biasa. Selesai makan mas Adrian langsung pergi ke kantornya, kemarin dia menginap di rumah mama, sekarang pasti banyak dokumen yang harus ia cek dan tanda tangani.
Rumah ini tampak sepi sejak mama pulang. Jadi teringat omongan mama kemarin, "kalian sudah setahun lebih menikah, apa tidak kesepian? Mama rasa kalian sudah saatnya punya anak" aiiih rasanya aku belum siap, mencintai suamiku saja aku belum bisa.
Rasa bosan sudah tidak bisa di tolerir. Aku bersiap hendak ke cafe, ahh tidak, kalau tiba-tiba Raja ke cafe gimana? Ke kantor mas Adrian ganggu ga ya? Kabarin dulu deh. Aku berbicara dengan diriku sendiri
To: Suamik
Aku bosan, ke kantor boleh?
From: Suamik
Sangat boleh istriku, sekalian bawakan aku baju ganti ya
To: Suamik
Dengan senang hati, tunggu akuuuuu
Senyum ku mengembang saat melihat nama pengirim pesan.
__ADS_1
From: Istri
Aku bosan, ke kantor boleh?
To: Istri
Sangat boleh istriku, sekalian bawakan aku baju ganti ya
From: Istri
Dengan senang hati, tunggu akuuuuu
Ini pertama kalinya Meera datang kesini atas keinginan nya sendiri. Jika kebanyakan istri para bos besar akan sering keluar masuk kantor suaminya dengan seenaknya, maka Meera tidak. Dia kemari hanya saat aku yang memintanya, dia bukan wanita merepotkan, dia selalu mengerti pekerjaan ku
" Fit, tolong belikan ini ya di toko kue depan" aku memperlihatkan ponselku yang menampilkan beberapa kue rasa vanilla kesukaan Meera dan meminta Fitri untuk membelikannya
" Ko tau?"
" Bapa selalu membeli itu tiap bu Meera mau kesini" aku tersenyum kecil. Fitri benar aku selalu membeli kue yang sama jika Meera mau kesini
" Nanti bawa masuk ya"
" Baik pa" aku kembali ke ruangan ku.
Tidak lama Fitri masuk dengan membawa kue yang ku maksud beserta minumannya.
" Cepat sekali Fit?"
__ADS_1
" Saya langsung pesan waktu bapa meminta saya membelikan tadi, saya kembali pa"
" Terimakasih ya Fit"
" Sama-sama pa"
Yang ditunggu akhirnya datang. Dengan senyum yang mengembang membuatnya semakin terlihat cantik. Semoga senyum itu hanya untuk ku Meera semoga.
"Ini untuk ku?" Dia menunjuk kue yang ada di meja. Aku mengangguk
" Aku bersih-bersih dulu ya" aku mengusap pipi nya dan mengambil alih goodie bag yang ia bawa. Dia mengangguk "oh iya kau boleh menghabiskan kue-kue itu" aku berbalik sesaat sebelum masuk kamar mandi yng ada di dalam ruangan ku
" Tentu saja, tidak ada sisa untukmu tuan muda" aku terkekeh, dia selalu saja menggemaskan
Aku bersih-bersih secepat mungkin, aku tidak mau Meera menunggu lama. Begitu aku keluar Meera tidak ada di tempat nya dan piring kue nya sudah kosong, dia benar-benar menghabiskan nya. Di luar terdengar suara orang mengobrol, itu pasti Meera sedang mengobrol dengan Fitri.
" Ayo sayang, Fitri kita duluan ya"
" Iya pa"
Aku cukup kaget saat Meera menggandeng tanganku, biasanya aku yang melakukan nya. Apa kau sudah mulai mencintai ku Meera?
*Di mobil
" Kita mau kemana mas?" ku daratkan kecupan lembut di keningnya
" Kau tidur saja, kita ketempat jauh. oh iya telpon bi Surti suruh tunggu rumah, malam ini kita tidak pulang" dia mengangguk
__ADS_1